WHO Desak Pembuatan Vaksin untuk Melawan Bakteri Streptococcus pada Ibu Hamil

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Rabu, 03 November 2021 | 16:09 WIB
WHO Desak Pembuatan Vaksin untuk Melawan Bakteri Streptococcus pada Ibu Hamil
Ilustrasi Ibu Hamil. (Pixabay/Cparks)

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendorong para ahli untuk mengembangkan vaksin yang dapat melawan infeksi bakteri Streptococcus Grup B (GBS).

WHO dan London School of Hygiene and Tropical Medicine menemukan bahwa infeksi bakteri GBS berdampak pada kelahiran mati serta kematian bayi hingga 150.000 kasus tiap tahunnya. Tetapi angka kasus sebenarnya diduga lebih tinggi.

Bakteri Streptococcus Grup B merupakan jenis bakteri yang umumnya hidup di usus manusia. Namun, bakteri ini juga bisa berkoloni di vagina dan menular ke bayi ketika persalinan.

GBS dikenal tidak berbahaya pada orang dewasa sehat, tetapi bakteri ini dapat menyebabkan keguguran, lahir janin prematur, hingga infeksi serius pada bayi.

Atas kasus yang ditemukan ini, WHO menyesalkan belum ada kemajuan berarti dalam pengembangan vaksin untuk GBS, lapor Medical Xpress.

Ilustrasi Perut Buncit Ibu Hamil. (Pixabay//Free-Photos)
Ilustrasi  Ibu Hamil. (Pixabay//Free-Photos)

"Laporan baru ini menunjukkan bahwa Streptococcus Group B adalah ancaman utama dan kurang diperhatikan untuk kelangsungan hidup serta kesejahteraan bayi baru lahir, membawa dampak menghancurkan bagi begitu banyak keluarga secara global," jelas Phillipp Lambach dari departemen imunisasi WHO.

WHO bergabung dengan mitra-mitranya untuk menyerukan pentingnya pengembangan vaksin GBS, yang akan diberikan pada ibu hamil.

Kepala pusat kesehatan remaja, reproduksi dan anak-ibu LSHTM, Joy Lawn, setuju dengan gerakan ini.

"Vaksinasi untuk ibu dapat menyelamatkan ratusan nyawa bayi di tahun-tahun mendatang," tutur Lawn.

Rerata, 15% wanita hamil di seluruh dunia, atau hampir 20 juta, memiliki bakteri GBS di vagina mereka tiap tahunnya. Walau sebagian besar tidak menunjukkan gejala, ibu hamil dapat menularkan bakterinya ke janin melalui cairan ketuban, atau selama kelahiran pervaginam.

Bayi dan janin sangat rentan karena sistem kekebalan mereka tidak cukup kuat untuk melawan bakteri yang berkembang biak.

Jika tidak diobati, GBS dapat menyebabkan penyakit mematikan, seperti meningitis dan septikemia. Sementara bayi yang bertahan hidup dapat mengembangkan cerebral palsy, atau masalah penglihatan serta pendengaran permanen.

Menariknya, tingkat tertinggi infeksi GBS ditemukan pada ibu-ibu hamil di Afrika Sub-Sahara, Asia Timur, serta Asia Tenggara.

WHO menyarankan vaksin GBS diberikan kepada ibu hamil selama pemeriksaan kehamilan rutin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jadi Sarang Bakteri, Kapan Spons Cuci Piring Harus Diganti?

Jadi Sarang Bakteri, Kapan Spons Cuci Piring Harus Diganti?

Health | Selasa, 26 Oktober 2021 | 15:30 WIB

Kena Bakteri di Kulit, Kaki Marshel Widianto Membengkak

Kena Bakteri di Kulit, Kaki Marshel Widianto Membengkak

Entertainment | Selasa, 26 Oktober 2021 | 08:22 WIB

Gegara Semprotan Aromaterapi yang Mengandung Bakteri, 4 Orang Terkena Melioidosis

Gegara Semprotan Aromaterapi yang Mengandung Bakteri, 4 Orang Terkena Melioidosis

Health | Minggu, 24 Oktober 2021 | 13:19 WIB

Terkini

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB