Studi: Perawatan Kanker Pengaruhi Efektivitas Vaksinasi Covid-19

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Minggu, 03 Oktober 2021 | 18:40 WIB
Studi: Perawatan Kanker Pengaruhi Efektivitas Vaksinasi Covid-19
Ilustrasi vaksin COVID-19. (unsplash/@dimitrihou)

Suara.com - Para ahli kesehatan mendorong semua orang untuk melakukan vaksinasi Covid-19, termasuk para pasien kanker. Tetapi sejauh ini, hanya sedikit pengetahuan tentang seberapa baik pasien dapat merespons vaksin.

Berdasarkan sebuah penelitian yang terbit di jurnal JAMA Oncology, tim peneliti interdisipliner dari MedUni Wina dan Rumah Sakit Umum Wina baru bisa menunjukkan jenis pengobatan kanker memengaruhi respons pasien terhadap vaksin virus corona.

Medical Xpress melaporkan peneliti, yang terdiri dari ilmuwan dari departemen kedokteran, mempelajari produksi antibodi setelah vaksinasi Covid-19 pada 600 peserta.

"Pasien dengan kanker jinak dimasukkan, seperti juga pasien kanker darah," kata pemimpin penelitian Matthias Preusser.

Hingga akhirnya mereka menemukan bahwa bentuk pengobatan memengaruhi respon vaksin, terlebih pasien tertentu memiliki tingkat antibodi yang lebih rendah daripada pasien kanker lainnya.

Ilustrasi pengobatan kanker. (Shutterstock)
Ilustrasi pengobatan kanker. (Shutterstock)

"Pasien yang menerima kemoterapi memiliki tingkat antibodi yang lebih rendah daripada pasien yang menerima terapi target," tutur penulis utama studi Maximilian Mair dari Divisi Onkologi.

Selain pasien kanker, peneliti juga memasukkan peserta sehat yang terdiri dari staf rumah sakit sebagai kelompok kontrol.

Peneliti juga menemukan, pada kelompok sehat dan pasien kanker, tingkat antibodi sama-sama menjadi lebih tinggi setelah vaksinasi dosis kedua. Namun, orang yang sehat lebih banyak memiliki antobodi daripada pasien kanker.

"Jadi, data kami menunjukkan bahwa sebagian besar pasien kanker membentuk antibodi terhadap protein lonjakan SARS-CoV-2 setelah vaksinasi, tetapi perlindungannya berkurang akibat perawatan kanker," ujar Preusser.

baca juga

Oleh karenanya, praktik protokol kesehatan tetap penting bagi pasien Covid-19 walau mereka sudah vaksinasi penuh.

"Rencananya studi lebih lanjut akan menjelaskan bagaimana perlindungan vaksin bisa meningkat pada pasien kanker," tandas Preusser.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Ada Larangan Pasien Kanker Menerima Vaksin COVID-19, Ini Penjelasan Dokter

Tak Ada Larangan Pasien Kanker Menerima Vaksin COVID-19, Ini Penjelasan Dokter

Surakarta | Minggu, 03 Oktober 2021 | 08:50 WIB

Bolehkah Pasien Kanker Dapat Vaksin Covid-19? Ini Rekomendasi PAPDI

Bolehkah Pasien Kanker Dapat Vaksin Covid-19? Ini Rekomendasi PAPDI

Health | Sabtu, 02 Oktober 2021 | 14:50 WIB

52 Negara di Afrika Baru Baru Dapat Vaksin Covid-19 Lengkap Sebesar 2 Persen Populasi

52 Negara di Afrika Baru Baru Dapat Vaksin Covid-19 Lengkap Sebesar 2 Persen Populasi

Health | Sabtu, 02 Oktober 2021 | 14:55 WIB

Terkini

Bejad, Oknum Guru Ngaji di Kota Serang Asusila Gadis Berusia 9 Tahun

Bejad, Oknum Guru Ngaji di Kota Serang Asusila Gadis Berusia 9 Tahun

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:14 WIB

Smart Stick Berbasis AI Karya Siswa Indonesia Dilirik Profesor China, Apa Keunggulannya?

Smart Stick Berbasis AI Karya Siswa Indonesia Dilirik Profesor China, Apa Keunggulannya?

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:13 WIB

Gamer Siap-Siap! Nintendo Switch dan Switch 2 Bakal Resmi Masuk Indonesia Desember 2026

Gamer Siap-Siap! Nintendo Switch dan Switch 2 Bakal Resmi Masuk Indonesia Desember 2026

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:59 WIB

Dorong Purnabakti Berwirausaha, BRI Hadirkan Kemudahan Pembiayaan Toko Mandiri Indogrosir

Dorong Purnabakti Berwirausaha, BRI Hadirkan Kemudahan Pembiayaan Toko Mandiri Indogrosir

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:56 WIB

Buka Rekening BRI di Summarecon Bekasi, Nikmati Cashback Spesial BRImo!

Buka Rekening BRI di Summarecon Bekasi, Nikmati Cashback Spesial BRImo!

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:49 WIB

200 Truk Kontainer di Tanjung Priok Diuji Emisi Demi Kejar Udara Bersih Pelabuhan

200 Truk Kontainer di Tanjung Priok Diuji Emisi Demi Kejar Udara Bersih Pelabuhan

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:41 WIB

Andrie Yunus Alami Kecemasan Berat, KontraS Ungkap Kondisi Terkini

Andrie Yunus Alami Kecemasan Berat, KontraS Ungkap Kondisi Terkini

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:35 WIB

3 Juta KK Sudah Masuk Perlinsos Digital, Pemerintah Uji Sistem di 43 Daerah

3 Juta KK Sudah Masuk Perlinsos Digital, Pemerintah Uji Sistem di 43 Daerah

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Jepang-Rusia Memanas! Kunjungan Putin dengan Kapal Perang ke Kuril Bikin Tokyo Murka

Jepang-Rusia Memanas! Kunjungan Putin dengan Kapal Perang ke Kuril Bikin Tokyo Murka

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:31 WIB

Pergi Jauh, Tanah Air Tetap Jadi Rumah: Kisah Diaspora Memaknai Indonesia

Pergi Jauh, Tanah Air Tetap Jadi Rumah: Kisah Diaspora Memaknai Indonesia

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:25 WIB

×