Disebut Efektif Untuk Pasien Kritis, China Mulai Uji Klinis Obat Covid-19

Bimo Aria Fundrika

Senin, 06 September 2021 | 01:10 WIB
Disebut Efektif Untuk Pasien Kritis, China Mulai Uji Klinis Obat Covid-19
Ilustrasi obat cacing. (Pixabay)

Suara.com - Upaya untuk menghentikan laju pandemi Covid-19 terus dilakukan. Selain terus mengembangkan vaksin Covid-19, peneliti juga mencari cara untuk menghasilkan obat yang efektif.

Kini, otoritas pengawasan obat-obatan makanan di China menyetujui uji klinis satu jenis obat Covid-19. Obat Covid-19 ini disebut berbasis antibodi manusia yang dikembangkan oleh anak perusahaan Sinopharm.

Persetujuan tersebut telah didapatkan sejak 30 Agustus. Demikian seperti dikutip dari ANTARA.

Dijelaskan bahwa antibodi manusia atau human immuneglobulin dikembangkan dari plasma pasien Covid-19 yang sudah sembuh.

Obat tersebut, menurut sejumlah pakar kesehatan efektif merawat pasien Covid19 yang sedang kritis. Obat yang baru mendapatkan persetujuan uji coba itu bisa menetralkan antibodi pada virus corona jenis baru.

Ilustrasi Obat. (istockphoto.com)
Ilustrasi Obat. (istockphoto.com)

CNBG memproduksi plasma yang berasal dari donasi para pasien sembuh sejak awal 2020 sehingga dipercaya efektif merawat pasien dalam kondisi parah.

Pakar kesehatan di China mencoba menggunakan produk tersebut untuk merawat pasien.

Sayangnya, CNBG tidak memberikan keterangan lebih lanjut mengenai tempat dan waktu uji klinis obat terbaru itu.

CNBG sebelumnya mengeklaim telah melakukan penyaringan secara ketat dalam memproses plasma yang disumbangkan oleh para penyintas.

baca juga

Selain tes rutin, hampir 30 aspek tambahan juga akan diuji, termasuk beberapa bakteri pernapasan dan usus serta patogen untuk lima jenis penyakit menular seperti HIV, HBV, dan sifilis.

Perawatan inaktivasi virus (virus yang sudah dilemahkan) juga akan dilakukan untuk meningkatkan keamanan produk plasma.

CNBG butuh waktu setidaknya sepekan dari pengumpulan plasma hingga menyiapkan produk yang dapat digunakan pada pasien Covid-19.

Rata-rata satu penyintas dapat menyumbangkan 400 mililiter plasma untuk menyelamatkan dua atau tiga pasien dalam kondisi kritis.

Selain obat baru, CNBG juga telah memproduksi enam produk anti epidemi, termasuk dua vaksin yang efektif untuk melawan berbagi jenis mutasi virus dan obat-obatan Covid-19 lainnya berbasis antibodi monoklonal (kekebalan tubuh buatan) yang merupakan hasil kloning sel darah putih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasien Covid-19 yang Dirawat di RS Balikpapan Sisa 18 Persen, ICU 58 Persen

Pasien Covid-19 yang Dirawat di RS Balikpapan Sisa 18 Persen, ICU 58 Persen

Kaltim | Minggu, 05 September 2021 | 21:06 WIB

Jika Penuhi Syarat Ini, Peserta SKD CPNS 2021 Solo Boleh Ikut Tes meski Belum Divaksin

Jika Penuhi Syarat Ini, Peserta SKD CPNS 2021 Solo Boleh Ikut Tes meski Belum Divaksin

Surakarta | Minggu, 05 September 2021 | 19:56 WIB

Ni-ki ENHYPEN Juga Dikonfirmasi Positif Covid-19!

Ni-ki ENHYPEN Juga Dikonfirmasi Positif Covid-19!

Your Say | Minggu, 05 September 2021 | 19:21 WIB

Terkini

Konsumsi Ayam dan Telur RI Masih Terendah di ASEAN, Ini Penyebab Utama Peternak Menjerit

Konsumsi Ayam dan Telur RI Masih Terendah di ASEAN, Ini Penyebab Utama Peternak Menjerit

Jogja | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:52 WIB

Promo Diskon AZKO untuk Kebutuhan Rumah Tangga, Khusus Nasabah BRI

Promo Diskon AZKO untuk Kebutuhan Rumah Tangga, Khusus Nasabah BRI

Bri | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:21 WIB

Cuma 25 Orang Pertama! Amankan Cashback Rp1 Juta untuk Pengajuan BRI Multiguna

Cuma 25 Orang Pertama! Amankan Cashback Rp1 Juta untuk Pengajuan BRI Multiguna

Bri | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:11 WIB

Mau Ekspansi Bisnis Tanpa Ribet? Manfaatkan Program KI Solusi BRI 2026

Mau Ekspansi Bisnis Tanpa Ribet? Manfaatkan Program KI Solusi BRI 2026

Bisnis | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Kampus ke Jalanan, Flamingo Revolution di Albania Makan Korban 272 Orang

Dari Kampus ke Jalanan, Flamingo Revolution di Albania Makan Korban 272 Orang

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Transaksi BRIVA Tanpa Beban, Nikmati Cashback 10 Persen Setiap Hari Lewat BRImo

Transaksi BRIVA Tanpa Beban, Nikmati Cashback 10 Persen Setiap Hari Lewat BRImo

Bri | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Rasakan Kebersamaan di Ajang Wilio Run 2026, Dapatkan Tiketnya via BRImo

Rasakan Kebersamaan di Ajang Wilio Run 2026, Dapatkan Tiketnya via BRImo

Bri | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:12 WIB

Persija Jakarta Women dan FC Bekasi City Women Berbagi Angka 1-1

Persija Jakarta Women dan FC Bekasi City Women Berbagi Angka 1-1

Banten | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kerusuhan Prancis Picu Kerugian Ratusan Juta Euro, 1.500 Toko Dijarah Perusuh

Kerusuhan Prancis Picu Kerugian Ratusan Juta Euro, 1.500 Toko Dijarah Perusuh

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Kabut Asap Karhutla Ganggu Ribuan Penerbangan, Pembatalan Tembus 1.324

Kabut Asap Karhutla Ganggu Ribuan Penerbangan, Pembatalan Tembus 1.324

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 22:00 WIB

×