2 Tanda Kadar Gula Darah Tinggi di Mulut pada Penderita Diabetes, Apa Saja?

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Kamis, 06 Januari 2022 | 16:24 WIB
2 Tanda Kadar Gula Darah Tinggi di Mulut pada Penderita Diabetes, Apa Saja?
Ilustrasi diabetes (Shutterstock)

Suara.com - Penyakit diabetes memiliki beberapa gejala, dengan dua tanda serius ditemukan di mulut, yakni mulut kering serta fruity breath. Ini adalah tanda dari ketoasidosis diabetik.

Kondisi ketoasidosis diabetik ini dapat disebabkan oleh hiperglikemia dan kadar keton yang tinggi, menurut The Sun.

Ketoasidosis diabetik terjadi pada penderita diabetes ketika tubuh mula kehabisan insulin, lalu zat berbahaya keton menumpuk saat kadar lemak dipecah menjadi energi.

Namun, kondisi ini lebih mungkin memengaruhi penderita diabetes tipe 1, dan dapat mengancam jiwa apabila tidak terdiagnosis dan tidak diobati dengan cepat.

Gejala yang muncul adalah buang air kecil lebih sering dari biasanya, sakit perut, kebingungan dan merasa mengantuk. Tanda ini biasanya mulai terjadi dalam periode 24 jam, tetapi bisa muncul lebih cepat.

Ilustrasi obat diabetes. [Dok.pixabay/stevepb]
Ilustrasi obat diabetes. [Dok.pixabay/stevepb]

Jika Anda menderita diabetes, hal-hal tertentu dapat membuat ketoasidosis diabetik lebih mungkin terjadi, seperti:

  • mengalami infeksi, seperti flu atau infeksi saluran kemih (ISK)
  • tidak mengikuti rencana perawatan, seperti kehilangan dosis insulin
  • cedera atau operasi
  • minum obat-obatan tertentu, seperti steroid
  • pesta minuman keras
  • menggunakan obat-obatan terlarang
  • kehamilan
  • mengalami menstruasi

Hiperglikemia adalah istilah medis untuk kadar gula darah (glukosa) tinggi. Ini adalah masalah umum bagi penderita diabetes.

Kondisi ini dapat memengaruhi orang dengan diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2, serta wanita hamil dengan diabetes gestasional.

Terkadang ketoasidosis diabetik. dapat memengaruhi orang yang tidak menderita diabetes. Tetapi biasanya hanya orang yang sakit parah, seperti yang baru saja mengalami stroke atau serangan jantung, serta infeksi parah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Orang yang Punya Tumor Jinak Tipe Ini Berisiko Tinggi Idap Diabetes Tipe 2 dan Hipertensi

Orang yang Punya Tumor Jinak Tipe Ini Berisiko Tinggi Idap Diabetes Tipe 2 dan Hipertensi

Health | Selasa, 04 Januari 2022 | 16:55 WIB

Tahun 1922 sampai 2022: dari Insulin untuk Obat Diabetes hingga Mumi Firaun

Tahun 1922 sampai 2022: dari Insulin untuk Obat Diabetes hingga Mumi Firaun

News | Selasa, 04 Januari 2022 | 10:27 WIB

5 Khasiat Alami Kayu Manis Untuk Kecehatan: Cegah Diabetes HIngga Baik Bagi Jantung

5 Khasiat Alami Kayu Manis Untuk Kecehatan: Cegah Diabetes HIngga Baik Bagi Jantung

Health | Jum'at, 31 Desember 2021 | 18:05 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB