Gen Alpha Dijuluki Generasi Asbun, Dokter Ungkap Kaitannya dengan Gizi dan Mental Health

Husna Rahmayunita, Dini Afrianti Efendi

Senin, 16 Februari 2026 | 09:25 WIB
Gen Alpha Dijuluki Generasi Asbun, Dokter Ungkap Kaitannya dengan Gizi dan Mental Health
ilustrasi gen alpha. [pexels]
baca 10 detik
  • Perilaku asbun Gen Alpha berkaitan erat dengan asupan gizi mikro yang baik.

  • Gizi seimbang dan mindful eating mendukung fungsi kognitif serta kemampuan berpikir anak.

  • Orang tua perlu mengimbangi literasi digital agar komunikasi dengan anak tetap lancar.

Suara.com - Media sosial tengah diramaikan cerita perilaku asbun gen alpha. Bahkan generasi kelahiran 2010 hingga 2025 ini kerap dijuluki generasi asbun alias asal bunyi atau ceplas-ceplos. Tapi benarkah perilaku ini cerminan gizi anak semakin membaik?

Peneliti sekaligus Praktisi Kedokteran Komunitas dan Kedokteran Kerja, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH menilai perilaku asbun gen alpha tidak lepas dari asupan dan akses pangan yang lebih bergizi semakin terbuka di masyarakat.

Dr. Ray mengatakan perilaku makan gen alpha sangat berbeda dari generasi milenial kelahiran 1981 hingga 1996, yang kerap 'dicekoki' istilah yang penting kenyang saat makan.

Namun pada gen Z dan gen alpha ini sudah berkembang ke arah proliferasi teknologi alias konsumsi gizi beragam hingga konsep mindful eating yaitu makan dengan penuh kesadaran.

"Nah, mindful eating itu salah satunya fokus pada pentingnya tidak melupakan asupan zat gizi mikro. Zat gizi mikro apa sih? Vitamin, mineral, besi, vitamin A, vitamin C, vitamin E. Nah, ini kemudian sangat berkaitan langsung dengan gizi yang dipakai untuk fungsi kognitif (kemampuan berpikir)," papar Dr. Ray dalam acara Health Corner oleh Danone Specialized Nutrition Indonesia di Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Dokter Spesialis Gizi, dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp.GK juga turut hadir di forum literasi gizi keluarga bertajuk Gizi Lengkap, Anak Tinggi & Cepat Tanggap tersebut. Ia mengatakan kenyang saja tidak cukup untuk tumbuh kembang anak, tapi juga harus seimbang antara nutrisi makro dan mikro.

Peneliti sekaligus Praktisi Kedokteran Komunitas dan Kedokteran Kerja, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH dalam acara Health Corner di Jakarta, Kamis (12/2/2026) (Suara.com/Dini Afrianti)
Peneliti sekaligus Praktisi Kedokteran Komunitas dan Kedokteran Kerja, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH dalam acara Health Corner di Jakarta, Kamis (12/2/2026) (Suara.com/Dini Afrianti)

"Orang tua memiliki andil besar dalam menentukan apa yang akan dimakan oleh anak, kapan anak makan, dan bagaimana anak akan makan. Namun, anak sendiri yang menentukan seberapa banyak ia akan makan. Oleh sebab itu, dalam proses pemberian makan, tidak boleh ada unsur pemaksaan," ungkap dr. Juwalita.

Dokter yang juga Medical Science Director Danone Indonesia itu mengungkap, ada banyak penelitian menunjukkan gen Z dan gen alpha lebih kritis hingga mampu mengeluarkan berbagai 'kalimat asbun'.

Di sisi lain, menurut Dr. Ray ini juga karena aspek well-being, mental health hingga mindful eating yang didapatkan gen alpha dari orang tua yang semakin teredukasi.

baca juga

Hasilnya tidak jarang gen Z dan gen alpha lebih kritis dan enggan terlalu 'ngoyo' di dunia kerja. Dr. Ray juga mengingatkan ada peran teknologi digital hingga media sosial dalam tumbuh kembang mereka, hasilnya kalimat ceplas-ceplos ini kerap dilontarkan gen alpha.

"Karena penyebaran informasi, jargon-jargon, terminologi dan kata-kata yang ceplas-ceplos itu kemudian menjadi lebih masif. Jadi, anak-anak itu membandingkan cara mereka berinteraksi, berkomunikasi dengan orang tua, itu dengan membandingkan dengan anak-anak yang di Amerika, karena gampang kan ada di gadget," papar Dr. Ray.

Hasilnya pakar yang juga Pendiri sekaligus Ketua Health Collaborative Center (HCC) Indonesia itu mengingatkan orang tua juga harus bisa mengimbangi dunia digital anak, dengan ikut turun langsung aktif di media sosial untuk menghapus jarak komunikasi dengan buah hati.

"Padahal ternyata gen Z atau gen alpha itu sudah mengeluarkan kata-kata yang sebenarnya merupakan bentuk refleksi dari frustrasi. Tapi orang tua ternyata melihat ini sebagai bentuk dari mungkin rasa syukur," pungkas Dr. Ray.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bawa Gen Alpha ke Surabaya Era 60-an, Film Na Willa Janjikan Keajaiban Lewat Kacamata Bocah 6 Tahun

Bawa Gen Alpha ke Surabaya Era 60-an, Film Na Willa Janjikan Keajaiban Lewat Kacamata Bocah 6 Tahun

Entertainment | Jum'at, 13 Februari 2026 | 19:15 WIB

5 Rahasia Pola Asuh Gen Alpha: Mulai dari Kebiasaan Pagi

5 Rahasia Pola Asuh Gen Alpha: Mulai dari Kebiasaan Pagi

Your Say | Kamis, 12 Februari 2026 | 10:37 WIB

Bukan Tua atau Muda: Bongkar Tuntas Perbedaan Cara Berpikir Silent Generation Sampai Gen Alpha

Bukan Tua atau Muda: Bongkar Tuntas Perbedaan Cara Berpikir Silent Generation Sampai Gen Alpha

Your Say | Rabu, 12 November 2025 | 18:23 WIB

Terkini

Rempah dan Jalur Laut: Komoditas Membentuk Dinamika Masyarakat Nusantara

Rempah dan Jalur Laut: Komoditas Membentuk Dinamika Masyarakat Nusantara

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Contoh Surat Kuasa Cabut Berkas Kendaraan: Lengkap dengan Syarat dan Prosedur Mutasi 2026

Contoh Surat Kuasa Cabut Berkas Kendaraan: Lengkap dengan Syarat dan Prosedur Mutasi 2026

Otomotif | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:54 WIB

Kabut Asap Karhutla Kembali Ganggu Penerbangan Palembang, 5 Pesawat Terdampak Hari Ini

Kabut Asap Karhutla Kembali Ganggu Penerbangan Palembang, 5 Pesawat Terdampak Hari Ini

Sumsel | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:53 WIB

Beli 25 Kg Tapi Cuma Dapat 23,5 Kg? Kecurangan Takaran Beras di Pasar Terbongkar

Beli 25 Kg Tapi Cuma Dapat 23,5 Kg? Kecurangan Takaran Beras di Pasar Terbongkar

Sulsel | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:50 WIB

Burnout tapi Dompet Belum Siap Resign? Saatnya Terapkan Quiet Quitting

Burnout tapi Dompet Belum Siap Resign? Saatnya Terapkan Quiet Quitting

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:45 WIB

Drama 'Cinta Segitiga' Politik: Prabowo Makin Hangat ke Teuku Umar, Solo Ditinggal?

Drama 'Cinta Segitiga' Politik: Prabowo Makin Hangat ke Teuku Umar, Solo Ditinggal?

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:43 WIB

Bahaya Praktik Greenwashing, Perhatikan Gaya Hidup Hijau agar Tidak Tertipu

Bahaya Praktik Greenwashing, Perhatikan Gaya Hidup Hijau agar Tidak Tertipu

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:41 WIB

Cushion Wardah Hijau untuk Kulit Apa? Ini Keunggulannya dan Pilihan Shade-nya

Cushion Wardah Hijau untuk Kulit Apa? Ini Keunggulannya dan Pilihan Shade-nya

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:41 WIB

Sinergi Imigrasi dan Pemasyarakatan Sumut Sukses Kawal SKD Poltekimipas 2026

Sinergi Imigrasi dan Pemasyarakatan Sumut Sukses Kawal SKD Poltekimipas 2026

Sumut | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:40 WIB

Sleepy Savanna: Teman Manis untuk Menemani Anak Sebelum Tidur

Sleepy Savanna: Teman Manis untuk Menemani Anak Sebelum Tidur

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:40 WIB

×