Hampir Mirip Penyebabnya, Kenali Perbedaan PCOS dan PCOD!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Senin, 13 September 2021 | 14:16 WIB
Hampir Mirip Penyebabnya, Kenali Perbedaan PCOS dan PCOD!
Ilustrasi orang sakit PCOS dan PCOD (pexels)

Suara.com - Banyak orang mungkin tidak terlalu paham perbedaan antara PCOD dan PCOS. Kedua kondisi tersebut berbeda, tapi memiliki beberapa kesamaan yang berkaitan dengan ovarium dan bisa menyebabkan gangguan hormonal dalam tubuh.

Polycystic Ovarian Disease (PCOD) adalah suatu kondisi di mana ovarium mengandung banyak telur yang belum matang atau prematur, sehingga berubah menjadi kista.

Konsumsi makanan junk food, kelebihan berat badan, stres tak terkendali dan gangguan hormonal bisa menyebabkan PCOD. Beberapa gejala umum PCOD termasuk menstruasi yang tidak teratur, penambahan berat badan, infertilitas dan rambut rontok.

Pada PCOD, ovarium menjadi lebih besar dan mengeluarkan sejumlah besar androgen yang menyebabkan gangguan pada kesuburan dan kesehatan wanita.

Sedangkan, Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) adalah suatu kondisi di mana ovarium menghasilkan tingkat androgen yang lebih tinggi sehingga mengganggu perkembangan dan pelepasan sel telur. Kondisi ini ini bisa menyebabkan pembentukan kista dan masalah endokrin.

Ilustrasi PCOS dan atau PCOD (Unsplash)
Ilustrasi PCOS dan atau PCOD (Unsplash)

Perbedaan PCOD dan PCOS

Meskipun kedua kondisi itu menyebabkan ketidakseimbangan hormon, tetapi PCOS lebih banyak menyebabkan ketidakseimbangan hormon dibandingkan PCOD.

PCOS juga membentuk lebih banyak kista dibandingkan dengan PCOD dan kista yang menumpuk di ovarium membesar serta mengganggu siklus menstruasi.

Saat ini dilansir dari Times of India, tidak ada obat untuk PCOD dan PCOS. Tapi, kedua kondisi tersebut bisa dikelola dengan pengobatan khusus dan perubahan gaya hidup.

baca juga

PCOD bisa ditangani dengan diet dan olahraga yang tepat. Sedangkan, PCOS bisa diobati dengan memperbaiki beberapa faktor penyebab sindrom tersebut.

Ketidakseimbangan hormon dan genetika memang memainkan peran penting dalam kedua kondisi tersebut. Tingginya kadar hormon pria bisa mencegah ovarium memproduksi hormon dan telur secara normal.

Peradangan dan resistensi insulin juga telah dikaitkan dengan produksi androgen berlebih. PCOS adalah gangguan sistem endokrin dan dikembangkan oleh ketidakseimbangan hormon.

Tapi, PCOD lebih umum daripada PCOS. Sekitar sepertiga wanita di dunia menderita PCOD dan lainnya mengalami PCOS.

Dampak PCOD dan PCOS Pada Kehamilan

Penyakit ovarium polikistik tidak menyebabkan infetilitas pada semua wanita. Sekitar 80 persen wanita yang menderita PCOD bisa hamil dengan bantuan medis.

Bagi wanita yang menderita PCOS, pembuahan bisa menjadi tantangan bagi mereka karena ketidakseimbangan hormonal. Mereka membutuhkan siklus hormonal yang seimbang agar menciptakan lingkungan bagi sel telur untuk melepaskan dan meresapi sperma.

Dalam hal ini, menjaga kesehatan secara keseluruhan sangat penting untuk mengobati gangguan dan kondisi hormonal. Diagnosis yang tepat waktu dan langkah-langkah tepat bisa membantu mengatasi sindrom tersebut dan mempermudah proses pembuahan pada kedua kondisi tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PCOS Picu Masalah Kesuburan Perempuan, 4 Tips Berikut Tingkatkan Potensi Hamil

PCOS Picu Masalah Kesuburan Perempuan, 4 Tips Berikut Tingkatkan Potensi Hamil

Health | Jum'at, 10 September 2021 | 16:15 WIB

Tak Hanya Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini 5 Manfaat Melatonin Lainnya

Tak Hanya Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini 5 Manfaat Melatonin Lainnya

Health | Rabu, 08 September 2021 | 08:53 WIB

Kesulitan Tidur? Cobalah Konsumsi 5 Jenis Makanan Pendongkrak Melatonin

Kesulitan Tidur? Cobalah Konsumsi 5 Jenis Makanan Pendongkrak Melatonin

Health | Selasa, 07 September 2021 | 19:30 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB