facebook

Begini Prosedur Tes Urine untuk Deteksi Narkoba Seperti yang Dilakukan Ardhito Pramono

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi
Begini Prosedur Tes Urine untuk Deteksi Narkoba Seperti yang Dilakukan Ardhito Pramono
Ardhito Pramono [Instagram/@ardhitopramono]

Umumnya tes urine akan dilakukan, apabila dokter mencurigai adanya masalah obat-obatan dan alkohol pada pasien.

Suara.com - Musisi Ardhito Pramono ditangkap aparat terkait penyalahgunaan zat psikotropika. Bintang drama Story of Kale itu dinyatakan positif menggunakan ganja.

"Hasil awal tes urine positif," ungkap Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo, Rabu (12/1/2022).

Ardhito ditangkap di kediamannya di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, pada pukul 02.00 WIB dini hari.

Lalu yang jadi pertanyaan, mengapa tes urine jadi hal vital dalam kasus narkoba?

Baca Juga: Ditangkap Terkait Narkoba, Keluarga Velline Chu Ajukan Rehabilitasi

Mengutip Healthline, tes urine yang juga dikenal sebagai skrining urine narkoba atau UDS ini adalah tes tanpa rasa sakit.

Tes ini biasanya dilakukan untuk mengetahui keberadaan obat terlarang, atau obat resep tertentu di dalam tubuh manusia dalam kurun waktu tertentu.

Tes urine biasanya ditujukan untuk mendeteksi penggunaan amfetamin, metamfetamin, benzodiazepin, barbiturat, ganja, kokain, PCP, metadon hingga opioid.

Biasanya alkohol juga bisa terdeteksi dalam tes urine, tetapi alkohol kini umumnya dites melalui tes napas.

Melalui tes urine juga, dokter bisa mendeteksi adanya potensi penyalahgunaan zat atau obat terlarang.

Baca Juga: Ardhito Pramono yang Ditangkap Narkoba, Ariel Peterpan Ikut Trending Topic

Umumnya tes urine akan dilakukan, apabila dokter mencurigai adanya masalah obat-obatan dan alkohol pada pasien.

Selain itu biasanya, dokter di ruang gawat darurat juga akan melakukan tes urine apabila, pasien datang tampak bingung atau berperilaku aneh atau berbahaya.

Jenis Tes Urine untuk Narkoba

Ada dua jenis tes urine yang biasa dilakukan dalam penyalahgunaan narkoba, pertama yaitu immunoassay, biaya yang dikeluarkan lebih hemat sekaligus bisa mengeluarkan hasil yang cepat,

Tapi kekurangan pada tes ini, tidak mampu mendeteksi semua jenis narkoba opioid. Tes ini juga sering mengeluarkan hasil positif palsu, yaitu saat orang tersebut pernah menggunakan narkoba, padahal sudah berhenti.

Nah, biasanya jika hasil tes pertama ini positif akan dilanjutkan dengan tes urine lanjutan yakni kromatografi fas atau spektrometri massa (GC/MS) ditujukan untuk konfirmasi.

Pada tes urine ini tetap menggunakan prosedur yang sama. Biaya yang dibutuhkan cenderung lebih mahal, hasil yang keluar cukup lama, tapi sangat jarang menghasilkan positif palsu.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar