alexametrics

Ahli Temukan Obat Fibrosis Paru Bisa Mengobati Pasien Gagal Jantung

Cesar Uji Tawakal | Shevinna Putti Anggraeni
Ahli Temukan Obat Fibrosis Paru Bisa Mengobati Pasien Gagal Jantung
Ilustrasi obat. (Elements Envanto)

Obat fibrosis paru yang biasanya juga diresepkan untuk pasien Covid-19 baik untuk pasien gagal jantung.

Suara.com - Gagal jantung merupakan masalah kardiovaskular yang terjadi ketika jantung tidak memompa darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini membutuhkan penanganan medis segera karena berisiko mengancam jiwa.

Tapi, sebuah studi oleh National Institute for Health Research menemukan obat yang biasanya diresepkan untuk pasien fibrosis paru atau virus corona Covid-19, yakni Pirfenidone bisa membantu mengobati pasien gagal jantung.

Gagal jantung dengan fraksi ejeksi yang diawetkan (HFpEF), juga disebut gagal jantung diastolik.

Gagal jantung diastolik adalah sindrom klinis yang terjadi ketika bilik kiri bawah (ventrikel kiri) tidak bisa terisi dengan baik oleh darah selama fase diastolik.

Baca Juga: Bisakah Anda Terinfeksi 2 Varian Virus Corona Covid-19?

Fraksi ejeksi berfungsi mengukur seberapa banyak darah di dalam ventrikel yang dipompa keluar dengan setiap kontraksi.

Nick Hartshorne-Evans, pendiri kelompok kampanye Pumping Marvellous, mengatakan peningkatan kualitas hidup juga sangat penting bagi pasien gagal jantung.

"Hanya ada sedikit pilihan pengobatan HFpEF. Bahkan National Institute for Health and Care Excellence tidak memiliki pedoman khusus mengenai hal tersebut," kata Nick Hartshorne-Evans dikutip dari Express.

Ilustrasigagal jantung (Shutterstock).
Ilustrasi gagal jantung (Shutterstock).

Dalam percobaan baru-baru ini, 47 pasien dengan HFpEF diberi tablet pirfenidone setiap hari selama satu tahun.

Beberapa pasien pun menjalani pemindaian MRI jantung dan pasien yang memiliki bukti jaringan parut jantung diminta mengonsumsi pirfenidone atau plasebo setiap hari.

Baca Juga: Pasien Rawat Inap Meningkat, Palestina Waspadai Gelombang Keempat Virus Corona

Setelah satu tahun pasien menjalani pemindaian, jaringan parut pada jaringan jantung telah menurun rata-rata 1,21 persen.

Komentar