Penyebab Sendawa dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 07 September 2021 | 07:59 WIB
Penyebab Sendawa dan Manfaatnya untuk Kesehatan
ilustrasi sendawa

Suara.com - Pernah sendawa setelah makan? Bagi sejumlah orang, sendawa di area publik mungkin dianggap tidak sopan. Padahal sendawa termasuk reaksi alami sebagai mekanisme pertahanan tubuh, lho. Sama seperti mengedipkan mata.

Sendawa sebenarnya aktivitas yang dilakukan tubuh untuk mengeluarkan gas dari dalam perut. Ya, aktivitas tubuh itu hampir serupa dengan kentut. Karena fungsinya sama, mengeluarkan gas dari dalam perut hanya saja beda jalannya.

Sendawa lewat bagian atas, yaitu mulut. Sedangkan kentut melalui bagian belakang, yaitu dubur.

Kenapa selesai makan bisa menyebabkan sendawa?
Dikutip dari Ruang Guru, tiap kali seseorang makan, sebenarnya tidak hanya melahap sumber makanan yang masuk lewat mulutnya. Tetapi juga mungkin saja menelan udara.

Ilustrasi Makan Berat di Malam Hari (freepik)
Ilustrasi Makan  (freepik)

Udara bisa tertelan ketika membuka mulut, bisa saja gas yang berupa oksigen dan nitrogen. Gas tersebut kemudian dikeluarkan oleh tubuh dari mulut lewat sendawa tersebut.

Meski seringkali dianggap tidak sopan, sendawa juga ada manfaatnya bagi kesehatan. Berikut beberapa manfaat sendawa.

1. Menghilangkan rasa tidak nyaman di perut
Kondisi perut kembung dan terasa begah (penuh), bisa saja karena terlalu banyak gas yang masuk ke dalam perut. Oleh karena itu, tubuh melakukan sendawa untuk mengeluarkan tumpukan gas dari dalam perut.

2. Memperlancar pencernaan
Gas yang menumpuk di dalam perut bisa memperlambat kinerja lambung. Tetapi, dengan adanya sendawa, gas di dalam perut berkurang dan otomatis sistem kerja di lambung akan membaik.

Meski bermanfaat untuk kesehatan, tidak sendawa setelah makan bukan berarti juga berbahaya, kok. Justru artinya gas yang masuk ke dalam mulut tidak banyak.

Biasanya, gas yang bisa masuk ke dalam mulut jika makan atau minum dilakukan dengan buru-buru. Selain dari faktor buru-buru, bisa terjadi juga karena makanan yang dikonsumsi memicu gas berlebih di lambung. Seperti kacang-kacangan, brokoli, atau minuman bersoda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

21 Warga Cikampek Keracunan Makanan Pengajian, Muntah-muntah, Buang Air dan Keram Perut

21 Warga Cikampek Keracunan Makanan Pengajian, Muntah-muntah, Buang Air dan Keram Perut

Bekaci | Minggu, 05 September 2021 | 13:03 WIB

Yuk Kenali Dua Jenis Lemak Perut yang Mengganggu, Ada Apa Saja Macamnya?

Yuk Kenali Dua Jenis Lemak Perut yang Mengganggu, Ada Apa Saja Macamnya?

Health | Jum'at, 03 September 2021 | 19:30 WIB

Diabetes Bisa Sebabkan Sakit Perut, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Diabetes Bisa Sebabkan Sakit Perut, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Health | Jum'at, 03 September 2021 | 15:25 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB