3 Fakta Diet OMAD: Cukup Makan Sekali Sehari

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Senin, 31 Januari 2022 | 09:12 WIB
3 Fakta Diet OMAD: Cukup Makan Sekali Sehari
Ilustrasi diet OMAD. (Unsplash.com)

Suara.com - Banyak cara untuk menurunkan berat badan, salah satunya dengan makan satu kali sehari atau disebut diet OMAD, yang ternyata berbahaya menurut ahli gizi.

Diet One Meal A Day (OMAD) adalah versi ekstrim dari jenis diet pembatasan waktu makan, seperti puasa intermiten.

Berbeda dengan puasa intermiten yang memungkinkan pelakunya bisa makan selama periode 4 hingga 8 jam, diet OMAD ini hanya memperbolehkan pelakunya makan di waktu satu jam, dan berpuasa atau tidak makan selama 23 jam dalam sehari.

Meskipun diakui, pola diet puasa intermiten jadi cara yang terbukti ampuh untuk menurunkan berat badan, namun diet ini tidak direkomendasikan pada ahli gizi.

Berikut fakta seputar diet OMAD, mengutip Insider, Selasa (31/1/2022).

1. Jenis Makanan yang Harus Dikonsumsi

Diet OMAD tidak akan membatasi jenis makanan atau jumlah kalori yang dikonsumsi pelakunya, tapi semua itu harus dikonsumsi dalam waktu satu jam.

"Secara umum, jika hanya makan satu kali sehari, seseorang harus mengonsumsi jumlah kalori yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan energi harian dalam makanan," ujar ahli diet Kelsey Hampton.

Perlu diketahui, mayoritas orang dewasa tidak boleh mengonsumsi di bawah 1.200 kalori per hari. Selain itu pola diet ini, mengharuskan pelakunya makan di jam yang sama setiap hari secara konsisten.

baca juga

"Waktu makan harus dipilih setelah melakukan kegiatan yang sangat aktif, seperti olahraga. Tujuannya agar tubuh pulih dan nutrisi langsung tergantikan setelah hilang," terang Hampton.

2. Pendapat Sains Tentang Diet OMAD

Versi puasa intermiten 4 hingga 8 jam memang terbukti bisa meningkatkan toleransi glukosa, meningkatkan sensitivitas insulin, dan membantu menurunkan berat badan.

Namun, makan satu porsi besar sekali dalam sehari, bisa menimbulkan efek sebaliknya. Dalam studi jurnal Nutrition Review 2015, menunjukan diet OMAD bisa meningkatkan nafsu makan dan menambah persentase lemak menjadi tidak normal, bahkan lebih parah dibanding sebelum memulai diet.

3. Orang yang Tidak Boleh Diet OMAD

Ahli Diet New York, Melissa Rifkin, memperingatkan diet OMAD bisa berbahaya bagi anak-anak, lansia, dan orang dengan diabetes. Ini karena kelompok ini harus mengonsumsi jumlah kalori yang stabil untuk menjaga kesehatannya.

Selain itu, orang yang secara teratur mengonsumsi obat juga harus menghindari diet OMAD ini, karena sebagian besar obat harus diminum setelah makan.

"Sedangkan untuk orang dewasa sehat, mungkin saja aman tapi bukan berarti itu diet idel," terang Hampton.

Apalagi hingga saat ini tidak ada penelitian yang membuktikan dan merekomendasikan jenis diet ini, sebagai cara untuk menurunkan berat badan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Kanker Serviks, Ikuti Pola Makan Sehat Ini yang Sesuai dengan Kebutuhan!

Cegah Kanker Serviks, Ikuti Pola Makan Sehat Ini yang Sesuai dengan Kebutuhan!

Health | Minggu, 30 Januari 2022 | 16:36 WIB

Belum Mau Diet, Nagita Slavina Bikin Plan Meal Khusus Ibu Menyusui

Belum Mau Diet, Nagita Slavina Bikin Plan Meal Khusus Ibu Menyusui

Health | Minggu, 30 Januari 2022 | 08:45 WIB

Ingat! Tiga Gaya Hidup Ini Perlu Dilakukan Penderita Asam Urat

Ingat! Tiga Gaya Hidup Ini Perlu Dilakukan Penderita Asam Urat

Sumsel | Sabtu, 29 Januari 2022 | 06:50 WIB

Terkini

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 02:04 WIB

Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman

Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman

Sumut | Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:59 WIB

Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri

Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:54 WIB

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

Sumsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:59 WIB

×