Banyak Anak Jadi Yatim Piatu Akibat Pandemi, Penguatan Keluarga Penting Diperhatikan

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 09 September 2021 | 17:45 WIB
Banyak Anak Jadi Yatim Piatu Akibat Pandemi, Penguatan Keluarga Penting Diperhatikan
Ilustrasi anak yatim (Unsplash/Lucas)

Suara.com - Hampir dua tahun berlalu sejak pandemi COVID-19 menyerang Indonesia, kini anak-anak yang menjadi korban utama. Menurut penelitian The Lancet, terdapat 1,5 juta anak di seluruh dunia kehilangan orang tua karena COVID-19.

DI Indonesia sendiri ata anak yatim, piatu, dan yatim piatu yang telah dihimpun per 7 September 2021 adalah sebesar 25.202 anak.

“Anak yatim, piatu, maupun yatim piatu mengalami kondisi yang sulit. Dari sisi pengasuhan, ada resiko anak tidak ada yang mengasuh sama sekali, bahkan buruknya menjadi gelandangan. Itu yang sangat tidak kami inginkan," ujar Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, Kementerian Sosial Republik Indonesia Dr Harry Hikmat, dalam keterangannya.

Harry mengatakan bahwa pihaknya sendiri mempunya program ATENSI (Asistensi Rehabilitasi Sosial) yang merupakan layanan rehabilitasi sosial.

anak sedih
anak yatim piatu. 

Ia menjelaskan bahwa program ini menggunakan pendekatan berbasis keluarga, komunitas, dan/atau residensial melalui kegiatan dukungan pemenuhan kebutuhan hidup layak, perawatan sosial dan/atau pengasuhan anak, dukungan keluarga, terapi fisik, terapi psikososial, terapi mental spiritual, pelatihan vokasional, pembinaan kewirausahaan, bantuan sosial dan asistensi sosial, serta dukungan aksesibilitas.

“Yang sudah kami lakukan dapat disebarkan kepada masyarakat luas. Kami tahu kami belum maksimal, jadi memang diperlukan kerja sama dengan pihak-pihak lain. Sistem memang sudah ada di pemerintah, namun bukan berarti pemerintah mampu menampung atau meng-cover semuanya, kami terbuka untuk bekerja sama dengan Kawal Masa Depan ataupun SOS Children’s Villages Indonesia.”

Menanggapi hal tersebut, Direktur Nasional SOS Children's Villages Indonesia, Gregor Hadi Nitihardjo mengatakan bahwa salah satu yang penting dalam masa pandemi ini tidak hanya semata-mata anak menjadi yatim, piatu, atau yatim piatu, melainkan juga sistem keluarga menjadi lemah.

“Kami memiliki program Family Strengthening yang fokus ingin membantu dan mencegah anak-anak terpisah dari keluarga karena faktor apapun," kata dia.

Ia melanjutkan, bahwa dirinya yakin setiap anak harus dibesarkan dalam lingkungan keluarga. Walaupun tidak tinggal dengan orang tua kandungnya, namun setiap anak harus tetap merasakan adanya keluarga.

baca juga

"Jangan sampai anak terpisah dengan keluarga. Ketika anak-anak sudah tidak mempunyai orang dewasa dan keluarga di dekatnya, di situlah program kami Pengasuhan Alternatif Berbasis Keluarga (PABK) akan bergerak memastikan anak tersebut mendapatkan kasih sayang selayaknya keluarga,” ujar Gregor Hadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Satu Keluarga Tewas dalam Kecelakaan Maut di Semarang, Ini Kronologinya

Satu Keluarga Tewas dalam Kecelakaan Maut di Semarang, Ini Kronologinya

Jawa Tengah | Kamis, 09 September 2021 | 17:06 WIB

Kecelakan Beruntun di Semarang: Satu Keluarga Tewas, Ada Bayi Berusia Tiga Bulan

Kecelakan Beruntun di Semarang: Satu Keluarga Tewas, Ada Bayi Berusia Tiga Bulan

Jawa Tengah | Kamis, 09 September 2021 | 16:54 WIB

Sempat Kontak Korban via Telepon, Keluarga Ungkap Kejanggalan Kebakaran Lapas Tangerang

Sempat Kontak Korban via Telepon, Keluarga Ungkap Kejanggalan Kebakaran Lapas Tangerang

News | Kamis, 09 September 2021 | 15:54 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×