Array

Ahli Temukan Obat Fibrosis Paru Bisa Mengobati Pasien Gagal Jantung

Senin, 23 Agustus 2021 | 08:33 WIB
Ahli Temukan Obat Fibrosis Paru Bisa Mengobati Pasien Gagal Jantung
Ilustrasi obat. (Elements Envanto)

Suara.com - Gagal jantung merupakan masalah kardiovaskular yang terjadi ketika jantung tidak memompa darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini membutuhkan penanganan medis segera karena berisiko mengancam jiwa.

Tapi, sebuah studi oleh National Institute for Health Research menemukan obat yang biasanya diresepkan untuk pasien fibrosis paru atau virus corona Covid-19, yakni Pirfenidone bisa membantu mengobati pasien gagal jantung.

Gagal jantung dengan fraksi ejeksi yang diawetkan (HFpEF), juga disebut gagal jantung diastolik.

Gagal jantung diastolik adalah sindrom klinis yang terjadi ketika bilik kiri bawah (ventrikel kiri) tidak bisa terisi dengan baik oleh darah selama fase diastolik.

Fraksi ejeksi berfungsi mengukur seberapa banyak darah di dalam ventrikel yang dipompa keluar dengan setiap kontraksi.

Nick Hartshorne-Evans, pendiri kelompok kampanye Pumping Marvellous, mengatakan peningkatan kualitas hidup juga sangat penting bagi pasien gagal jantung.

"Hanya ada sedikit pilihan pengobatan HFpEF. Bahkan National Institute for Health and Care Excellence tidak memiliki pedoman khusus mengenai hal tersebut," kata Nick Hartshorne-Evans dikutip dari Express.

Ilustrasigagal jantung (Shutterstock).
Ilustrasi gagal jantung (Shutterstock).

Dalam percobaan baru-baru ini, 47 pasien dengan HFpEF diberi tablet pirfenidone setiap hari selama satu tahun.

Beberapa pasien pun menjalani pemindaian MRI jantung dan pasien yang memiliki bukti jaringan parut jantung diminta mengonsumsi pirfenidone atau plasebo setiap hari.

Baca Juga: Bisakah Anda Terinfeksi 2 Varian Virus Corona Covid-19?

Setelah satu tahun pasien menjalani pemindaian, jaringan parut pada jaringan jantung telah menurun rata-rata 1,21 persen.

Dokter Chris Miller dari University of Manchester dan konsultan ahli jantung di Manchester University NHS Foundation Trust, mengatakan gagal jantung adalah penyakit yang cukup mematikan seperti kanker.

Tapi, pengurangan jaringan parut jantung bisa mengurangi tingkat kematian dan risiko rawap karena gagal jantung.

Peningkatan etensi cairan memberikan dukungan untuk jaringan parut jantung memiliki peran kausal dalam gagal jantung dan menjadi target pengobatan yang efektif.

Menurut British Heart Foundation, ada tiga gejala utama gagal jantung antara lain:

  1. Sesak napas saat beraktivitas atau istirahat
  2. Kaki bengkak, pergelangan kaki, perut dan sekitar daerah punggung bawah akibat penumpukan cairan
  3. Kelelahan, karena tidak ada cukup darah dan oksigen yang masuk ke otot

Lima puluh persen pasien gagal jantung akan meninggal karena gagal jantung progresif, sedangkan sisanya akan meninggal mendadak karena aritmia dan kejadian iskemik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI