Bolehkah Pasien Diabetes Tipe 2 Konsumsi Cokelat Hitam, Ini Faktanya

Bimo Aria Fundrika

Sabtu, 21 Agustus 2021 | 14:40 WIB
Bolehkah Pasien Diabetes Tipe 2 Konsumsi Cokelat Hitam, Ini Faktanya
Ilustrasi Dark Chocolate atau Cokelat Hitam (freepik)

Suara.com - Salah satu pantangan bagi pasien diabetes tipe 2 adalah tidak boleh mengkonsumsi makanan manis berlebih. Tapi, sebenarnya ada sejumah makanan manis yang cukup aman dikonsumsi, salah satunya adalah cokelat hitam.

Bahkan jika dikonsumsi dengan kadar yang tepat bisa memberikan banyak manfaat kesehatan termasuk menurunkan gula darah.

Menurut American Heart Association, cokelat hitam bisa menurunkan resiko penyakit jantung, resistensi insulin dan tekanan darah tinggi.

Manfaat tersebut sepertinya adalah alasan yang sangat cukup untuk membuat banyak orang langsung tertarik mengkonsumsi cokelat hitam.

Tapi ingat, jika kamu penderita diabetes, tidak boleh sembarangan mengkonsumsi cokelat hitam. Karena, ternyata tidak semua cokelat hitam mengandung zat yang cukup untuk memberikan semua manfaat di atas.

Ketika memilih produk cokelat hitam terbaik untuk kesehatan, beberapa produk lebih menyehatkan bagi penderita diabetes jika dibandingkan dengan produk lainnya.

Ilustrasi makan cokelat gelap (dark chocolate). (Shutterstock)
Ilustrasi makan cokelat gelap (dark chocolate). (Shutterstock)

Hanya karena karena dilabeli sebagai cokelat hitam, bukan berarti produk tersebut sehat. Beberapa tipe cokelat hitam bisa mengandung kurang dari 30 persen flavonoid, membuatnya sama saja dengan cokelat susu biasa.

Menurut Medical consultant Forever Healthy Indonesia, dr. Winda O Panjaitan, untuk mendapatkan manfaat maksimal dari cokelat hitam, pilihlah yang mengandung minimal 70 persen flavonoid.

Ketika kakao diambil langsung dari pohonnya, kandungan flavonoid-nya masih 100 persen. Tapi setelah mengalami proses ekstraksi, kandungan flavonoid-nya bisa berkurang.

baca juga

Banyak atau tidaknya, tergantung proses ekstraksinya bagaimana. Jika dilakukan dengan benar, maka minimal bisa mempertahankan 70 persen kandungan flavonoid. Lebih bagus lagi jika bisa lebih dari itu.

Terdapat senyawa flavonoid di dalam kokoa baik untuk penderita diabetes tipe dua adalah karena flavonoid merupakan jenis antioksidan yang bisa membantu tubuh menggunakan insulin dengan lebih efisien. Hal itulah yang bisa membantu mengendalikan gula darah.

Manfaat antioksidan flavanol pada kokoa juga membantu meminimalisir oksidasi pada pembuluh darah akibat diabetes.

Pernyataan ini juga didukung oleh The American Journal of Clinical Nutrition. Dalam salah satu jurnlanya menyebutkan, dengan mengkonsumsi 100 gram cokelat hitam yang mengandung 500 mg polifenol selama 15 hari, dapat menurunkan tekanan darah serta meningkatkan sensitivitas insulin pada orang sehat. Jadi, dapat membantu dalam pencegahan diabetes tipe 2.

Untuk mendapatkan produk olahan cokelat hitam yang mengandung minimal 70 persen flavonoid bisa dibilang cukup sulit, apalagi di Indonesia.

Namun, saat ini sudah ada satu produk yang mengandung 80 persen flavonoid, yakni Cocoa Flvnol. Produk berupa bubuk kakao ini bisa dikonsumsi setiap pagi untuk mengawali aktivitas, dan di malam hari ketika akan beristirahat.

Untuk mendapatkan manfaat kesehatan ini, minimum asupan harian yang dibutuhkan yakni 200 mg flavanol, atau 5 gram Cocoa Flvnol setiap hari dalam memenuhi kebutuhan flavanol harian.

Cocoa Flvnol yang telah mendapatkan konfirmasi dari EFSA (European Food Safety Authority) untuk perannya dalam membantu memelihara elastisitas pembuluh darah, yang berkontribusi untuk mendapatkan aliran darah normal.

Jadi, selain mengurangi risiko diabetes, konsumen juga bisa mendapatkan banyak manfaat kesehatan lainnya, mulai dari menjaga kesehatan jantung, memberikan nutrisi pada otak serta memperkuat tulang dan gigi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Manfaat Air Kelapa Muda untuk Kesehatan, Salah Satunya Mencegah Batu Ginjal

5 Manfaat Air Kelapa Muda untuk Kesehatan, Salah Satunya Mencegah Batu Ginjal

Lifestyle | Jum'at, 20 Agustus 2021 | 14:59 WIB

Terlalu Banyak Makan Buah-buahan Buruk Bagi Kesehatan, Ini Sebabnya!

Terlalu Banyak Makan Buah-buahan Buruk Bagi Kesehatan, Ini Sebabnya!

Health | Kamis, 19 Agustus 2021 | 17:21 WIB

5 Manfaat Lidah Mertua, Bantu Menyerap Polusi Udara hingga Pembasmi Kanker

5 Manfaat Lidah Mertua, Bantu Menyerap Polusi Udara hingga Pembasmi Kanker

Lifestyle | Kamis, 19 Agustus 2021 | 16:00 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB