Ilmuwan Mengembangkan Vaksin HIV Berbasis mRNA, Terbukti Efektif!

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Minggu, 19 Desember 2021 | 15:30 WIB
Ilmuwan Mengembangkan Vaksin HIV Berbasis mRNA, Terbukti Efektif!
Ilustrasi HIV AIDS. [Envato Elements]

Suara.com - Dalam sebuah riset baru terhadap hewan, vaksin HIV berbasis messenger RNA, atau mRNA, menunjukan harapan. Riset ini diakukan oleh ilmuwan dari National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID) Amerika Serikat.

Menurut peneliti, vaksin aman digunakan dan dapat mendorong pembentukan antibodi yang diinginkan serta respons kekebalan terhadap virus mirip HIV.

Hasil yang terlihat pada kera rhesus yang menerima vaksin diikuti inokulasi booster menunjukkan bahwa hewan 79% lebih rendah terinfeksi virus simian-human immunodeficiency (SHIV) dibandingkan dengan hewan yang tidak divaksinasi.

"Vaksin mRNA eksperimental ini menggabungkan beberapa fitur yang dapat mengatasi kekurangan vaksin HIV eksperimental lainnya dan dengan demikian mewakili pendekatan yang menjanjikan," kata Direktur NIAID Anthony S. Fauci, dilansir Science Daily.

Vaksin eksperimental ini bekerja seperti vaksin mRNA Covid-19. Perbedaannya, vaksin ini memberikan instruksi berkode untuk memproduksi dua protein utama HIV, yakni Env dan Gag.

Sel otot hewan yang divaksinasi akan merancang kedua protein tersebut untuk menghasilkan partikel mirip virus (virus-like particle atau VLP) yang dipenuhi dengan banyak salinan Env di permukaannya.

Meski protein ini tidak dapat menyebabkan infeksi karena tidak memiliki kode genetik HIV lengkap, VLP ini cocok dengan HIV yang menular secara keseluruhan dalam hal merangsang respons kekebalan yang sesuai.

Ekperimen ini dimulai pada minggu ke-60, hewan divaksinasi dan kelompok kera yang tidak diinokulasi terpapar SHIV setiap minggu. Vaksinasi dilakukan melalui mukosa dubur.

Setelah 13 kali inokulasi mingguan, dua dari kera yang divaksin tetap tidak terinfeksi. Hewan lainnya yang juga divaksinasi mengalami keterlambatan infeksi, rerata terjadi setelah 8 minggu.

baca juga

Sedangkan hewan yang tidak diimunisasi menjadi terinfeksi rerata setelah tiga minggu.

“Kami sekarang menyempurnakan protokol vaksin ini untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas VLP yang dihasilkan. Ini dapat lebih meningkatkan kemanjuran vaksin," imbuh peneliti.

Selain itu, peneliti juga berencana melakukan uji coba Tahap 1 terhadap sukarelawan dewasa yang sehat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Empat Dekade, Kenapa Vaksin HIV/Aids Masih Belum Berhasil Diciptakan?

Usai Empat Dekade, Kenapa Vaksin HIV/Aids Masih Belum Berhasil Diciptakan?

Health | Kamis, 02 Desember 2021 | 18:30 WIB

Moderna Bakal Uji Coba Vaksin HIV ke Manusia Pekan Ini

Moderna Bakal Uji Coba Vaksin HIV ke Manusia Pekan Ini

Sumbar | Rabu, 18 Agustus 2021 | 14:15 WIB

Kabar Baik, Moderna Akan Mulai Uji Coba Vaksin HIV ke Manusia Minggu Ini

Kabar Baik, Moderna Akan Mulai Uji Coba Vaksin HIV ke Manusia Minggu Ini

Health | Rabu, 18 Agustus 2021 | 08:34 WIB

Terkini

Kabut Asap Lintas Negara, Jangan Biarkan Tanggung Jawab Menguap

Kabut Asap Lintas Negara, Jangan Biarkan Tanggung Jawab Menguap

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Jangan Tunggu Melar, Intip Rahasia Rawat 'Sabuk Nyawa' CVT Motor Matik Biar Aman Di Jalan

Jangan Tunggu Melar, Intip Rahasia Rawat 'Sabuk Nyawa' CVT Motor Matik Biar Aman Di Jalan

Otomotif | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:58 WIB

Intip Lagi Souvenir VIP Konser Syahrini Tahun 2018, Dulu Harga Tiketnya Rp25 Juta

Intip Lagi Souvenir VIP Konser Syahrini Tahun 2018, Dulu Harga Tiketnya Rp25 Juta

Entertainment | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:55 WIB

Bukan Sekadar Gudang Antik: Menjadikan Museum Laboratorium Masa Depan

Bukan Sekadar Gudang Antik: Menjadikan Museum Laboratorium Masa Depan

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:55 WIB

Media Inggris Ingatkan Kebakaran Hutan Bukan Cuma di Kalimantan, Papua Juga Parah

Media Inggris Ingatkan Kebakaran Hutan Bukan Cuma di Kalimantan, Papua Juga Parah

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:53 WIB

IHSG Makin Terpuruk ke Level 5.800, Ini Penyebabnya

IHSG Makin Terpuruk ke Level 5.800, Ini Penyebabnya

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:52 WIB

Kemendagri Evaluasi Layanan Satyalancana Karya Satya Bagi PNS Daerah

Kemendagri Evaluasi Layanan Satyalancana Karya Satya Bagi PNS Daerah

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:50 WIB

Baby Oil Bisa Dipakai Apa Aja? Ini Efeknya untuk Kulit Anak dan Orang Dewasa

Baby Oil Bisa Dipakai Apa Aja? Ini Efeknya untuk Kulit Anak dan Orang Dewasa

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:48 WIB

Jelang 2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Kebebasan Pers di Indonesia Disorot Lembaga Dunia

Jelang 2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Kebebasan Pers di Indonesia Disorot Lembaga Dunia

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:47 WIB

Negara Kekurangan Lapangan Kerja, Rakyat Disuruh Berwirausaha

Negara Kekurangan Lapangan Kerja, Rakyat Disuruh Berwirausaha

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:45 WIB

×