Kondisi Neurologi Bisa Jadi Gejala Long Covid, Kenali Jenisnya

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Senin, 16 Agustus 2021 | 09:02 WIB
Kondisi Neurologi Bisa Jadi Gejala Long Covid, Kenali Jenisnya
Ilustrasi covid-19. (Pexels)

Suara.com - Masalah neurologis pada pasien Covid-19 memang umum terjadi. Kondisi ini juga bisa menjadi salah satu gejala jangka panjang Covid-19 atau Long Covid

Melansir dari Healthshots, beberapa orang yang dirawat di rumah sakit dengan Covid-19 mengalami delirium, mereka merasa bingung, disorientasi, cemas, depresi, mengalami Insomnia, dan gelisah.

Tidak hanya itu, beberapa mengalami gangguan kognitif ini berbulan-bulan setelah mereka sembuh total dari infeksi. 

Covid-19 dapat merusak otak secara langsung dengan menyebabkan ensefalitis (radang otak) dengan tingkat keparahan apapun. Ini sendiri dapat memiliki efek buruk pada pasien yang juga dapat menyebabkan stroke pada semua kelompok umur. 

Covid-19 pada otak dapat menyebabkan peradangan sistemik yang dapat menyebabkan kerusakan neurologis tidak langsung. Sebelumnya, orang dengan penyakit penyerta dan berusia di atas 65 tahun lebih berisiko, tetapi sekarang dengan varian baru, banyak bukti bahwa kondisi ini bahkan terjadi pada orang yang lebih muda.

Ilustrasi Covid-19. (Andrea Piacquadio/Pexels)
Ilustrasi Covid-19. (Andrea Piacquadio/Pexels)


Berikut dua tipe masalah otak yang dipengaruhi oleh Covid-19, antara lain:

1. Dampak jangka pendek Covid-19 pada otak

Ensefalitis dengan tingkat keparahan apa pun, meninggalkan kerusakan residual sementara atau permanen pada fungsi kognitif dan otak lainnya. Stroke otak iskemik akut terlihat pada semua kelompok umur pasien dengan atau tanpa komorbiditas. 

2. Dampak jangka panjang

baca juga

Gangguan kognitif terlihat pada pasien dengan infeksi covid-19 yang berlangsung hingga 4 hingga 7 bulan. Banyak penelitian diperlukan untuk melihat efek jangka panjang pada jaringan saraf. 

Sebuah studi Italia jangka panjang mengungkapkan bahwa pasien tersebut yang tidak memiliki gejala gangguan kognitif selama infeksi mengembangkan masalah kognitif setelah enam bulan dari pemulihan.

Hampir 37,4 persen kasus mengalami defisit kognitif dan hiposmia (penciuman menurun).

Terlepas dari ini, orang-orang telah melaporkan kabut otak dan beberapa sakit kepala jangka panjang yang belum pernah mereka alami sebelumnya. Itu tampaknya menjadi fenomena yang cukup umum pada pasien yang mengalami Long Covid. 

Kelelahan, masalah ingatan, kurang konsentrasi atau masalah tidur, nyeri otot atau sakit kepala bisa menjadi salah satu gejaa. Selain itu, kehilangan penciuman, rasa depresi atau kecemasan, pusing yang menetap dan memburuk setelah aktivitas fisik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkuak! Gara-gara Ini, Jerinx SID Sempat Ragu Disuntik Vaksin Covid-19

Terkuak! Gara-gara Ini, Jerinx SID Sempat Ragu Disuntik Vaksin Covid-19

Jawa Tengah | Senin, 16 Agustus 2021 | 07:45 WIB

23 Dokter di Medan Gugur Akibat Covid-19

23 Dokter di Medan Gugur Akibat Covid-19

Sumut | Senin, 16 Agustus 2021 | 07:05 WIB

10 Kata Bijak Hari Kemerdekaan Indonesia di Masa Pandemi COVID-19, Tetap Semangat!

10 Kata Bijak Hari Kemerdekaan Indonesia di Masa Pandemi COVID-19, Tetap Semangat!

Bekaci | Senin, 16 Agustus 2021 | 08:05 WIB

Terkini

Peraturan Membawa Powerbank ke Dalam Pesawat Terbaru 2026, Cek Batas mAh yang Aman

Peraturan Membawa Powerbank ke Dalam Pesawat Terbaru 2026, Cek Batas mAh yang Aman

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 07:10 WIB

Seni Tidak Melakukan Apa-Apa: Membedah Konsep Niksen Lewat Neurosains

Seni Tidak Melakukan Apa-Apa: Membedah Konsep Niksen Lewat Neurosains

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 07:05 WIB

Perbankan Diminta Waspadai Dampak Karhutla, Risiko NPL Jadi Perhatian

Perbankan Diminta Waspadai Dampak Karhutla, Risiko NPL Jadi Perhatian

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 07:05 WIB

Kelompok Houthi Ancam Pakistan dan Turki: Jangan Ikut Campur Bela Arab Saudi

Kelompok Houthi Ancam Pakistan dan Turki: Jangan Ikut Campur Bela Arab Saudi

News | Selasa, 22 September 2026 | 06:56 WIB

10 Cara Menghilangkan Noda Oli di Baju untuk Ibu Rumah Tangga

10 Cara Menghilangkan Noda Oli di Baju untuk Ibu Rumah Tangga

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 06:44 WIB

Apakah Aman Membiarkan Charger HP Tetap Menancap di Stop Kontak Seharian?

Apakah Aman Membiarkan Charger HP Tetap Menancap di Stop Kontak Seharian?

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 05:42 WIB

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

×