Jokowi Kurang Terlibat, Ini Berbagai Sebab Kasus Kanker di Indonesia Masih Sulit Ditangani

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Selasa, 08 Februari 2022 | 17:20 WIB
Jokowi Kurang Terlibat, Ini Berbagai Sebab Kasus Kanker di Indonesia Masih Sulit Ditangani
Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)

Suara.com - Kanker termasuk penyakit katastropik yang artinya menimbulkan biaya pengobatan besar tapi juga mengancam kematian pasien. Data BPJS tercatat bahwa kanker menempati urutan kedua, setelah penyakit jantung, dengan biaya pengobatan tertinggi.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI), International Cancer Center Rumah Sakit Dharmais dr. Evlina Suzanna, Sp.PA(K)., mengatakan bahwa ada berbagai faktor yang menyebabkan kasus kanker sulit ditangani. Mulai dari penanganan secara medis, kurikulum pendidikan kedokteran, bahkan hingga peran presiden. 

"Penyakit kanker per definisi itu kompleks, jauh di dalam gen. Poin-poin terjadi mutasi di dalam tubuh, terutama paru, yang akhirnya membuat sel tumbuh berlebih, hingga jadi kanker. Sehingga masyarakat sulit menangkap kapan gejala itu terjadi," kata dokter Evlina dalam diskusi daring, Selasa (8/2/2022).

Selain itu, pendidikan onkologi atau ilmu mengenai kanker juga belum masuk dalam kurikulum pendidikan dokter umum. Padahal, menurut dokter Evlina, dokter umum menjadi garda terdepan yang paling sering berhadapan langsung dengan masyarakat di puskesmas maupun klinik.

Ilustrasi kanker paru. [Shutterstock]
Ilustrasi kanker paru. [Shutterstock]

"Kepedulian akan kanker, artinya perubahan gaya hidup cegah kanker belum mendarah daging. Kita bisa mengatakan, yang di depan itu masih penyakit infeksi atau penyakit tidak menular lain seperti stroke atau kolesterol atau diabetes. Masih berkutat di penyakit jantung," ujarnya.

"Kami harapkan ada perubahan kurikulum, termasuk juga tentang ilmu Covid-19 akan dimasukkan," imbuh dokter Evlina.

Berkaca dengan apa yang dilakukan negara lain, seperti Amerika Serikat, dokter Evlina mengatakan kalau penanganan kanker tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan. Penanganan dan pencegahan kanker justru dilakukan lintas sektor dan dipimpin langsung oleh Presiden. Dalam hal ini Presiden Indonesia ialah Joko Widodo atau Jokowi. 

"Perang terhadap kanker tidak dapat dilakukan hanya oleh satu menteri. Sementara di negara maju sekalipun itu oleh presiden. Jadi presiden yang harus mendeklarasikan, sebagaimana dulu kita menyatakan perang terhadap lima penyakit infeksi anak-anak. Zaman dulu, 1980-an saat vaksinasi baru dicetuskan, itu presiden langsung yang menyatakan perang," tuturnya.

Evlina mengatakan, penanganan kanker harus dilakukan mulai dari pembiayaan layanan kesehatan, penyediaan faktor lingkungan bersih seperti akses air layak guna, bebas polusi udara hingga hingga aturan pelarangan merokok pada setiap provinsi.

baca juga

"Jadi tidak hanya dari kelompok kedokteran atau kementerian, tapi harus presiden langsung, karena menyakut banyak pihak," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Temuan Kerangkeng Manusia di Rumahnya, Bupati Langkat Sebut Itu Sudah Umum dan Diketahui Aparat

Soal Temuan Kerangkeng Manusia di Rumahnya, Bupati Langkat Sebut Itu Sudah Umum dan Diketahui Aparat

Bogor | Selasa, 08 Februari 2022 | 15:42 WIB

Ferry Irawan Dicap Pengangguran oleh Mantan Istri, Venna Melinda Buktikan dengan Saldo

Ferry Irawan Dicap Pengangguran oleh Mantan Istri, Venna Melinda Buktikan dengan Saldo

Batam | Selasa, 08 Februari 2022 | 15:41 WIB

Anaknya Dipacari Keponakan Artis, Nikita Mirzani Langsung Kasih Lampu Hijau

Anaknya Dipacari Keponakan Artis, Nikita Mirzani Langsung Kasih Lampu Hijau

Entertainment | Selasa, 08 Februari 2022 | 15:41 WIB

Terkini

Ancaman Stigma Negatif dan Pelanggar HAM Buntut Penggerebekan Ponpes di Sukoharjo

Ancaman Stigma Negatif dan Pelanggar HAM Buntut Penggerebekan Ponpes di Sukoharjo

News | Selasa, 03 November 2026 | 13:20 WIB

Persib Bandung Kirim Ancaman ke Persija Jakarta, Posisi Puncak Klasemen jadi Bidikan

Persib Bandung Kirim Ancaman ke Persija Jakarta, Posisi Puncak Klasemen jadi Bidikan

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 13:18 WIB

3 Rekomendasi Sabun Mandi Non-SLS yang Ampuh Jaga Kelembapan Kulit, Bebas Iritasi!

3 Rekomendasi Sabun Mandi Non-SLS yang Ampuh Jaga Kelembapan Kulit, Bebas Iritasi!

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 13:15 WIB

Belajar dari Bungo: Saat Hutan Adat Jadi Benteng Pertahanan Alam

Belajar dari Bungo: Saat Hutan Adat Jadi Benteng Pertahanan Alam

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 13:15 WIB

Apakah Mustika Ratu Punya Sunscreen? Segini Harga dan Ulasan Penggunanya

Apakah Mustika Ratu Punya Sunscreen? Segini Harga dan Ulasan Penggunanya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 13:15 WIB

Ikhtiar Pramono Anung Putus Rantai Narkoba di Kampung Bahari

Ikhtiar Pramono Anung Putus Rantai Narkoba di Kampung Bahari

News | Selasa, 03 November 2026 | 13:14 WIB

Saham TMPO Terbang 26 Persen, Influencer Timothy Ronald Kempit 1,26 Persen

Saham TMPO Terbang 26 Persen, Influencer Timothy Ronald Kempit 1,26 Persen

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 13:09 WIB

Cara Memilih Powerbank yang Bagus dan Baik 2026, Jangan Asal Lihat Kapasitas!

Cara Memilih Powerbank yang Bagus dan Baik 2026, Jangan Asal Lihat Kapasitas!

Sumut | Selasa, 03 November 2026 | 13:02 WIB

Jay Idzes Dapat Rapor Merah saat Comeback di Sassuolo, Jadi Pemain dengan Rating Terendah

Jay Idzes Dapat Rapor Merah saat Comeback di Sassuolo, Jadi Pemain dengan Rating Terendah

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 13:02 WIB

Bahas RUU Perampasan Aset, Jamdatun Ingatkan Risiko Kesewenang-Wenangan Negara

Bahas RUU Perampasan Aset, Jamdatun Ingatkan Risiko Kesewenang-Wenangan Negara

News | Selasa, 03 November 2026 | 13:00 WIB

×