Risiko Kasus Flu Burung Semakin Meningkat dengan Banyaknya Peternakan Domestik

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Kamis, 27 Januari 2022 | 15:44 WIB
Risiko Kasus Flu Burung Semakin Meningkat dengan Banyaknya Peternakan Domestik
Ilustrasi flu burung. (Shutterstocks)

Suara.com - Baru-baru ini, kasus flu burung telah meningkat di beberapa negara, seperti di Inggris, China, daratan Eropa, dan Israel. Wabah ini umumnya terjadi di tempat peternakan komersial.

Tetapi, risiko penyeraban flu burung semakin tinggi dengan semakin banyaknya orang yang memelihara ayam dan jenis unggas lainnya di rumah, lapor The Conversation.

Salah satu infeksi flu burung yang sering menular dari unggas ke manusia adalah H5N1.

H5N1 merupakan jenis flu burung ringan pada unggas liar, tetapi jauh lebih mematikan jika menginfeksi unggas domestik. Jika H5N1 menginfeksi manusia, yang terinfeksi memiliki risiko kematian hingga 53%.

Namun sayangnya, tindakan biosekuriti flu burung saat ini lebih berfokus pada peternakan unggas skala besar.

Ilustrasi flu burung. [Dok.Antara]
Ilustrasi flu burung. [Dok.Antara]

Peternakan ayam domestik

Flu burung menyebar dari unggas liar ke ayam ternak domestik melalui kotoran dan air liur. Inilah sebabnya memisahkan ternak domestik dari unggas liar sangat penting selama wabah.

Apabila pemilik tidak mengambil tindakan pencegahan, maka infeksi tersebut akan menulari manusia yang berkontak dekat. Misalnya peternak itu sendiri dan keluarganya.

Mengurangi risiko

Infeksi flu burung pada manusia sebenarnya jarang terjadi. Sejak 2003, hanya ada 863 kasus infeksi manusia yang dilaporkan dari 18 negara.

Tetapi kenaikan peternak domestik mungkin menjadi sumber baru, yang berpotensial menyebabkan wabah penyakit.

Masalah lainnya adalah biasanya infeksi tidak dilaporkan oleh pemiliknya. Alasannya karena mereka khawatir hewan ternaknya akan dimusnahkan.

Ada beberapa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan peternak dalam menghindari infeksi, yakni:

  • Menjaga burung tetap tertutup dan dipagari dari burung liar
  • Mendisinfeksi peralatan peternakan sebelum dan sesudah kontak dengan unggas ternak
  • Sering membersihkan kandang
  • Karantina unggas baru selama 30 hari sebelum mencampurkannya dengan unggas lain
  • Pemantauan untuk tanda-tanda penyakit
  • Melaporkan kasus suspek flu burung ke pihak berwenang

Mengingat risiko yang mungkin dialami oleh peternak, penting bagi mereka untuk mengikuti aturan apa pun yang ditetapkan pakar untuk mengekang penyebaran flu burung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pelihara 100 Bebek, Lelaki Ini Jadi Pesien Pertama Flu Burung H5N1 pada Manusia

Pelihara 100 Bebek, Lelaki Ini Jadi Pesien Pertama Flu Burung H5N1 pada Manusia

Health | Sabtu, 08 Januari 2022 | 17:31 WIB

Inggris Temukan Kasus Flu Burung pada Manusia, Waspadai Penularannya

Inggris Temukan Kasus Flu Burung pada Manusia, Waspadai Penularannya

Health | Jum'at, 07 Januari 2022 | 08:03 WIB

Flu Burung Mewabah, Belanda Bakal Musnahkan 190 Ribu Ekor Ayam

Flu Burung Mewabah, Belanda Bakal Musnahkan 190 Ribu Ekor Ayam

Sumbar | Rabu, 05 Januari 2022 | 18:44 WIB

Terkini

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 19:05 WIB

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis  Redakan Wasir dengan Cara Alami

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:55 WIB

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:18 WIB

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:29 WIB

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:50 WIB

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:06 WIB

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Health | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:51 WIB

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB