Ahli Tegaskan Vaksin Covid-19 Tidak Mengandung Racun, Begini Paparannya

Cesar Uji Tawakal, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 22 Juli 2021 | 20:08 WIB
Ahli Tegaskan Vaksin Covid-19 Tidak Mengandung Racun, Begini Paparannya
Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)

Suara.com - Vaksin Covid-19 salah satu langkah untuk melawan pandemi virus corona Covid-19. Tapi, banyak orang masih ragu untuk suntik vaksin Covid-19 karena berbagai alasan, salah satunya takut ada racun di dalam vaksin.

Vaksin merupakan penemuan modern di bidang medis yang contoh pertamanya dibuat pada tahun 1930-an. Sejak itu, para ahli teori konspirasi mencengkeram hal tersebut dan didukung oleh satu penelitian yang dibantah pada akhir 1990-an oleh Andrew Wakefield.

Tapi, seorang dokter telah meredakan pro kontra mengenai vaksin tersebut. Ia mengatakan bahwa vaksin masih efektif sebagai pengobatan dan tidak mengandung racun, termasuk vaksin Covid-19. Meskipun beberapa kandungan dalam vaksin tidak terdengar biasa.

Dr Michael Barnish, Kepala Genetika dan Nutrisi di REVIV, menjelaskan cara kerja vaksin. Ia menjelaskan vaksin mengandung potongan kecil patogen yang ingin dilindungi.

"Potongan patogen ini hidup, tetapi tidak aktif atau mati. Vaksin memang membutuhkan bahan tambahan untuk menstabilkan larutan atau meningkatkan efektivitasnya dalam merangsang produksi antibodi," kata Dr Barnish dikutip dari Express.

Ilustrasi Vaksin Covid-19. [Pixabay/PhotoLizM]
Ilustrasi Vaksin Covid-19. [Pixabay/PhotoLizM]

Dr Barnish menjelaskan bahwa volume larutan yang terkandung dalam suntikan vaksinasi sangat rendah sehingga tidak berbahaya.

Diet sehat yang kaya mineral, antioksidan, dan vitamin setelah vaksinasi akan membantu bahan tambahan ini diproses dan dikeluarkan dengan cepat dari tubuh sekaligus meningkatkan respons imun.

Dr Barnish menambahkan beberapa bahan dalam vaksin mungkin terdengar asing atau membuat bingung, tapi sama sekali tidak ada yang berbahaya.

"Vaksin memang mengandung garam alumunium untuk meningkatkan respons kekebalan tubuh dan menghasilkan produksi antibodi yang lebih besar," jelasnya.

baca juga

Karena, garam alumunium itu membantu vaksin lebih efektif. Meskipun aluminium dapat menyebabkan kemerahan atau pembengkakan yang lebih besar di tempat suntikan.

Namun, sejumlah kecil garam aluminium dalam vaksin tidak memiliki efek jangka panjang pada tubuh dan telah terbukti aman digunakan dalam beberapa vaksin sejak awal 1930-an.

Selain itu, vaksin juga mengandung sejumlah formaldehida yang digunakan untuk menonaktifkan kontaminasi potensial dan sangat umum ditemukan dalam sejumlah vaksin.

Walaupun kandungan formaldehida ini terdengar mengkhawatirkan, tetapi dosis formaldehida 100 kali lebih sedikit sehingga tidak membahayakan, sama seperti buah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Kelebihan Vaksin Covid-19 Moderna Lengkap dengan Efek Samping Vaksin Moderna

3 Kelebihan Vaksin Covid-19 Moderna Lengkap dengan Efek Samping Vaksin Moderna

News | Kamis, 22 Juli 2021 | 19:06 WIB

Vaksinasi Covid-19 Sasar Permukiman Padat Penduduk

Vaksinasi Covid-19 Sasar Permukiman Padat Penduduk

Foto | Kamis, 22 Juli 2021 | 17:37 WIB

Vaksin Pfizer: Asal, Efek Samping, Efektivitas, Kelebihan, dan Harga

Vaksin Pfizer: Asal, Efek Samping, Efektivitas, Kelebihan, dan Harga

Health | Kamis, 22 Juli 2021 | 18:45 WIB

Terkini

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:55 WIB

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:12 WIB

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:48 WIB

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

×