Mengenal Alexithymia, Ketidakmampuan Mengenal dan Mengekspresikan Emosi

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Kamis, 30 Desember 2021 | 17:51 WIB
Mengenal Alexithymia, Ketidakmampuan Mengenal dan Mengekspresikan Emosi
ilustrasi tidak memiliki emosi.

Suara.com - Setiap harinya, manusia berhadapan pada berbagai jenis emosi. Seseorang bisa mengalami kesedihan pada hari tertentu, tapi juga bahagia di hari lainnya. Bahkan, emosi tersebut bisa berubah dengan cepat dalam hitungan jam atau menit. Tapi, tahukan Anda soal kondisi alexithymia?

Tak seperti orang pada umumnya, orang dengan kondisi alexithymia bisa kesulitan mengidentifikasi apakah ia harus sedih atau bahagia. Mereka bermasalah dalam hal merasakan emosi.

Dikutip dari Psychology Today, alexithymia berasal dari bahasa Yunani, berarti "tidak ada emosi untuk kata-kata." Konstruksi psikologis ini digunakan untuk menggambarkan orang-orang yang berjuang dengan perasaan dan mengekspresikan emosi.

Orang dengan kondisi ini kurang mampu atau kadang-kadang ketidakmampuan total, untuk terhubung dengan sinyal emotif internal yang dikirimkan tubuh.

Jika seseorang menderita alexithymia, ia tidak hanya kesulitan mengetahui emosi yang dirasakan, tapi juga kesulitan untuk mengidentifikasi bagaimana perasaan orang lain.

Ini dapat membuat pengidap cemas secara sosial karena tidak dapat membaca isyarat non-verbal. Pengidap alexithymia mungkin terlihat canggung secara sosial atau kering akan humor.

Namun jauh di lubuk hatinya, ia mungkin orang yang sangat sensitif dan empatik, tetapi karena kesulitan ini, orang lain mungkin salah memahaminya sebagai seseorang yang dingin, menyendiri, dan sombong.

Akibatnya, ia lebih mungkin menderita isolasi sosial dan kesepian daripada kebanyakan orang.

Dikutip dari Healthline, sebagai suatu kondisi yang ditandai dengan kurangnya perasaan, mungkin sulit untuk mengenali gejala alexithymia. Namun, seseorang dengan alexithymia mungkin secara pribadi mengalami hal berikut dalam konteks sosial:

  • amarah
  • kebingungan
  • kesulitan "membaca wajah"
  • tidak nyaman
  • kekosongan
  • peningkatan denyut jantung
  • kurangnya kasih sayang
  • panik

Penyebab dari alexithymia sampai sekarang belum dipahami dengan pasti, namun ada kemungkinan karena genetik.

Kondisi ini juga mungkin akibat kerusakan otak pada insula. Bagian otak tersebut dikenal karena berperan dalam keterampilan sosial, empati, dan emosi. Beberapa studi menghubungkan lesi insula dengan apatis dan kecemasan.

Selain itu, kondisi alexithymia telah dicatat pada orang yang pernah mengalami trauma, terutama selama masa kanak-kanak. Trauma dan penelantaran pada tahap ini dapat menyebabkan perubahan pada otak yang dapat membuat sulit untuk merasakan dan mengidentifikasi emosi di kemudian hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pentingnya Memahami Kecerdasan Emosional Pasangan, Ketahui Tanda-tandanya

Pentingnya Memahami Kecerdasan Emosional Pasangan, Ketahui Tanda-tandanya

Health | Kamis, 30 Desember 2021 | 09:51 WIB

6 Hal Positif dari Pejuang dengan Kondisi Depresi, Kamu Sangat Hebat!

6 Hal Positif dari Pejuang dengan Kondisi Depresi, Kamu Sangat Hebat!

Your Say | Kamis, 30 Desember 2021 | 09:26 WIB

5 Hal yang Tak Perlu Malu Kamu Ungkapkan Saat Menjalani Hubungan Asmara

5 Hal yang Tak Perlu Malu Kamu Ungkapkan Saat Menjalani Hubungan Asmara

Your Say | Kamis, 30 Desember 2021 | 08:37 WIB

Terkini

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 12:00 WIB

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB