Kepala BKKBN Ungkap Kunci Sukses Mengatasi Stunting di Indonesia

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 06 Oktober 2021 | 12:34 WIB
Kepala BKKBN Ungkap Kunci Sukses Mengatasi Stunting di Indonesia
Stunting hambat tinggi badan anak. (Shutterstock)

Suara.com - Stunting menjadi salah satu masalah kesehatan yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia. Pemerintah juga terus berupaya untuk menurunkan prevalensi stunting di Tanah Air.

Untuk mengatasinya, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo, mengungkapkan bahwa kunci mengatasi masalah stunting (kekerdilan) berasal dari pola asuh yang diberikan oleh keluarga kepada anak.

“Kunci sukses dari penuntasan stunting, penurunan stunting adalah bagaimana keluarga bisa memberikan (pola) asuhan yang optimal kepada anaknya,” kata Hasto saat memberikan kata sambutan dalam webinar “Praktik Baik Upaya Percepatan Penurunan Stunting” yang diikuti di Jakarta, Rabu, seperti dikutip dari ANTARA.

Menurut Hasto, anak tidak bisa memilih ingin lahir jadi stunting atau tidak.Sehingga pihak yang dapat menentukan anak dapat lahir stunting adalah lingkungan anak.

Terutama lingkungan yang paling dekat dengan anak tersebut yakni keluarga.

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo. (Dok. BKKBN)
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo. (Dok. BKKBN)

Menurut Hasto, saat ini tantangan yang sangat penting untuk diperbaiki dan dihadapi adalah merubah persepsi keluarga mengenai pemberian asupan gizi yang optimal pada anak. Karena pengetahuan terkait dengan gizi sebetulnya telah menjadi bagian fungsi keluarga di dalam memberikan perlindungan kepada anak dan keluarga.

Untuk dapat memperbaiki pola pikir keluarga mengenai pemberian asupan gizi itu, dia beranggapan penting untuk keluarga mendapatkan sebuah pengetahuan terkait dengan bagaimana melakukan pengasuhan pada anak yang baik dan benar.

“Tantangan kita sekarang ini adalah bagaimana demand creation masyarakat itu menjadi butuh, menjadi merasa perlu bahwa stunting itu penting dan stunting harus diatasi. Untuk menuju ke sana, memang pendidikan. Pengetahuan terkhusus bagaimana pengetahuan pengasuhan, bagaimana keluarga bisa menjalankan fungsi perlindungan ini menjadi sesuatu yang sangat penting sekali” ujar dia.

Lebih lanjut dia menyoroti fenomena dalam keluarga yang terjadi saat ini, yakni mengeluarkan pembiayaan belanja yang boros dan tidak tepat sasaran dalam pemberian gizi pada anak. Hasto menjelaskan kebanyakan barang yang dikonsumsi sebetulnya tidak mencerminkan makanan yang memiliki gizi seimbang.

Sehingga anak akan terlihat kenyang dan mendapatkan porsi makan yang banyak, namun sel-sel yang berada dalam tubuhnya masih kelaparan dan butuh asupan gizi yang lebih banyak.

Melalui fenomena tersebut, dia menegaskan penting untuk seluruh keluarga mendapatkan pembelajaran dalam menyikapi dan menyiapkan menu makan pada anak dalam kehidupan sehari-hari.

“Mereka konsumsi barang yang sebetulnya tidak mencerminkan gizi seimbang, sehingga tubuh anak kesannya kenyang, anak mendapatkan porsi kesannya banyak, tetapi sel-selnya dia kelaparan. Ini karena mindset kita dalam menyikapi menu sehari-hari juga perlu banyak mendapatkan pembelajaran,” tegas Hasto.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awas, Paparan Rokok saat Hamil Tingkatkan Risiko Stunting pada Anak

Awas, Paparan Rokok saat Hamil Tingkatkan Risiko Stunting pada Anak

Health | Sabtu, 02 Oktober 2021 | 07:30 WIB

Danone Indonesia Hadirkan Bunda Duta Gizi dalam Program RBS

Danone Indonesia Hadirkan Bunda Duta Gizi dalam Program RBS

Bisnis | Kamis, 30 September 2021 | 06:35 WIB

Cegah Kehamilan Tak Diinginkan, BKKBN Tekankan Pentingnya Edukasi Kesehatan Reproduksi

Cegah Kehamilan Tak Diinginkan, BKKBN Tekankan Pentingnya Edukasi Kesehatan Reproduksi

Health | Rabu, 29 September 2021 | 19:44 WIB

Terkini

Momen Prabowo Diberi Tahu Indonesia Juara, Langsung Joget Kepalkan Tinju di SUGBK

Momen Prabowo Diberi Tahu Indonesia Juara, Langsung Joget Kepalkan Tinju di SUGBK

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:21 WIB

Drama Kartu Merah, Emil Audero Bawa Timnas Juara FIFA ASEAN Cup di Momen Krusial

Drama Kartu Merah, Emil Audero Bawa Timnas Juara FIFA ASEAN Cup di Momen Krusial

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:15 WIB

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:09 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:02 WIB

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Jabar | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:42 WIB

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Pasokan Domestik Jadi Prioritas

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Pasokan Domestik Jadi Prioritas

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Meroket 1.004 Persen, Jumlah Rekening Emas BRI di BRImo Tembus 3 Juta

Meroket 1.004 Persen, Jumlah Rekening Emas BRI di BRImo Tembus 3 Juta

Bri | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:28 WIB

16 Perusahaan Diselidiki Karhutla Sumsel, Mengapa Nama Korporasi Belum Dibuka?

16 Perusahaan Diselidiki Karhutla Sumsel, Mengapa Nama Korporasi Belum Dibuka?

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:25 WIB

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Dibawa ke Paripurna, Siap Disahkan Jadi UU

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Dibawa ke Paripurna, Siap Disahkan Jadi UU

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:18 WIB

×