FDA Setujui Penggunaan Obat HIV Suntik, Jadi Alternatif Pil Harian

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 22 Desember 2021 | 12:43 WIB
FDA Setujui Penggunaan Obat HIV Suntik, Jadi Alternatif Pil Harian
Ilustrasi HIV/AIDS (shutterstock)

Suara.com - Obat suntik pencegah HIV pertama akhirnya disetujui BPOM Amerika Serikat, Food and Drug Administration (FDA) pada Senin, 20 Desember 2021.

Obat suntik HIV ini memiliki nama generik Apretude atau cabotegravir extended-release injectable suspension. FDA mengatakan obat suntik HIV ini bisa dijadikan alternatif pil harian pencegah HIV, serupa seperti Truvada dan Descovy.

Pil-pil ini 99 persen efektif mencegah penularan HIV secara seksual, tetapi harus diminum setiap hari agar obat efektif, sebagaimana dijelaskan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, CDC, mengutip Live Science, Rabu (22/12/2021).

Adapun aturan pemakaian Apretude, dimulai dengan dua dosis suntikan, dengan masing-masing dosis diberikan jarak minimal satu bulan. Selanjutnya suntikan diberi satu dosis setiap dua bulan sekali.

"Suntikan ini diberikan setiap dua bulan, dan dakan sangat penting untuk mengatasai epidemi HIV di AS, termasuk membantu orang dan kelompok yang berisiko tinggi," ujar Dr. Debra Birnkrant, Direktur Divisi Antivirus di Pusat Evaluasi dan Penelitian Obat FDA.

Birnkrant menulai obat suntik HIV ini dinilai akan sangat membantu meningkatkan kepatuhan mengonsumsi obat.

Apalagi kebanyakan ODHA, yakni orang dengan HIV mengaku sulit mengonsumsi obat secara teratur setiap hari untuk menekan perkembangbiakan virus HIV di tubuh.

Seperti diketahui sebanyak 1,2 juta orang AS direkomendasikan mengonsumi obat mencegah penularan HIV. Mirisnya di 2020 hanya 25 persen dari orang tersebut yang patuh mengonsumsi obat tersebut secara rutin.

Angka ini hanya naik 3 persen dari capaian konsumsi obat HIV yang dikonsumsi rutin pada 2015.

baca juga

Sementara itu, berdasarkan dua uji klinis Apretude, menunjukan obat suntik HIV itu bekerja lebih efektif dibandingkan obat pil harian Truvada,

Apalagi uji coba ini dilakukan secara ketat dengan gold standard, karena dilakukan secara acak dan double blind.

Ini artinya peserta yang menerima obat dipilih secara acak, sehingga baik dokter maupun pasien tidak tahu siapa saja yang sebenarnya menerima plasebo atau obat suntik HIV.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Banyak yang Tahu, Ini Kelebihan Pemberian Vitamin Lewat Suntik

Tak Banyak yang Tahu, Ini Kelebihan Pemberian Vitamin Lewat Suntik

Health | Selasa, 21 Desember 2021 | 14:57 WIB

Sebelum Pelabelan Galon Air, Kemenkop UKM Minta BPOM Dengarkan Masukan Asosiasi Terkait

Sebelum Pelabelan Galon Air, Kemenkop UKM Minta BPOM Dengarkan Masukan Asosiasi Terkait

Bisnis | Senin, 20 Desember 2021 | 14:30 WIB

Ilmuwan Mengembangkan Vaksin HIV Berbasis mRNA, Terbukti Efektif!

Ilmuwan Mengembangkan Vaksin HIV Berbasis mRNA, Terbukti Efektif!

Health | Minggu, 19 Desember 2021 | 15:30 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×