alexametrics

Sejumlah Mantan Pasien Covid-19 India Kembangkan Gangren Kandung Empedu

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana
Sejumlah Mantan Pasien Covid-19 India Kembangkan Gangren Kandung Empedu
Ilustrasi covid-19. (Pexels)

Apa itu gangren kandung empedu? Simak penjelasan berikut.

Suara.com - Virus corona Covid-19 memang dikenal bisa merusak berbagai organ. Dalam hal ini, laporan dari rumah sakit India menunjukkan bahwa sejumlah pasien mereka mengalami gangren kandung empedu usai pulih dari Covid-19. 

Melansir dari India Express, rumah Sakit Sir Ganga Ram Delhi baru-baru ini merawat lima pasien yang didiagnosis menderita gangren kandung empedu. Kondisi ini muncul setelah pulih dari Covid-19.

"Sel epitel kandung empedu, karena mirip dengan sel saluran empedu, dapat menjadi target virus Covid-19 atau mungkin keadaan pasien Covid-19 yang mengalami gangguan kekebalan terhadap virus menyebabkan peradangan kandung empedu yang parah," ujar dokter Khana. 

Para pasien yakni empat pria dan satu perempuan termasuk di antara kasus pertama di India. Beberapa gejala yang dikeluhkan adalah demam, nyeri perut kuadran kanan atas, dan muntah.

Baca Juga: Bertujuan Tutup Pintu Masuk Virus, WHO Sebut Vaksin Spray Hidung Covid-19 Sedang Diuji

"Gangren kandung empedu didefinisikan sebagai nekrosis dan perforasi dinding kandung empedu akibat iskemia pasokan darah yang tidak memadai ke organ atau bagian tubuh yang diikuti oleh insufisiensi vaskular progresif," ujar  Dokter Sudeep Khanna, konsultan senior gastroenterologist, Apollo Indraprastha Hospitals, New Delhi. 

"Gejala gangren kandung empedu adalah nyeri tumpul, demam, mual atau muntah, dan tekanan darah rendah yang bisa menjadi tanda syok septik (kondisi yang mengancam jiwa)," imbuhnya.

Ilustrasi mual dan sakit perut. (Shutterstock)
Ilustrasi mual dan sakit perut. (Shutterstock)

Menurut dokter Khana, beberapa pasien yang mengalami kondsi tersebut usai Covid kebanyakan adalah lansia dan orang dengan diabetes. Selain itu, orang dengan gangguan kekebalan, masalah nutrisi parenteral, dan mereka yang sempat dirawat di ICU juga memiliki risiko tersendiri. 

Sesuai laporan, dari lima pasien berusia antara 37 hingga 75, dua menderita diabetes sementara satu menderita penyakit jantung.

Baca Juga: Penelitian: Berbagai Kondisi Berikut Jadi Pemicu Keparahan Covid-19 pada Anak

Komentar