alexametrics

Kenapa Orang Sering Merasa Ngantuk setelah Makan Nasi? Simak Kata Ahli!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Kenapa Orang Sering Merasa Ngantuk setelah Makan Nasi? Simak Kata Ahli!
Ilustrasi makan nasi. (Shutterstock)

Seorang ahli gizi berusaha menjelaskan penyebab rasa ngantuk setelah makan nasi.

Suara.com - Nasi adalah makanan pokok yang membantu meningkatkan energi. Di Indonesia, biasanya orang makan nasi ketika sarapan, makan siang dan makan malam.

Tapi, Anda mungkin pernah merasa lebih mengantuk setelah makan nasi. Banyak orang mungkin juga bertanya-tanya penyebab seseorang merasa lebih ngantuk setelah makan nasi.

Ahli gizi Pooja Makhija pun menjelaskan proses pencernaan tubuh bekerja dalam hal asimilasi karbohidrat guna memahami hubungan rasa ngantuk dengan makan nasi.

"Karbohidrat apapun akan memiliki efek yang sama, karena karbohidrat diubah menjadi glukosa yang membutuhkan insulin. Ketika lonjakan insulin meningkat, kondisi ini akan mendorong asam lemak esensial," kata Pooja Makhija dikutip dari Indian Express.

Baca Juga: CDC Ungkap Efektivitas Vaksin Covid-19 Turun Terhadap Varian Delta

Asam lemak esensial ini adalah triptofan yang menyebabkan melatonin dan serotonin meningkat. Keduanya merupakan hormon penenang yang bisa menyebabkan rasa kantuk.

Ilustrasi mengantuk, rasa kantuk (pexels.com/Francesca Zama).
Ilustrasi mengantuk, rasa kantuk (pexels.com/Francesca Zama).

Peningkatan kedua hormon penenang ini sangat normal, sehingga tubuh bisa memperlambat apapun yang dilakukannya dan fokus pada pencernaan.

Menurut Makhija, gaya hidup yang lebih baik dan sehat bisa membantu mengatasi atau mencegah rasa kantuk setelah makan nasi. Bahkan Anda bisa menerapkannya jangka panjang.

Pooja Makhija membagikan dua cara sederhana untuk mencegah kelelahan atau rasa kantuk setelah makan nasi, antara lain:

  1. Hindari makan nasi dalam jumlah yang terlalu besar
  2. Perbanyak olahraga ketika Anda makan dalam jumlah besar, karena tubuh yang terasa sangat lelah berarti juga lebih banyak tidur

"Piring makan Anda seharusnya mengandung 50 persen sayuran, 25 persen protein, dan 25 persen karbohidrat yang juga berkontribusi terhadap triptofan," jelasnya.

Baca Juga: Kedapatan Vaksin yang Disuntikkan Kosong, Nakes Suntik Ulang Vaksin COVID-19

Komentar