Suara.com - Varian Omicron yang dipercaya hanya memicu gejala ringan, rupanya bisa menyebabkan sejumlah masalah pada penis pria.
Gejala varian Omicron pada penis pria ini bisa menyebabkan rasa sakit yang menyiksa, mengancam kehidupan dan membutuhkan perhatian medis segera.
Berikut ini dilansir dari The Sun, beberapa masalah penis pria akibat varian Omicron.
1. Kerusakan darah
Sejauh ini, kita berpikir bahwa varian Omicron yang menjadi bagian virus corona Covid-19 sudah pasti menyebabkan masalah pernapasan.
Tapi, ada bukti yang menunjukkan bahwa varian Omicron ini kemungkinan besar menyebabkan kerusakan pemuluh darah pada penis.

Virus corona Covid-19 memasuki sel-sel endotel pembuluh darah yang ditemukan di banyak organ, yang dapat menghentikannya bekerja dengan baik.
Para peneliti di Miami mengatakan bahwa virus corona bisa menyebabkan disfungsi endotel yang meluas pada sistem organ di luar paru-paru dan ginjal, termasuk penis.
Program Urologi Reproduksi Sekolah Miller menemukan virus itu ada di jaringan penis dua pria yang selamat dari virus corona.
2. Ereksi yang tahan lama
Meskipun banyak pria menginginkan bisa ereksi tahan lama. Tapi, ereksi tahan lama akibat virus tentu rasanya berbeda dan menyiksa.
Secara medis, kondisi ini disebut priapisme yang bisa menyebabkan kematian jaringan, kerusakan permanen, atau disfungsi ereksi.
Kondisi ini biasanya diobati dengan menggunaka jarum atau membuat sayatan kecil pada penis untuk mengalirkan darah dari ruang ereksi atau bisa juga menggunakan es batu.
3. Disfungsi ereksi
Sejak awal pandemi, beberapa dokter telah mengatakan bahwa virus corona Covid-19 bisa menyebabkan disfungsi ereksi pada pria.
Kondisi ini bisa memicu sejumlah masalah kesehatan lainnya, seperti impotensi. Tetapi mengingat penyakit pembuluh darah lainnya, seperti penyakit arteri koroner, tekanan darah tinggi dan diabetes bisa menyebabkan disfungsi ereksi, tidak mengherankan bila virus corona bisa memicu kondisi ini.
4. Penis mengecil
Sebuah penelitian terhadap 3.400 orang yang dipimpin oleh University College London menemukan bahwa dari 200 orang yang melaporkan gejala Long Covid-19, mengaku ukuran penisnya lebih kecil dari sebelumnya.
Hampir lima persen pria mengalami penurunan ukuran penis. Para ahli mengatakan kemungkinan ini merupakan efek domino dari kerusakan virus pada pembuluh darahnya.