Terinfeksi Virus Corona Covid-19, Wanita Ini Alami Efek Samping Tak Biasa!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 04 November 2021 | 16:04 WIB
Terinfeksi Virus Corona Covid-19, Wanita Ini Alami Efek Samping Tak Biasa!
Ilustrasi virus corona covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Suara.com - Seorang dokter menemukan wanita yang mengalami efek sampung aneh setelah terinfeksi virus corona Covid-19. Wanita usia 30 tahun itu pun sempat dibawa ke rumah sakit karena perilakunya yang aneh dalam 4 hari setelah positif virus corona.

Menurut dokter di British Medical Journal Case Reports, wanita itu terlihat sangat gelisah, lebih jarang tidur dan berlebihan dalam berbicara. Wanita itu juga mengalami halusinasi setelah positif virus corona Covid-19.

"Dia terlihat bingung, berbicara sendiri (halusinasi), salah memanggil nama anggota keluarganya dan sering melepaskan pakaian tanpa alasan," kata dokter dikutip dari The Sun.

Wanita itu juga minum 100ml sabun mandi sehingga harus dilarikan ke rumah sakit. Dokter di Doha, Qatar menggambarkan kondisi wanita itu sangat Terlalu aktif, mudah menangis, gelisah dan gembira berlebihan.

Setelah terus berkeliaran di rumah sakit dan meminta untuk pulang, pasien diberi obat penenang dan mendapatkan pertolongan dari psikiater. Psikiater mengonfirmasi bahwa wanita itu merasa bahagia dan mengharapkan perdamaian dunia.

Ilustrasi virus corona Covid-19 (Pixabay/Coyot)
Ilustrasi virus corona Covid-19 (Pixabay/Coyot)

"Meskipun wanita itu kurang tidur selama beberapa hari, dia merasa tidak kelelahan. Dia juga percaya memiliki kekuatan spiritual dari Tuhan yang bisa disalurkan ke orang lain," kata psikiater.

Sedangkan, tingkat wanita itu meminum sabun menandakan bahwa ia sangat menyukai bau dan rasanya. Dia meminum sabun bukan karena ingin melukai dirinya sendiri.

Akhirnya, ia pun mau menjalani rawat inap di rumah sakit setelah dibujuk oleh psikiater dan petugas medis. Tapi, perilakunya justru semakin tidak terduga. Pada satu waktu, ia justru bernyanyi dan menceritakan lelucon kepada staf medis. Setelah itu, ia justru menangis.

Investigasi lebih lanjut mengungkapkan bahwa ia menderita pneumonia yang disebabkan oleh virus corona Covid-19. Ia mengalami gejala berupa batuk ringan serta kehilangan indra penciuman dan rasa.

baca juga

Sedangkan, tes medis lainnya, termasuk pemindaian otak kembali normal. Tapi, tingkat inflamasi mereka semakin tinggi. Di sisi lain, Profesor Peter Haddad, dari Departemen Psikiatri di Hamad Medical Corporation mengatakan bahwa pasien pun mengalami delirium dan mania.

Delirium biasanya disebabkan oleh kebingungan dan kurangnya kesadaran. Sedangkan, mania disebabkan oleh euforia, suasana hati yang intens, hiperaktif, dan delusi.

Para ahli mengatakan bahwa virus corona Covid-19 bisa menyebabkan masalah kesehatan mental wanita. Meskipun seseorang tidak memiliki riwayat penyakit mental, tidak minum alkohol, menggunakan narkoba atau obat-obatan terlarang.

Jadi, masuk akal bila wanita 30 tahun ini mengalami masalah kejiwaan karena peradangan yang disebabkan oleh virus corona Covid-19. Prof Haddad dan tim pun menyatakan bahwa virus corona Covid-19 bisa menyebabkan delirium dan mania.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CDC Izinkan Pemberian Vaksin Pfizer Dosis Rendah untuk Anak Usia 5-11 Tahun

CDC Izinkan Pemberian Vaksin Pfizer Dosis Rendah untuk Anak Usia 5-11 Tahun

Health | Rabu, 03 November 2021 | 15:59 WIB

CDC: Antibodi Alami Virus Corona Covid-19 Lebih Lemah dari Vaksinasi

CDC: Antibodi Alami Virus Corona Covid-19 Lebih Lemah dari Vaksinasi

Health | Rabu, 03 November 2021 | 15:42 WIB

Studi: Antibodi Alami dari Infeksi Virus Corona Covid-19 Bisa Bertahan 10 Bulan

Studi: Antibodi Alami dari Infeksi Virus Corona Covid-19 Bisa Bertahan 10 Bulan

Health | Rabu, 03 November 2021 | 07:35 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB