alexametrics

Kasus Harian Covid-19 Capai 40 Ribu, IDI: Partisipasi Masyarakat Masih Rendah

Bimo Aria Fundrika
Kasus Harian Covid-19 Capai 40 Ribu, IDI: Partisipasi Masyarakat Masih Rendah
Pasien COVID-19 memakai alat bantu oksigen menunggu untuk mendapatkan tempat tidur perawatan di IGD RSUD Cengkareng, Jakarta, Rabu (23/6/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Dokter Adib mengungkapkan, lonjakan kasus Covid-19 bukan hanya terjadi di daerah Jawa-Bali. Tetapi telah meluas ke pulau lain.

Suara.com - Ketua Tim Mitigasi PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr. Adib Khumaidi, Sp.OT., mengatakan, tingginya kasus positif Covid-19, hingga mencapai rekor 40 ribu dalam satu hari, salah satunya disebabkan partisipasi masyarakat yang masih rendah.

Dokter Adib mengungkapkan, lonjakan kasus Covid-19 bukan hanya terjadi di daerah Jawa-Bali. Tetapi telah meluas ke pulau lain.

"Kita kemarin sudah mengumpulkan kondisi di lapangan, memang saat ini impact bukan hanya di Jawa-Bali. Bahkan laporan teman-teman di Lampung, NTB, beberapa wilayah Sumatera, juga mulai ada penaikan kasus. Ini perlu menjadi perhatian kita kenapa ini bisa terjadi. Salah satu upaya yang juga harus kita pahami bahwa partisipasi masyarakat masih rendah," kata dokter Adib dalam webinar Satgas Penanganan Covid-19.

Ilustrasi Covid-19. (Elements Envato)
Ilustrasi Covid-19. (Elements Envato)

"Bahkan hasil survei mengatakan, menjaga jarak kemudian memakai masker masih kurang dari 85 persen. Sehingga ini memberikan satu dampak peningkatan kasus yang terjadi di lapangan," imbuhnya.

Baca Juga: dr Lois Bilang Interaksi Obat Picu Kematian Pasien Covid-19, Ini Kata Pakar Farmasi UGM

Sebagai dokter, lonjakan kasus positif tidak hanya dilihat dari infeksi baru yang dilaporkan setiap hari, lanjut dokter Adib. Tetapi juga bed occupancy rate atau tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit.

Menurut dokter Adib, bukan hanya tempat tidur rumah sakit di DKI Jakarta yang sudah terisi penuh. Sejumlah RS di berbagai daerah juga mengalami hal serupa.

"Kami dapat laporan bagaimana occupancy rate di wilayah DKI kemudian Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, sekarang juga kita mendapat laporan di NTB, Lampung, Jambi, kemudian beberapa wilayah Sumatera. Ini adalah kondisi yang memberikan suatu gambaran bahwa flow pasien masih luar biasa," ucapnya.

"Bagaimana ada tenda yang didirikan di depan IGD, ini satu indikator bahwa ada kenaikan kasus yang luar biasa dan berdampak menimbulkan sakit. Ini menjadi satu kondisi yang bukan tidak mungkin bisa meningkatkan fertilitas dan mortalitas atau angka kematian yang terkait dengan infeksi covid," tutur dokter Adib.

Akibat penuhnya tempat tidur rumah sakit, puskesmas juga kini telah mulai membantu lakukan perawatan untuk pasien Covid-19.

Baca Juga: Beredar Kabar Satu Keluarga di Suryatmajan Menolak Isolasi Mandiri, Begini Faktanya

"Beberapa laporan bahkan di Puskesmas pun sudah mendapatkan tugas untuk perawatan karena begitu penuhnya rumah sakit. Kondisi ini perlu menjadi perhatian kita dan kami meminta pemerintah daerah untuk memberikan perhatian kepada fasilitas kesehatan," pungkasnya.

Komentar