Suara.com - Menghadapi seorang yang memiliki pikiran untuk bunuh diri tidaklah mudah. Terlebih jika orang tersebut merupakan teman tersendiri.
Memang tidak semua orang yang memiliki pikiran untuk bunuh diri akan mencoba melakukannya. Tetapi, data menunjukkan bahwa sebagian dari mereka yang memiliki pemikiran bunuh diri benar-benar melakukannya.
Untuk itu, penting bagi orang terdekat tahu bagaimana cara menangani dan menghadapi orang yang memiliki pikiran bunuh diri.
Melansir dari healthline.com, dapat kamu lakukan untuk menolong temanmu yang putus asa.
1. Sadarkan tentang kata – kata mereka

Beberapa mitos mengatakan bahwa orang – orang yang mengatakan mereka ingin bunuh diri hanya membutuhkan perhatian. Mungkin hal tersebut tidak terjadi pada seluruh orang, akan lebih baik untuk memahami dengan baik terhadap apa yang mereka katakan. Terlepas dari keinginan mereka untuk bunuh diri, mereka mungkin merasa tidak nyaman untuk berbagi pemikirannya kepada orang lain atau profesional kemudian mereka akan tetap menahan penderitaan mereka dalam diam dan percaya bahwa tidak akan ada peningkatan.
2. Perhatikan bahasa dan perilaku mereka
Orang – orang sering mengatakan tentang bunuh diri baik secara langsung maupun tidak, temanmu akan mengatakan hal tersebut biasanya pada saat mereka merasa malu, putus asa, atau gagal.
Mungkin mereka tidak mengatakan “aku ingin mati” atau “aku ingin bunuh diriku sendiri” mungkin mereka akan mengatakan “aku ingin rasa sakit ini berhenti” “aku ga tau apakah aku bisa melanjutkannya” “aku ini penderitaan untuk semua orang” “aku ga pernah merasa lebih baik” mood dan perlakuan mereka pun dapat menampilkan beberapa tanda seperti menghindari untuk bertemu orang – orang, memiliki perubahan mood yang cepat, lebih banyak tidur atau kurang tidur dari biasanya, menggunakan narkoba, berani mengambil resiko atau berperilaku impulsif dari biasanya, memberikan barang berharga dan pentingnya.
3. Tanyakan kepada mereka secara langsung
- Kamu bisa mendapatkan beberapa ide yang lebih baik dengan bertanya pertanyaan penting yang beresiko seperti
- Tanyakan kepada temanmu “apakah kamu berfikir untuk mengakhiri hidupmu?”
- Jika mereka mengatakan iya, tanyakan “apakah kamu memiliki rencana untuk bagaimana melakukannya?”
- Jika mereka mengatakan iya juga, tanyakan “apakah kamu sudah memiliki benda atau hal lain yang ingin kamu gunakan?” jika iya tanyakan apa dan dimana ?
- Kemudian, periksalah apakah ia memikirkan waktu yang tepat untuk melakukannya “apakah kamu ada kepikiran untuk kapan mengakhiri hidupmu?”
Tidak semua orang yang memiliki pemikiran untuk bunuh diri memiliki rencana atau mereka memiliki niat untuk melaksanakan rencana mereka. jika semua pertanyaan tersebut dijawab iya dan memiliki rencana untuk bunuh diri, sebaiknya membutuhkan seseorang yang profesional.
4. Ajak mereka untuk membicara hal tersebut
Jika seseorang yang kamu sayangi membicarakan tentang bunuh diri, kamu mungkin akan lebih memilih untuk menghindari pembicaraannya dan meminta mereka untuk memikirkan tentang segala hal yang baik yang akan membantu mereka merasa lebih baik.
Sangat wajar untuk merasa takut dan tidak yakin terhadap respon seseorang tetap menghindari pembicaraan tidak akan membantu apapun. Temanmu mungkin akan menganggap bahwa kamu menghindar adalah sebagai salah satu ketidaknyamananmu membicarakan bunuh diri. Mereka pun akan menganggap bahwa kamu tidak menghargai penderitaannya sehingga mereka berhenti untuk percaya kepadamu
5. Tawarkan perhatian
Kamu perlu memperhatikan apa yang kamu katakan kepada seseorang yang memiliki pemikiran bunuh diri. Kamu tidak mau menyangkal kesulitan atau bertanya seperti “ bagaimana mungkin kamu bisa merasakan hal tersebut?” atau “ kenapa kamu mau mati? Kamu memiliki banyak hal di dunia ini” mencoba untuk menyelesaikan masalah kepada mereka tidak akan membantu, mungkin sesuatu hal yang terlihat sangat kecil untuk kamu selesaikan, dapat menjadi sulit untuk orang selesaikan. Untuk dapat memahami perasaan mereka dan menawarkan harapan terhadap mereka pada waktu yang sama, kamu dapat melakukan hal ini,
- “Hal tersebut sangatlah sakit, aku berterima kasih kalau kamu mau bercerita denganku, apa yang bisa aku bantu?”
- “Aku mengerti, mungkin segala hal terasa sangat sulit sekarang. Tapi mungkin akan sulit untuk melihat solusi disaat keadaan sedang tidak baik – baik saja”
- “Aku khawatir sama kamu karna aku peduli kepadamu, aku ingin menawarkan dukungan yang aku bisa, kamu boleh cerita denganku”
6. Tawarkan dukungan
Jika temanmu memiliki pemikiran tentang bunuh diri namun tidak memiliki rencana dan resiko tinggi, mereka mungkin akan merasa lebih baik setelah bercerita tentang kesulitan mereka. namun hal tersebut tidak dapat dikatakan telah baik – baik saja.
Mereka mungkin akan melanjutkan untuk berdamai dengan pemikiran bunuh diri sampai pada mereka menemukan pertolongan tentang apa yang menjadi permasalahan mendasar mereka. tetaplah perhatian kepada temanmu untuk mengingatkan mereka bahwa kamu masih peduli meskipun setelah masalah telah selesai. Periksalah perasaan mereka dengan mengatakan seperti “hai, aku masih memikirkan tentangmu. Apa yang sedang kamu lakukan?” atau “ingat ya, bahwa aku selalu disini jika kamu ingin bercerita”
7. Sarankan ke psikolog atau psikiater
Kamu bisa membantu mereka dengan menyarankan bantuan profesional untuk melakukan terapi tentang pemikiran bunuh diri yang terus berulang – ulang. Ingatlah meskipun kamu yakin hal tersebut dapat membantu, kamu tidak bisa membantu mereka untuk pergi menjalani terapi.
Kamu akan merasa sedih untuk melihat dia berjuang sendiri, tapi katakanlah pada mereka bahwa apa yang kamu lakukan mungkin tidak berguna, dengan begitu mereka akan menyadari untuk peduli terhadap batasan yang mereka miliki. Kamu mungkin tidak bisa menawarkan solusi lain kepada kesulitan mereka tapi terapi dapat membantu mereka yang memiliki pemikiran bunuh diri. Jika mereka menolak, kamu dapat menemani mereka untuk menjalani terapi atau bawa dia ke tempat pertemuan pertama.
Catatan Redaksi: Hidup seringkali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecederungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah sakit terdekat.
Anda juga bisa menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri melalui email [email protected] dan telepon di 021 9696 9293. Ada pula nomor hotline Halo Kemkes di 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan 24 jam.
Penulis: Maria Mery Cristin Nainggolan