Ilmuwan Wuhan Temukan Virus Baru pada Kelelawar, Seberapa Menular Virus NeoCov Ini?

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Senin, 31 Januari 2022 | 15:00 WIB
Ilmuwan Wuhan Temukan Virus Baru pada Kelelawar, Seberapa Menular Virus NeoCov Ini?
Ilustrasi virus (Pixabay).

Suara.com - Di tengah munculnya varian Omicron, para ilmuwan di Wuhan menemukan jenis virus varu pada kelelawar di Afrika Selatan, yakni virus NeoCov.

Virus NeoCov ini diyakini memiliki tingkat kematian dan penularan tinggu. Tapi, penelitian mengenai virus ini masih berlangsung.

Nama virus NeoCov ini merupakan singkatan dari new coronavirus yang belum terbukti sebagai varian dari virus corona Covid-19.

Virus ini ditemukan pada kelelawar di Afrika Selatan dan berkerabat dekat dengan virus MERS. MERS adalah singkatan dari Middle East Respiratory Syndrome.

Virus NeoCov ini merupakan bagian dari makalah penelitian yang ditulis oleh para ilmuwan di Wuhan, yang merupakan pusat pandemi virus corona.

Ilustrasi Virus Corona Covid-19 (Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona Covid-19 (Pixabay)

Sejauh ini, makalan penelitiannya belum ditinjau oleh rekan sejawat dan lebih banyak penelitian yang masih diperlukan sebelum membangun bukti nyata.

MERS atau Middle East Respiratory Syndrome adalah penyakit virus pernapasan yang muncul di dunia pada tahun 2012. Virus ini bersifat zoonosis, artinya berpindah dari hewan ke manusia melalui kontak langsung maupun tidak langsung.

MERS-CoV telah diidentifikasi pada dromedari di beberapa negara di Timur Tengah, Afrika dan Asia Selatan.

Secara total, 27 negara telah melaporkan kasus MERS ejak 2012, menyebabkan 858 kematian yang diketahui karena infeksi dan komplikasi terkait.

baca juga

Gejala utama MERS termasuk demam, batuk dan sesak napas. Virus ini ditularkan ke manusia dari unta dromedaris yang terinfeksi dan penularan dari manusia ke manusia.

Sedangkan dilansir dai Times of India, virus NeoCov atau coronavirus baru telah ditemukan pada kelelawar di Afrika Selatan dan telah ditemukan terkait erat dengan MERS.

Tapi, virus baru yang terkait erat dengan MERS bukanlah virus corona Covid-19. Karena hubungannya yang erat dengan MERS, virus baru ini diyakini sangat menular dan fatal.

Selain itu, hubungannya dengan para ilmuwan di Wuhan juga mengarah pada asosiasi yang tidak diminta dengan virus corona.

"Virus corona sering ditemukan pada hewan, termasuk pada kelelawar yang telah diidentifikasi sebagai reservoir alami dari banyak virus ini," kata WHO.

Setiap klaim mengenai virus yang menyerang manusia sekarang ini tidak didukung oleh bukti yang cukup. Jadi, belum tahu virus corona yang menimbulkan risiko bagi manusia membutuhkan penelitian lebih lanjut atau tidak.

Kini, penelitian tentang NeoCov sedang dimulai. Peneliti membutuhkan lebih banyak pengembangan sebelum memulai sesuatu sebagai fakta konkret.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terinfeksi Virus Corona Covid-19 Parah, Wanita Ini Rela Amputasi Dua Kakinya Demi Bertahan Hidup

Terinfeksi Virus Corona Covid-19 Parah, Wanita Ini Rela Amputasi Dua Kakinya Demi Bertahan Hidup

Health | Minggu, 30 Januari 2022 | 13:39 WIB

Demam Tinggi Terkait Virus Corona Covid-19, Gadis Mungil Ini Nyaris Meninggal Dunia!

Demam Tinggi Terkait Virus Corona Covid-19, Gadis Mungil Ini Nyaris Meninggal Dunia!

Health | Minggu, 30 Januari 2022 | 11:00 WIB

Di Italia, 96 Persen Kasus COVID-19 yang Dilaporkan Berasal dari Varian Omicron

Di Italia, 96 Persen Kasus COVID-19 yang Dilaporkan Berasal dari Varian Omicron

Health | Sabtu, 29 Januari 2022 | 10:17 WIB

Terkini

Resmi di Indonesia! Redmi Note 17 Pro Max Bawa Baterai Jumbo 10.000 mAh

Resmi di Indonesia! Redmi Note 17 Pro Max Bawa Baterai Jumbo 10.000 mAh

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 20:00 WIB

4 Pore Tightening Toner Atasi Tekstur Kasar dan Bruntusan Kulit Berminyak

4 Pore Tightening Toner Atasi Tekstur Kasar dan Bruntusan Kulit Berminyak

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 19:35 WIB

Demi Penuhi Standar, Kendal Tornado FC Bantu Lampu Stadion Sriwedari Rp 1 Miliar

Demi Penuhi Standar, Kendal Tornado FC Bantu Lampu Stadion Sriwedari Rp 1 Miliar

Surakarta | Sabtu, 26 September 2026 | 19:34 WIB

Dari Kuliner hingga Hiburan, Travel Agent Bandung Mulai Lirik Kawasan Wisata Ini di Ibu Kota

Dari Kuliner hingga Hiburan, Travel Agent Bandung Mulai Lirik Kawasan Wisata Ini di Ibu Kota

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 19:13 WIB

Akademisi Diajak Kontribusikan Gagasan untuk Jakarta Vision

Akademisi Diajak Kontribusikan Gagasan untuk Jakarta Vision

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 19:06 WIB

Ada Perbaikan Jalan, Akses Jalan Kunir Kota Tua Ditutup Mulai Minggu Malam! Ini Rute Alternatifnya

Ada Perbaikan Jalan, Akses Jalan Kunir Kota Tua Ditutup Mulai Minggu Malam! Ini Rute Alternatifnya

News | Sabtu, 26 September 2026 | 19:05 WIB

Buku All The Bright Places, Meruntuhkan Stigma Negatif Isu Mental Health

Buku All The Bright Places, Meruntuhkan Stigma Negatif Isu Mental Health

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 19:00 WIB

Bebas Bersyarat Bechi Dinilai Janggal, Komnas Perempuan Desak Transparansi Data

Bebas Bersyarat Bechi Dinilai Janggal, Komnas Perempuan Desak Transparansi Data

Video | Sabtu, 26 September 2026 | 19:00 WIB

Buntut 198 Siswa dan Guru Tumbang Usai Santap MBG, SPPG di Tulungagung Disetop 20 Hari

Buntut 198 Siswa dan Guru Tumbang Usai Santap MBG, SPPG di Tulungagung Disetop 20 Hari

Jatim | Sabtu, 26 September 2026 | 18:59 WIB

Ketika Data PISA Berbicara, Narasi Keberhasilan Pendidikan Dipertanyakan

Ketika Data PISA Berbicara, Narasi Keberhasilan Pendidikan Dipertanyakan

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 18:55 WIB

×