Gegara Semprotan Aromaterapi yang Mengandung Bakteri, 4 Orang Terkena Melioidosis

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Minggu, 24 Oktober 2021 | 13:19 WIB
Gegara Semprotan Aromaterapi yang Mengandung Bakteri, 4 Orang Terkena Melioidosis
Ilustrasi aromaterapi semprot (Pixabay/Squirrel_photos)

Suara.com - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Amerika Serikat (CDC) telah menemukan bakteri langka dan terkadang bisa mematikan di dalam produk semprotan aromaterapi. Wabah awal dilaporkan pada Agustus.

Produk ini pun dikaitkan dengan wabah penyakit bakteri melioidosis yang dialami empat orang warga setempat, dan dua orang di antaranya meninggal.

Kasus ini sempat membingungkan peneliti karena bakteri penyebab melioidosis, yakni Burkholderia pseudomallei, tumbuh di iklim tropis dan paling sering terdapat di Asia Tenggara dan Australia bagian utara.

Namun, tidak satupun penderita meliodoiosis telah melakukan perjalanan ke luar negeri.

Petugas pun menggeledah rumah-rumah orang yang terinfeksi, mencari produk impor yang mungkin menjadi sumber infeksi, lapor Live Science.

Berbagai jenis minyak alami yang bermanfaat untuk tubuh. (shutterstock)
Ilustrasi aromaterapi (shutterstock)

Kemudian, mereka menemukan produk semprotan aromaterapi "Better Homes & Gardens Lavender & Chamomile Essential Oil Infused Aromatherapy Room Spray with Gemstones". Setelah diuji, produk ini positif mengandung bakteri B. pseudomallei.

Para pejabat sedang melakukan tes untuk menentukan apakah sidik jari DNA bakteri dalam semprotan aromaterapi sama dengan yang membuat empat orang sakit.

Sehingga mereka secara pasti tahu apakah produk tersebut berkaitan langsung dengan wabah.

Sementara itu, sebanyak 40 ribu produk yang dibuat di India itu telah ditarik dari peredaran. Sementara orang yang sudah membelinya harus mengikuti instruksi CDC tentang cara menangani dan mengembalikannya.

baca juga

Orang-orang juga harus mencuci seprai atau apa saja yang terkena semprotan dengan pembersih disinfektan, dan mengeringkannya dalam pengering panas atau sinar matahari.

Gejala dari melioidosis adalah sesk napas hingga kelemahan. kelelahan, mual, muntah, demam intermiten, dan ruam pada badan, perut dan wajah.

Orang yang telah menggunakan produk dalam 21 hari terakhir dan memiliki gejala melioidosis harus mencari perawatan medis segera.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada Wabah Infeksi Bakteri di Pasar Basah Hong Kong, Masyarakat Ketakutan

Ada Wabah Infeksi Bakteri di Pasar Basah Hong Kong, Masyarakat Ketakutan

Health | Jum'at, 22 Oktober 2021 | 17:09 WIB

Bahaya, Kemudi Mobil Dipenuhi Bakteri Lebih Banyak Dibandingkan Peturasan

Bahaya, Kemudi Mobil Dipenuhi Bakteri Lebih Banyak Dibandingkan Peturasan

Otomotif | Kamis, 14 Oktober 2021 | 15:36 WIB

Petani Padi di Banyuwangi Terancam Gagal Panen Akibat Serangan Bakteri

Petani Padi di Banyuwangi Terancam Gagal Panen Akibat Serangan Bakteri

Malang | Selasa, 05 Oktober 2021 | 22:37 WIB

Terkini

Kasus Suap HGB Summarecon Bogor Naik Penyidikan, Mungkinkah Nusron Wahid Diperiksa KPK?

Kasus Suap HGB Summarecon Bogor Naik Penyidikan, Mungkinkah Nusron Wahid Diperiksa KPK?

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 21:52 WIB

Amnesty Minta Pelaku Pembubaran Ibadah GKPI Tangerang Diproses Hukum

Amnesty Minta Pelaku Pembubaran Ibadah GKPI Tangerang Diproses Hukum

News | Senin, 21 September 2026 | 21:41 WIB

Ahli Soroti Kerugian Negara Rp2 Triliun di Kasus TPL: Harus Diaudit BPK

Ahli Soroti Kerugian Negara Rp2 Triliun di Kasus TPL: Harus Diaudit BPK

News | Senin, 21 September 2026 | 21:36 WIB

Dari Jakarta hingga Sukabumi, Belasan Aset Mewah Ipda Yayat Dibidik KPK

Dari Jakarta hingga Sukabumi, Belasan Aset Mewah Ipda Yayat Dibidik KPK

News | Senin, 21 September 2026 | 21:35 WIB

Dari Garmin Run 2026, Gaya Hidup Aktif Bertemu Solusi Finansial

Dari Garmin Run 2026, Gaya Hidup Aktif Bertemu Solusi Finansial

Sport | Senin, 21 September 2026 | 21:24 WIB

Kondisi Doddy Katamsi Memprihatinkan Akibat Penyakit Jantung, Keluarga Meminta Doa

Kondisi Doddy Katamsi Memprihatinkan Akibat Penyakit Jantung, Keluarga Meminta Doa

Entertainment | Senin, 21 September 2026 | 21:21 WIB

Sebut Pakar Saking Pintarnya Jadi Goblok, KIKA Beri Kritik Pedas ke Prabowo

Sebut Pakar Saking Pintarnya Jadi Goblok, KIKA Beri Kritik Pedas ke Prabowo

News | Senin, 21 September 2026 | 21:13 WIB

Tuntutan 8,5 Tahun Bikin Suasana Sidang Sudewo Memanas, Pendukung Ricuh

Tuntutan 8,5 Tahun Bikin Suasana Sidang Sudewo Memanas, Pendukung Ricuh

Jawa Tengah | Senin, 21 September 2026 | 21:03 WIB

vivo X500 Series Resmi Meluncur, Bawa Kamera 17EV dan Video 4K 240fps

vivo X500 Series Resmi Meluncur, Bawa Kamera 17EV dan Video 4K 240fps

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 21:02 WIB

Target E50 di Depan Mata, Impor Bensin Bakal Dihentikan?

Target E50 di Depan Mata, Impor Bensin Bakal Dihentikan?

Video | Senin, 21 September 2026 | 21:00 WIB

×