Pria Ini Menderita Migrain selama 12 Tahun, Pulih setelah Menjalani Diet Nabati

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Selasa, 30 November 2021 | 09:46 WIB
Pria Ini Menderita Migrain selama 12 Tahun, Pulih setelah Menjalani Diet Nabati
Ilustrasi migrain (Shutterstock)

Suara.com - Seorang dokter menemukan salah satu pasiennya sembuh dari migrain, sakit kepala parah dan melemahkan, yang dideritanya lebih dari puluhan tahun setelah mempraktikkan pola makan berbasis nabati.

Pasien tersebut sudah mencoba melakukan berbagai pengobatan yang disarankan, mulai dari yoga, meditasi, hingga membatasi pemicu potensial yang dapat mengurangi keparahan dan frekuensi sakit kepalanya. Tapi tidak ada yang berhasil hingga ia hampir putus asa.

"Sebelum aku mengubah pola makanku, aku menderita enam hingga 8 kali migrain yang melemahkan dalam sebulan. Masing-masing berlangsung hingga 72 jam. Hampir setiap hari, aku mengalami migrain atau pulih dari migrain," kata pria berusia 60 tahun itu, dilansir The Guardian.

Migrain yang diderita pria itu ternyata memengaruhi kehidupannya. Bahkan, hampir tidak mungkin untuk membuatnya bekerja.

Namun, migrainnya hilang setelah memulai pola makan nabati yang mencakup banyak sayuran berdaun hijau tua dalam waktu satu bulan.

Ilustrasi sakit kepala atau pusing. (Shutterstock)
Ilustrasi sakit kepala atau migrain (Shutterstock)

"Setelah memulai diet nabati padat nutrisi yang mencakup banyak sayuran berdaun hijau tua, buah-buahan, kacang-kacangan, oatmeal, dan smoothie hijau setiap hari, aku bisa melepaskan obat migrain," sambungnya.

Lalu, pria tersebut tidak lagi menderita migrain selama lebih dari tujuh tahun, dan tidak dapat mengingat kapan terakhir kali dia sakit kepala.

Kasus ini dilaporkan dalam jurnal BMJ Case Report. Penulis laporan tersebut menyarankan sang pria menjalankan diet Low Inflammatory Foods Everyday (Life), pola makan padat nutrisi dan pola makan berbasis nabati.

Pola makan mencakup makan minimal 142 gram sayuran berdaun hijau mentah atau dimasak setiap hari, minum 946 militer smoothie hijau setiap hari, dan membatasi asupan biji-bijian, sayuran bertepung, minyak, dan protein hewani, terutama susu dan daging merah.

baca juga

Dalam dua bulan, frekuensi serangan migrainnya turun menjadi hanya satu hari dalam sebulan. Durasi dan keparahan serangan juga berkurang. Setelah tiga bulan, migrainnya berhenti total.

Profesor nutrisi dan ilmu makanan di University of Reading, Gunter Kuhnle, mengatakan kemungkinan senyawa bioaktif dalam sayuran hijau tua dan makanan lain memiliki peran penting dalam pengelolaan penyakit ini.

Namun, menurut Kuhnle, untuk membuat pernyataan dan rekomendasi yang pasti tentang pola makan ini sebagai pengobatan migrain masih diperlukan banyak penelitian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Benarkah Tekanan Darah Tinggi Terkait dengan Sakit Kepala atau Migrain? Ini Jawabannya

Benarkah Tekanan Darah Tinggi Terkait dengan Sakit Kepala atau Migrain? Ini Jawabannya

Health | Senin, 25 Oktober 2021 | 16:00 WIB

Studi: Migrain Dapat Menurunkan Kualitas Tidur pada Orang Dewasa dan Anak-Anak

Studi: Migrain Dapat Menurunkan Kualitas Tidur pada Orang Dewasa dan Anak-Anak

Health | Kamis, 23 September 2021 | 12:49 WIB

Ini Bahaya Membiarkan Sakit Migrain atau Sakit Kepala Sebelah

Ini Bahaya Membiarkan Sakit Migrain atau Sakit Kepala Sebelah

Health | Senin, 20 September 2021 | 13:24 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×