Array

Jangan Ladeni Rapat Hingga Tengah Malam, Dokter Ingatkan Risiko Alami GERD

Kamis, 10 Februari 2022 | 15:59 WIB
Jangan Ladeni Rapat Hingga Tengah Malam, Dokter Ingatkan Risiko Alami GERD
Ilustrasi penyakit GERD dan asam lambung. (Shutterstock)

Suara.com - Kasus GERD yang menyebabkan asam lambung naik telah meningkat selama pandemi Covid-19. Penyebabnya, banyak dari masyarakat merasa cemas selama berada di rumah aja, serta menerapkan gaya hidup yang tidak sehat. 

Dokter spesialis penyakit dalam Profesor Ari Fahrial Syam, Sp.PD., menjelaskan, stres dan perasaan cemas bisa meningkatkan produksi asam lambung. Apabila produksi itu berlebihan, maka asam lambung akan naik ke kerongkongan dan menyebabkan GERD.

"Saat ini penyakit asam lambung meningkat di masyarakat penyebabnya karena kecemasan selama stay at home, akhirnya makan jadi banyak. Ternyata istirahat juga nggak cukup karena mungkin sebagian waktu dihabiskan dengan gadget," kata Profesor Ari dalam diskusi virtual, Kamis (10/2/2022).

Kondisi seperti itu rentan dialami oleh para pekerja yang melakukan work from home atau WFH selama pandemi. Dokter Ari mengingatkan, jam kerja yang tidak jelas sehingga kurang istirahat juga bisa jadi pemicu terjadinya GERD.

"Perusahaan yang bikin rapat sampai jam 12 malam itu kan nggak sehat. Dalam kondisi Covid-19 ini daya tahan tubuh menjadi sangat penting. Salah satu keberhasilan orang bisa sehat adalah dengan tidur," jelas Profesor Ari.

Ia menambahkan bahwa waktu tidur terbaik untuk kesehatan hanya saat malam hari. Sehingga, bagi pekerja yang melakukan WFH perlu mengatur waktu yang pasti antara bekerja dan istirahat tidur.

Selain itu, kebiasaan makan terlalu banyak dan tidak teratur juga kurang bergerak, pada akhirnya bisa menyebabkan berat badan meningkat. Pada jangka waktu lama berpotensi menjadi obesitas. 

"Obesitas itu juga menjadi faktor pemicu gerd. Karena meningkatkan tekanan abdomen yang bisa membuat asam lambung naik ke esofagus," paparnya.

Apabila asam lambung sudah naik ke kerongkingan akan muncul gejala khas seperti sensai terbakar di dada juga mulut pahit.

Baca Juga: Produk Plant-Based Jadi Solusi Bagi Masyarakat untuk Jalani Gaya Hidup Seimbang

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI