Beda dengan Varian Pendahulu, Jangan Abaikan 5 Gejala Varian Omicron Ini!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Sabtu, 11 Desember 2021 | 14:18 WIB
Beda dengan Varian Pendahulu, Jangan Abaikan 5 Gejala Varian Omicron Ini!
Ilustrasi virus corona Covid-19, varian Omicron (Pixabay/mohamed_hassan)

Suara.com - Aspek paling berbahaya dari virus corona Covid-19 adalah tingkat keparahan infeksinya. Virus memang diketahui sangat menular, tapi tingkat keparahan dari infeksinya menentukan tingkat kematian.

Seperti varian Delta, salah satu jenis virus corona Covid-19 yang mendatangkan malapetakan di seluruh dunia. Varian virus corona ini tidak hanya sangat menular, tetapi juga bisa memicu gejala ringan, sedang hingga berat.

Kini, munculnya varian Omicron pun membuat para ahli khawatir, terutama perihal tingkat penularan, gejala dan keparahan infeksi varian virus corona Covid-19 tersebut.

Karena varian virus corona ini memiliki lebih dari 30 mutasi pada protein lonjakan, tidak seperti varian lainnya. Para ahli percaya varian Omicron ini bisa menghindari antibodi yang diinduksi oleh vaksin Covid-19.

Namun, semua kasus varian Omicron yang sekarang ini terdeteksi masih tergolong ringan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan bahwa varian baru virus corona itu bisa menginfeksi mereka yang pernah terinfeksi virus corona sebelumnya dan sudah vaksinasi.

Ilustrasi Virus Corona Covid-19, varian Omicron. (Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona Covid-19, varian Omicron. (Pixabay)

Tapi dilansir dari Times of India, WHO juga menyatakan bahwa gejala varian Omicron pun tergolong ringan dibandingkan varian Delta.

Dr Angelique Coetzee, Ketua Asosiasi Medis Afrika Selatan sekaligus orang pertama yang menemukan varian Omicron, mengatakan bahwa varian ini hanya memicu infeksi ringan dan orang yang telah terinfeksi pun hanya melaporkan gejala ringan, tidak ada kasus rawat inap atau kadar oksigen rendah.

Sejak itu, dokter dan ilmuwan telah membuat daftar gejala dan tanda tertentu yang terkait dengan varian Omicron yang tidak boleh diabaikan.

1. Kelelahan

Varian Omicron bisa menyebabkan kelelahan atau kelelahan ekstrem. Seseorang mungkin merasa lelah, mengalami energi yang rendah dan mungkin lebih sering istirahat.

Tapi, kelelahan juga bisa disebabkan oleh masalah kesehatan lainnya, sehingga membutuhkan tes kesehatan untuk memastikannya.

2. Tenggorokan kering

Menurut dokter Afrika Selatan, Angelique Coetzee, individu yang terinfeksi varian Omicron mengeluhkan tenggorokan gatal daripada sakit tenggorokan yang tidak biasa.

Tapi, gejala itu mirip dengan masalah kesehatan lainnya. Tenggorokan gatal bisa disebabkan oleh iritasi tenggorokan.

3. Demam ringan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ahli: Suntikan Booster Vaksin Covid-19 Tetap Efektif Lawan Varian Omicron

Ahli: Suntikan Booster Vaksin Covid-19 Tetap Efektif Lawan Varian Omicron

Health | Sabtu, 11 Desember 2021 | 12:11 WIB

Gejala Varian Omicron yang Mirip Flu dan 4 Berita Kesehatan Menarik Lainnya

Gejala Varian Omicron yang Mirip Flu dan 4 Berita Kesehatan Menarik Lainnya

Health | Jum'at, 10 Desember 2021 | 20:09 WIB

Antibodi Llama Bisa Melawan Virus Corona Covid-19 dan Variannya

Antibodi Llama Bisa Melawan Virus Corona Covid-19 dan Variannya

Health | Jum'at, 10 Desember 2021 | 16:03 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB