Kemenkes Tambah Berbagai Fasilitas Medis, Antisipasi Lonjakan Kasus Akibat Omicron

Risna Halidi, Lilis Varwati

Senin, 03 Januari 2022 | 20:04 WIB
Kemenkes Tambah Berbagai Fasilitas Medis, Antisipasi Lonjakan Kasus Akibat Omicron
Ilustrasi Omicron Covid-19. [Envato]

Suara.com - Kementerian Kesehatan mengumumkan tambahan kasus baru Covid-19 varian omicron melalui transmisi lokal. Total kasus varian omicron melalui transmisi lokal per Senin (3/1) kini tercatat sebanyak 6 orang.

Sementara, 146 kasus lainnya merupakan penularan impor dari WNI maupun WNA yang datang dari luar negeri. Akumulasi kasus omicron kini tercatat 152 orang.

“Dari 152 kasus yang masuk ke Indonesia, setengahnya tanpa gejala, setengahnya lagi sakit ringan, mereka tidak butuh oksigen dan saturasinya masih diatas 95 persen," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan pers di Jakarta pada Senin (3/1).

Budi melanjutkan, sekitar 23 persen atau 34 orang sudah kembali ke rumah karena dinyatakan sembuh. Sampai sekarang tidak ada pasien omicron yang membutuhkan perawatan serius di rumah sakit.

"Cukup diberi obat dan vitamin,” imbuhnya.

Rincian data Kemenkes, kasus Omicron di Indonesia masih didominasi dari para pelaku perjalanan internasional yang berasal dari Turki, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan USA.

Karenanya, Kemenkes meminta masyarakat untuk sementara waktu tidak melakukan perjalanan ke luar negeri, terutama ke lima negara tersebut.

Budi mengingatkan bahwa penularan virus corona varian omicron terus meluas, terutama saat libur pergantian tahun dipastikan mobilitas masyarakat kian meningkat.

Selain melakukan pengetatan di seluruh pintu masuk internasional, Budi mengatakan kalau upaya antisipsi juga dilakukan dengan memperkuat fasilitas pelayanan kesehatan termasuk aspek penunjang seperti SDM kesehatan, farmasi, dan alat kesehatan.

baca juga

Untuk mengantisipasi lonjakan kasus akibat paparan varian omicron juga pasca libur pergantian tahun, Kemenkes menyediakan tambahan tempat tidur di sejumlah rumah sakit.

“Jumlah tempat tidur di Indonesia ada sekitar 400 ribu, 30 persen atau 120 ribu kita dedikasikan untuk Covid-19, sekarang yang terisi sekitar 240-250 ribu tempat tidur. Jadi masih ada room sekitar 110 ribu yang sebelumnya memang sudah kita alokasikan untuk Covid-19,” tuturnya.

Menkes menambahkan pada serangan varian delta pada pertengahan 2021, oksigen menjadi kebutuhan esensial bagi perawatan pasien Covid-19, baik di rumah sakit maupun pasien isolasi mandiri di rumah.

Untuk memenuhi kebutuhan oksigen medis, Kemenkes telah mendistribusikan kurang lebih 16 ribu oksigen konsentrator atau setara 800 ton per hari ke berbagai rumah sakit untuk perawatan pasien Cocid-19.

“Kita juga sudah menerima dan sedang memasang 31 oksigen generator. Saat ini 70 persen sudah selesai. Ini oksigen medis yang besar bahkan bisa mengakomodir kebutuhan satu rumah sakit,” ucapnya.

Kebutuhan obat terapi bagi pasien Covid-19 juga melonjak signifikan saat kenaikan kasus pada pertengahan tahun lalu. Belajar dari pengalaman tersebut, pemerintah telah menyiapkan stok obat yang telah siap didistribusikan apabila terjadi lonjakan permintaan obat.

“Hari ini kita akan datangkan molnupiravir, saat ini kita simpan dulu, kalau ada apa-apa nanti kami distribusikan. Obat ini terbukti bisa membantu menekan laju pasien yang saturasinya 94 persen ke RS,” kata Menkes.

Meski varian omicron dilaporkan tidak meningkatkan risiko sakit berat, tetapi masyarakat harus tetap waspada. Budi menekankan, protokol kesehatan harus selalu dilakukan dengan baik. Juga gunakan aplikasi Pedulilindungi ke manapun bepergian.

"Dengan begitu kita bisa trace. Yang kasus transmisi lokal di Medan kita jadi tahu dalam 5 hari terakhir kemana saja. Pastikan disiplin karantina dengan baik," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ribuan Vaksin AstraZeneca dan Pfizer di Jawa Barat Nyaris Kedaluwarsa

Ribuan Vaksin AstraZeneca dan Pfizer di Jawa Barat Nyaris Kedaluwarsa

Jabar | Senin, 03 Januari 2022 | 19:56 WIB

Peneliti: Anosmia adalah Gejala Prediktor Covid-19 Terbaik Dibanding Sakit Tenggorokan

Peneliti: Anosmia adalah Gejala Prediktor Covid-19 Terbaik Dibanding Sakit Tenggorokan

Health | Senin, 03 Januari 2022 | 19:02 WIB

11 Karyawan Hotel di Bali Tes PCR Terkait Kasus Omicron Surabaya

11 Karyawan Hotel di Bali Tes PCR Terkait Kasus Omicron Surabaya

News | Senin, 03 Januari 2022 | 18:56 WIB

Terkini

Mundur dari Polri, Netty Rosdiana Siapkan Langkah Baru: Mengajar di Kampus hingga Kegiatan Sosial

Mundur dari Polri, Netty Rosdiana Siapkan Langkah Baru: Mengajar di Kampus hingga Kegiatan Sosial

News | Senin, 02 November 2026 | 08:41 WIB

Samsung Sindir Layar Lipat iPhone Duo yang Retak, Singgung Ketahanan Galaxy Fold8

Samsung Sindir Layar Lipat iPhone Duo yang Retak, Singgung Ketahanan Galaxy Fold8

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 08:41 WIB

Cara Mengecek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak Lewat WA, Catat Nomor Resminya!

Cara Mengecek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak Lewat WA, Catat Nomor Resminya!

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 08:40 WIB

Bocah 11 Tahun Terperosok Palung Laut 2 Meter di Pantai Mutun, Begini Kondisinya

Bocah 11 Tahun Terperosok Palung Laut 2 Meter di Pantai Mutun, Begini Kondisinya

Lampung | Senin, 02 November 2026 | 08:39 WIB

Kejar Tayang Sebelum Musim Hujan: Dua Sungai Kritis di Bandar Lampung Dikeruk Maraton

Kejar Tayang Sebelum Musim Hujan: Dua Sungai Kritis di Bandar Lampung Dikeruk Maraton

Lampung | Senin, 02 November 2026 | 08:25 WIB

Ditopang Bisnis Film, Emiten RAAM Pangkas Kerugian

Ditopang Bisnis Film, Emiten RAAM Pangkas Kerugian

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 08:11 WIB

Indonesia Negara Maritim, tetapi Makan Lobster Harus Menunggu Kaya

Indonesia Negara Maritim, tetapi Makan Lobster Harus Menunggu Kaya

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 08:10 WIB

Kisah Darwati, Agen BRILink yang Dekatkan Layanan Perbankan hingga Pelosok Kabupaten Semarang

Kisah Darwati, Agen BRILink yang Dekatkan Layanan Perbankan hingga Pelosok Kabupaten Semarang

Jawa Tengah | Senin, 02 November 2026 | 08:06 WIB

Belajar dari Kasus Madiun: Mengapa Orang 'Pintar' Seperti Dwi Bagus Bisa Berbuat Sadis?

Belajar dari Kasus Madiun: Mengapa Orang 'Pintar' Seperti Dwi Bagus Bisa Berbuat Sadis?

News | Senin, 02 November 2026 | 08:05 WIB

Banjir Luapan Dua Sungai Rendam 17 Desa di Aceh Barat

Banjir Luapan Dua Sungai Rendam 17 Desa di Aceh Barat

Foto | Senin, 02 November 2026 | 08:00 WIB

×