Begini Prosedur Tes Urine untuk Deteksi Narkoba Seperti yang Dilakukan Ardhito Pramono

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 13 Januari 2022 | 08:10 WIB
Begini Prosedur Tes Urine untuk Deteksi Narkoba Seperti yang Dilakukan Ardhito Pramono
Ardhito Pramono [Instagram/@ardhitopramono]

Suara.com - Musisi Ardhito Pramono ditangkap aparat terkait penyalahgunaan zat psikotropika. Bintang drama Story of Kale itu dinyatakan positif menggunakan ganja.

"Hasil awal tes urine positif," ungkap Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo, Rabu (12/1/2022).

Ardhito ditangkap di kediamannya di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, pada pukul 02.00 WIB dini hari.

Lalu yang jadi pertanyaan, mengapa tes urine jadi hal vital dalam kasus narkoba?

Mengutip Healthline, tes urine yang juga dikenal sebagai skrining urine narkoba atau UDS ini adalah tes tanpa rasa sakit.

Tes ini biasanya dilakukan untuk mengetahui keberadaan obat terlarang, atau obat resep tertentu di dalam tubuh manusia dalam kurun waktu tertentu.

Tes urine biasanya ditujukan untuk mendeteksi penggunaan amfetamin, metamfetamin, benzodiazepin, barbiturat, ganja, kokain, PCP, metadon hingga opioid.

Biasanya alkohol juga bisa terdeteksi dalam tes urine, tetapi alkohol kini umumnya dites melalui tes napas.

Melalui tes urine juga, dokter bisa mendeteksi adanya potensi penyalahgunaan zat atau obat terlarang.

baca juga

Umumnya tes urine akan dilakukan, apabila dokter mencurigai adanya masalah obat-obatan dan alkohol pada pasien.

Selain itu biasanya, dokter di ruang gawat darurat juga akan melakukan tes urine apabila, pasien datang tampak bingung atau berperilaku aneh atau berbahaya.

Jenis Tes Urine untuk Narkoba

Ada dua jenis tes urine yang biasa dilakukan dalam penyalahgunaan narkoba, pertama yaitu immunoassay, biaya yang dikeluarkan lebih hemat sekaligus bisa mengeluarkan hasil yang cepat,

Tapi kekurangan pada tes ini, tidak mampu mendeteksi semua jenis narkoba opioid. Tes ini juga sering mengeluarkan hasil positif palsu, yaitu saat orang tersebut pernah menggunakan narkoba, padahal sudah berhenti.

Nah, biasanya jika hasil tes pertama ini positif akan dilanjutkan dengan tes urine lanjutan yakni kromatografi fas atau spektrometri massa (GC/MS) ditujukan untuk konfirmasi.

Pada tes urine ini tetap menggunakan prosedur yang sama. Biaya yang dibutuhkan cenderung lebih mahal, hasil yang keluar cukup lama, tapi sangat jarang menghasilkan positif palsu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Fakta Ardhito Pramono Ditangkap, Musisi yang Digandrungi Remaja

5 Fakta Ardhito Pramono Ditangkap, Musisi yang Digandrungi Remaja

Banten | Rabu, 12 Januari 2022 | 21:29 WIB

Ardhito Pramono Ditangkap Narkoba, 30 Negara Ini Legalkan Ganja Medis untuk Pengobatan

Ardhito Pramono Ditangkap Narkoba, 30 Negara Ini Legalkan Ganja Medis untuk Pengobatan

Health | Rabu, 12 Januari 2022 | 20:01 WIB

Profil Ardhito Pramono, Musisi Bertalenta yang Ditangkap Kasus Narkoba

Profil Ardhito Pramono, Musisi Bertalenta yang Ditangkap Kasus Narkoba

Video | Rabu, 12 Januari 2022 | 20:00 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB