Potensi Picu Kematian, Antivirus Remdesivir Ditarik karena Mengandung Serpihan Kaca

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 07 Desember 2021 | 10:05 WIB
Potensi Picu Kematian, Antivirus Remdesivir Ditarik karena Mengandung Serpihan Kaca
Remdesivir disebut obat virus Corona Covid-19 paling ampuh saat ini. (Photo by Dimitri Karastelev on Unsplash)

Suara.com - Kabar tidak mengenakan datang dari produsen obat antivirus Covid-19, Gilead Sciences yang menarik kembali karena Remdesivir mengandung serpihan kaca.

Gilead Sciences menarik dua batch obat antivirus Remdesivir, yang diduga terkait dengan penemuan partikel kaca di beberapa botol antivirus tersebut.

"Gilead Sciences Inc. menerima keluhan pelanggan, dikonfirmasi oleh penyelidikan perusahaan, tentang keberadaan partikel kaca," kata Gilead melalui pernyataanya, mengutip Insider, Selasa (12/7/2021).

Adapun obat antivirus sebagai terapi pasien Covid-19 ini diberikan dengan mekanisme suntik, dan partikel kaca bisa menyebabkan iritasi lokal atau bahkan pembengkakan sebagai respon tubuh terhadap masuknya benda asing.

Ilustrasi Obat. (istockphoto.com)
Ilustrasi Obat. (istockphoto.com)

"Jika partikel kaca mencapai pembuluh darah, ia dapat melakukan perjalanan ke berbagai organ dan menyumbat pembuluh darah di jantung, paru-paru atau otak yang dapat menyebabkan stroke dan bahkan menyebabkan kematian," jelas pihak perusahaan.

Tidak semua obat Remdesivir ditarik dari peredaran, tapi hanya 2 batch tertentu, yaitu 2141001-1A dan 2141002-1A.

Adapun kedua batch ini didistribusikan ke pedagang grosir antara 25 Oktober hingga 2 November.

Menurut Chris Redley, Juru Bicara Gilead, setidaknya 55.000 botol obat Remdesivir yang termasuk dalam dua batch tersebut, setara dengan dosis yang diberikan untuk 11.000 pasien Covid-19.

Meski begitu Gilead mengklaim dan mencatat tidak ada reaksi merugikan yang ditemukan, sehubung penarikan antivirus tersebut.

baca juga

Remdesivir sendiri juga dikenal sebagai Veklury, yaitu salah satu terapi resmi FDA untuk pasien Covid-19. Obat ini diberikan secara intravena selama sepuluh hari saat dirawat di rumah sakit.

Obat tersebut telah digunakan di AS sejak Mei 2020, saat FDA resmi mengizinkannya untuk penggunaan darurat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tren Penelusuran di Google Versi Orang Indonesia Selama Pandemi Covid-19

Tren Penelusuran di Google Versi Orang Indonesia Selama Pandemi Covid-19

Your Say | Selasa, 07 Desember 2021 | 09:39 WIB

Muncul Kasus Covid-19 di Kos-kosan, Tercatat Ada 18 Kasus Baru

Muncul Kasus Covid-19 di Kos-kosan, Tercatat Ada 18 Kasus Baru

Jogja | Selasa, 07 Desember 2021 | 08:53 WIB

Update Covid-19 Global: Kasus Varian Omicron di India Melonjak

Update Covid-19 Global: Kasus Varian Omicron di India Melonjak

Health | Selasa, 07 Desember 2021 | 08:46 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×