Bukan Hanya Koin, Benda-Benda Ini Bisa Jadi Alat Kerokan Paling Ampuh

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah | Suara.com

Jum'at, 12 November 2021 | 08:00 WIB
Bukan Hanya Koin, Benda-Benda Ini Bisa Jadi Alat Kerokan Paling Ampuh
Alat kerokan dari bahan alami. (Dok: Qerik)

Suara.com - Istilah kerokan sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Kerokan diyakini sebagai cara pengobatan paling ampuh untuk mengobati penyakit, khsususnya masuk angin.

Masuk angin merupakan kondisi ketika tubuh sedang tidak fit yang ditandai dengan pegal-pegal, perut kembung dan mual. Sebagian besar masyarakat Indonesia percaya badan mereka akan menjadi segar setelah dikerok.

Biasanya uang logam menjadi benda yang sering digunakan untuk kerokan. Namun, tahukan Anda ternyata ada beberapa benda lain yang bisa digunakan untuk kerokan. Berikut benda dari alam yang bisa digunakan untuk kerokan:

Tanduk Kerbau

Alat kerokan dari bahan alami. (Dok: Qerik)
Alat kerokan dari bahan alami. (Dok: Qerik)

Tanduk kerbau memang dikenal sangat kuat dan juga bisa dikreasikan menjadi apa saja, salah satunya menjadi alat kerokan. Namun, untuk menghasilkan alat yang demikian halus ketika bergesekan dengan kulit pada saat dipakai untuk kerokan, tentu saja tanduk kerbau ini melewati banyak proses, seperti penentuan bentuk sampai proses penghalusan. Sehingga tampilan alat ini terlihat sangat mengkilap dan rapi.

Bebatuan Alam

Alat kerokan dari bahan alami. (Dok: Qerik)
Alat kerokan dari bahan alami. (Dok: Qerik)

Seperti yang kita tahu, tanah Indonesia menyimpan beragam jenis batu-batuan alam yang indah. Tak hanya dipakai sebagai asesoris berupa cincin batu akik, liontin, hingga anting-anting. Ternyata batu-batuan alam ini juga dapat dimanfaatkan oleh para pengrajin untuk membuat alat sebagai pengganti koin untuk kerokan. Seperti halnya dengan tanduk kerbau. Batuan alam ini juga harus melewati proses yang panjang terlebih dahulu untuk mendapatkan bentuk yang tak hanya nyaman digenggam, tapi juga tekstur yang halus, licin sehingga nyaman dan dipastikan tidak menggores kulit pada saat dipakai untuk kerokan.

Batok Kelapa

Alat kerokan dari bahan alami. (Dok: Qerik)
Alat kerokan dari bahan alami. (Dok: Qerik)

Kita tahu jika negri kita ini kaya dengan pohon kelapa tumbuh dengan subur di tepian pantai. Tanaman yang kaya akan manfaat ini seringkali mendatangkan banyak rezeki bagi mereka yang suka mengasah kreativitas untuk mengolahnya. Dari akar pohon hingga bagian batok kelapanya semua bisa dikreasikan menjadi benda-benda menarik bernilai ekonomi dan seni yang tinggi. Bicara soal kerajinan dari kelapa, bagian yang paling sering dipakai adalah batok kelapanya. Tempurung kelapa ini bisa dijadikan banyak benda serbaguna. Mulai dari centong nasi, lampu hias hingga alat untuk kerokan. Tinggal asah kreativitas kita untuk menghasilkan benda yang tak hanya unik tapi juga berdaya guna tinggi.

Sendok Bebek Oriental

Alat kerokan dari bahan alami. (Dok: Qerik)
Alat kerokan dari bahan alami. (Dok: Qerik)

Kalo benda yang satu ini pasti mudah kita temukan di rumah, selain biasa dipakai sebagai alat makan, sendok bebek oriental yang terbuat dari bahan keramik ini ternyata juga seringkali dipakai untuk alat kerokan. Karena dengan bentuk dan materialnya yang halus serta nyaman digenggam membuat mereka yang suka kerokan seringkali memilih sendok bebek oriental ini sebagai pengganti koin untuk kerokan.

Inovasi Pertama Kerokan Higienis Dan Aman

Alat kerokan dari bahan tradisional. (Dok: Qerik)
Alat kerokan dari bahan tradisional. (Dok: Qerik)

Kalo semua benda-benda tadi tentu saja belum memiliki balsem untuk kerokan, nah kini hadir sebuah inovasi pertama di Indonesia yaitu Qerik! Qerik dirancang untuk tetap melestarikan budaya kerokan agar tetap higienis dan aman karena personal.

Qerik hadir dengan desain tutup menyerupai cula badak yang aman dan nyaman ketika Anda melakukan proses kerokan. Dengan tube yang mudah digenggam karena disesuaikan dengan ukuran jari-jemari Anda, serta isi balsem yang mudah dikeluarkan dari tube pada saat proses kerikan. Sehingga kerikan lebih menyenangkan dan tak ribet.

Qerik original hadir dalam tube warna oranye dengan sensasi hangat yang tahan lama. Dengan hadirnya produk inovatif ini diharapkan masyarakat dapat tetap menikmati terapi kerokan tanpa was-was dan higienis. Saat ini Qerik sudah bisa Anda dapatkan di marketplace seperti Shopee dan Tokopedia serta juga toko-toko di dekat Anda. Untuk info lebih lanjut, silahkan cek Instagram @Qerik.id dan Facebook Qerik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awalnya Masuk Angin, Pengakuan Ahmad Dhani Pernah Terpapar Covid-19

Awalnya Masuk Angin, Pengakuan Ahmad Dhani Pernah Terpapar Covid-19

Video | Senin, 25 Januari 2021 | 19:30 WIB

Sempat Positif Covid-19, Ahmad Dhani Sembuh usai Rutin Konsumsi Ini

Sempat Positif Covid-19, Ahmad Dhani Sembuh usai Rutin Konsumsi Ini

Kalbar | Senin, 25 Januari 2021 | 11:35 WIB

Blak-blakan! Cerita Ahmad Dhani Terpapar Corona, Gejalanya Seperti Ini

Blak-blakan! Cerita Ahmad Dhani Terpapar Corona, Gejalanya Seperti Ini

Jabar | Senin, 25 Januari 2021 | 11:22 WIB

Pernah Positif Covid-19, Ahmad Dhani: Saya Masuk Angin

Pernah Positif Covid-19, Ahmad Dhani: Saya Masuk Angin

Sumbar | Senin, 25 Januari 2021 | 14:15 WIB

Kronologis Ahmad Dhani Positif COVID-19

Kronologis Ahmad Dhani Positif COVID-19

Jakarta | Senin, 25 Januari 2021 | 11:02 WIB

Kerokan Pertama Seumur Hidup Pakai Koin, Begini Reaksi Nagita Slavina

Kerokan Pertama Seumur Hidup Pakai Koin, Begini Reaksi Nagita Slavina

Jogja | Selasa, 08 Desember 2020 | 07:51 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB