Bertujuan Tutup Pintu Masuk Virus, WHO Sebut Vaksin Spray Hidung Covid-19 Sedang Diuji

Rima Sekarani Imamun Nissa, Fita Nofiana

Sabtu, 18 September 2021 | 08:01 WIB
Bertujuan Tutup Pintu Masuk Virus, WHO Sebut Vaksin Spray Hidung Covid-19 Sedang Diuji
Ilustrasi vaksin COVID-19 yang diberikan lewat hidung. [ANTARA/Shutterstock]

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan sedang malakukan uji klinis untuk mengevaluasi delapan vaksin semprot hidung Covid-19.

Upaya paling maju sejauh ini dilakukan oleh Universitas Xiamen China, Universitas Hong Kong dan Farmasi Biologi Beijing Wantai yang telah menyelesaikan uji coba fase-2.

"Ketika virus menginfeksi seseorang, biasanya masuk melalui hidung," kata peneliti Nathalie Mielcarek seperti yang dikutip dari Medical Xpress. 

"Idenya adalah untuk menutup pintu [masuknya virus]," imbuhnya. 

Melansir dari Medical Xpress, sebuah artikel yang diterbitkan di Scientific American pada bulan Maret mendesak pengembangan vaksin semprot hidung karena mereka memiliki efek langsung pada virus di lendir orang yang terinfeksi.

INFOGRAFIS: Kapan Waktu Tepat Dosis Kedua Vaksin Covid-19?
INFOGRAFIS: Kapan Waktu Tepat Dosis Kedua Vaksin Covid-19?

Pada hidung, vaksin semprot memicu produksi antibodi yang dikenal sebagai imunoglobulin A, yang dapat memblokir infeksi.

"Tanggapan luar biasa ini, yang disebut kekebalan sterilisasi, mengurangi kemungkinan orang menularkan virus," catat studi tersebut.

Vaksin yang tersedia saat ini menawarkan perlindungan yang kuat terhadap bentuk Covid-19 yang parah tetapi kurang dapat diandalkan dalam mencegah penyebaran virus.

"Merangsang kekebalan langsung di hidung menurunkan risiko menginfeksi orang lain", kata Mielcarek.

baca juga

"Dari sana [hidung] Anda memiliki lebih sedikit virus yang menginfeksi paru-paru dan lebih sedikit kasus parah karena viral load lebih rendah," tambahnya.

Sebuah artikel yang diterbitkan pada bulan Maret oleh Gavi the Vaccine Alliance mencatat keuntungan lain, termasuk fakta bahwa semprotan tidak memerlukan pendinginan dan tidak perlu dikelola oleh profesional kesehatan.

"Orang-orang akan dapat melakukannya sendiri di rumah, dan cenderung lebih familiar digunakan ketimbang jarum," ujar Mielcarek.

Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Pixabay)
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Pixabay)

Dalam sebuah penelitian di Prancis pada tikus yang dipresentasikan awal September, 100 persen subjek yang divaksinasi dengan semprotan selamat dari infeksi Covid-19 sementara semua tikus yang tidak divaksinasi meninggal.

"Hewan yang divaksinasi menunjukkan tingkat virus yang rendah sehingga mereka tidak menular lagi, itu salah satu keuntungan dari semprotan hidung," ujar Philippe Mauguin, CEO dari institut Prancis,

"Itu bisa memungkinkan kita untuk hidup kembali sebelum pandemi, tanpa jarak sosial, dan tanpa masker," imbuhnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkenal Antivaksin, Pasangan YouTuber Ini Meninggal Karena Covid-19

Terkenal Antivaksin, Pasangan YouTuber Ini Meninggal Karena Covid-19

Health | Sabtu, 18 September 2021 | 06:10 WIB

Tak Selalu Lebih Berbahaya, Ternyata Ini 3 Efek yang Terjadi Jika Virus Corona Bermutasi

Tak Selalu Lebih Berbahaya, Ternyata Ini 3 Efek yang Terjadi Jika Virus Corona Bermutasi

Health | Sabtu, 18 September 2021 | 07:15 WIB

Tolak Vaksin Covid-19, 3.000 Nakes Terancam Tak Terima Gaji

Tolak Vaksin Covid-19, 3.000 Nakes Terancam Tak Terima Gaji

Sumbar | Sabtu, 18 September 2021 | 07:15 WIB

Terkini

Tragedi Rem Blong di Jombang: Truk Seruduk Buruh Pabrik, Dua Nyawa Melayang Seketika

Tragedi Rem Blong di Jombang: Truk Seruduk Buruh Pabrik, Dua Nyawa Melayang Seketika

Jatim | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:39 WIB

Donald Trump Restui Arab Saudi Kembangkan Nuklir

Donald Trump Restui Arab Saudi Kembangkan Nuklir

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:34 WIB

Sinopsis 72 Hours, Film Komedi tentang Pesta Bujangan Berujung Kekacauan

Sinopsis 72 Hours, Film Komedi tentang Pesta Bujangan Berujung Kekacauan

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:30 WIB

Dorong Ekonomi Kerakyatan, Danantara Sambangi Nasabah Binaan PNM di Mojokerto

Dorong Ekonomi Kerakyatan, Danantara Sambangi Nasabah Binaan PNM di Mojokerto

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:29 WIB

Tabel Lengkap Urutan Shio dari Tahun ke Tahun

Tabel Lengkap Urutan Shio dari Tahun ke Tahun

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:28 WIB

DPR soal Rumor Pengganti Nanik S Deyang: Hak Prerogatif Presiden, Asalkan Jangan Memicu Konflik

DPR soal Rumor Pengganti Nanik S Deyang: Hak Prerogatif Presiden, Asalkan Jangan Memicu Konflik

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:26 WIB

Parfum Apa yang Aromanya Maskulin? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dari Brand Lokal

Parfum Apa yang Aromanya Maskulin? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dari Brand Lokal

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:25 WIB

Muara Baru Paling Dalam, Muka Tanah Jakarta Terus Turun 3-4 Sentimeter Per Tahun

Muara Baru Paling Dalam, Muka Tanah Jakarta Terus Turun 3-4 Sentimeter Per Tahun

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:24 WIB

Ambisi Besar Changan Gempur Pasar Otomotif Indonesia Lewat Belasan Model Baru

Ambisi Besar Changan Gempur Pasar Otomotif Indonesia Lewat Belasan Model Baru

Otomotif | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:17 WIB

Detik-detik Ledakan Gas Metana Terowongan Sikkim India, 12 Pekerja Proyek PLTA Tewas

Detik-detik Ledakan Gas Metana Terowongan Sikkim India, 12 Pekerja Proyek PLTA Tewas

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:15 WIB

×