alexametrics

Penanggulangan Wasting Terhambat Pandemi, Ini Dampaknya Bagi Tumbuh Kembang Anak Indonesia

M. Reza Sulaiman
Penanggulangan Wasting Terhambat Pandemi, Ini Dampaknya Bagi Tumbuh Kembang Anak Indonesia
Anak kurus kurang gizi. (shutterstock)

Wasting alias berat badan anak sangat rendah bisa mengancam masa depan anak. Sayangnya, pandemi Covid-19 yang terjadi menghambat penanganan wasting di Indonesia.

Suara.com - Wasting alias berat badan anak sangat rendah bisa mengancam masa depan anak. Sayangnya, pandemi Covid-19 yang terjadi menghambat penanganan wasting di Indonesia.

Hal ini diungkapkan oleh Plt Dirjen Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan Kartini Rustandi. Ia menyampaikan, kecukupan asupan gizi sangat dipengaruhi oleh ketersediaan dan akses serta pemanfaatan pangan, dimulai di masyarakat hingga level keluarga bahkan individu.

Ia menambahkan, intervensi gizi spesifik dalam kegiatan percepatan penurunan stunting perlu dilakukan secara komprehensif termasuk di dalamnya upaya penurunan wasting.

"Beberapa kegiatan antara lain penguatan, pemantauan tumbuh dan kembang balita, promosi, dan konseling serta pemberian makanan bayi dan anak, suplementasi zat gizi mikro, pemberian makanan tambahan bagi balita gizi kurang, serta bagaimana perbaikan tatalaksana gizi buruk pada balita yang menjadi bagian dari transformasi kesehatan," tuturnya.

Baca Juga: Kemenkes: Stunting Bukan Hanya Masalah Kurang Gizi

Ilustrasi anak kurus. (Shutterstock)
Ilustrasi anak kurus. (Shutterstock)

Menurutnya, perlu optimalisasi seluruh kegiatan gizi spesifik yang didukung oleh gizi sensitif oleh seluruh sektor yang terkait dalam penurunan wasting.

Kartini mengemukakan, berdasarkan data survei status gizi balita di Indonesia pada tahun 2019, jumlah wasting tercatat sebesar 7,4 persen dan 1,7 persen di antaranya adalah gizi buruk.

"Jika dibandingkan tahun 2013, prevalensi wasting mengalami penurunan 10,2 persen," paparnya.

Dalam kesempatan itu, Kartini juga menyampaikan, Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kemenkes memberikan apresiasi atas tersusunnya peta jalan operasional Global Action Plan (GAP) Wasting di Indonesia.

Peta jalan itu, lanjut dia, akan menjadi acuan kebijakan dalam pelaksanaan kegiatan yang terintegrasi antara pemerintah, pihak swasta, akademisi, organisasi profesi, mitra pembangunan, dan seluruh pemangku kepentingan, baik di pusat maupun daerah.

Baca Juga: Anak Kurus Juga Bisa Kena Diabetes, Kenali Cirinya!

"Kami mengucapkan terima kasih juga kepada lima badan PBB yaitu FAO, WFP, WHO, UNHCR, dan UNICEF yang telah memberikan masukan dan dukungan terhadap pemerintah Indonesia, khususnya di bidang kesehatan untuk perbaikan gizi masyarakat dalam upaya penurunan wasting sehingga dapat dilakukan secara cepat tepat dan terintegrasi," tuturnya.

Komentar