Temuan Baru: Virus Corona Bisa Bertahan di Udara Selama 30 Menit dan Menyebar Sejauh 60 Meter

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 18 Februari 2022 | 17:30 WIB
Temuan Baru: Virus Corona Bisa Bertahan di Udara Selama 30 Menit dan Menyebar Sejauh 60 Meter
Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)

Suara.com - Kabar mengenai bahwa partikel virus corona mampu bertahan di udara telah lama terdengar sejak pandemi diumumkan. Kini sebuah penelitian di laboratorium menunjukkan bahwa partikel kecil virus corona mungkin tetap lembab dan mengudara untuk waktu yang lebih lama.

Peneliti juga menemukan, bahwa partikel virus itu melakukan perjalanan ke jarak yang lebih jauh dari yang diperkirakan sebelumnya.  Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal International Communications in Heat and Mass Transfer, mengamati lendir yang melapisi tetesan pernapasan yang dimuntahkan orang dari paru-paru mereka.

Dilansir dari India Today, para peneliti dari Laboratorium Nasional Pacific Northwest National Laboratory (PNNL) Departemen Energi AS mencatat bahwa lendir memungkinkan banyak virus untuk melakukan perjalanan lebih jauh daripada yang seharusnya, memungkinkan mereka untuk melakukan perjalanan dari satu orang ke orang lain.

Sebuah kesepakatan  umum menyatakan bahwabahwa tetesan aerosol yang sangat kecil hanya beberapa mikron, seperti yang diproduksi di paru-paru, mengering di udara hampir seketika, menjadi tidak berbahaya.

Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)

Namun, tim PNNL menemukan bahwa cangkang lendir yang mengelilingi tetesan pernapasan kemungkinan mengurangi tingkat penguapan, meningkatkan waktu partikel virus di dalam tetesan tetap lembab.

Karena virus yang diselimuti seperti SARS-CoV-2 memiliki lapisan lemak yang harus dijaga tetap lembab agar virus dapat menular, penguapan yang lebih lambat memungkinkan partikel virus menular lebih lama.

Tim memperkirakan bahwa tetesan yang terbungkus lendir bisa tetap lembab hingga 30 menit dan berjalan hingga sekitar 200 kaki atau 60 meter. 

"Ada laporan tentang orang yang terinfeksi virus corona melawan arah angin dari orang yang terinfeksi atau di sebuah ruangan beberapa menit setelah orang yang terinfeksi keluar dari ruangan itu," kata Leonard Pease, penulis studi terkait.

“Gagasan bahwa virion yang diselimuti dapat tetap terhidrasi dengan baik dan dengan demikian sepenuhnya infektif pada jarak yang cukup jauh konsisten dengan pengamatan dunia nyata. Mungkin tetesan pernapasan yang menular bertahan lebih lama dari yang kita sadari,” tambah Pease.

baca juga

Para peneliti mencatat bahwa meskipun ada banyak faktor yang diusulkan sebagai variabel dalam bagaimana Covid-19 menyebar, lendir sebagian besar tetap diabaikan.

Fokus pada lendir membantu menjawab pertanyaan lain: bagaimana virus bergerak di gedung perkantoran multi-ruangan, kata mereka.

Dalam penelitian lain yang diterbitkan dalam jurnal Indoor Air, ahli kimia Carolyn Burns menciptakan tetesan buatan seperti pernapasan untuk mempelajari bagaimana partikel berpindah dari kamar ke kamar.

Tim yang dipimpin oleh Alex Vlachokostas dan Burns menggunakan airbrush untuk menyebarkan tetesan di satu ruangan gedung laboratorium multi-ruangan.

Tetesan dan airbrush mensimulasikan batuk seseorang, melepaskan partikel selama sekitar satu menit di ruang sumber. Para peneliti menemukan bahwa penyaringan tingkat rendah dan tinggi efektif dalam mengurangi tingkat tetesan pernapasan di semua ruangan.

Filtrasi dengan cepat mengurangi tingkat tetesan di kamar sebelah -- dalam waktu sekitar tiga jam, hingga sepertiga tingkat atau kurang tanpa penyaringan, kata mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

35 Warga Pasaman Barat Terpapar Covid-19, Enam Orang Positif Omicron

35 Warga Pasaman Barat Terpapar Covid-19, Enam Orang Positif Omicron

Riau | Jum'at, 18 Februari 2022 | 16:45 WIB

Kabar Baik, Obat Covid-19 Molnupiravir Mulai Dipasarkan di Indonesia

Kabar Baik, Obat Covid-19 Molnupiravir Mulai Dipasarkan di Indonesia

Health | Jum'at, 18 Februari 2022 | 16:30 WIB

Kapolri Listyo Sigit Prabowo Minta Vaksinasi di Daerah Wisata Dipercepat Buat Atasi Penularan Covid-19

Kapolri Listyo Sigit Prabowo Minta Vaksinasi di Daerah Wisata Dipercepat Buat Atasi Penularan Covid-19

Jatim | Jum'at, 18 Februari 2022 | 16:00 WIB

Terkini

Pengamat Soroti Manuver Politik di Balik Kasus Eks Jampidsus

Pengamat Soroti Manuver Politik di Balik Kasus Eks Jampidsus

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol

Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:40 WIB

Simalungun Diguncang Gempa M 6,4: Getaran Terasa hingga Kabanjahe

Simalungun Diguncang Gempa M 6,4: Getaran Terasa hingga Kabanjahe

Sumut | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:29 WIB

Update Gempa NTT: 47 Nyawa Melayang, Ratusan Ton Bantuan Presiden Prabowo Mulai Dikirim

Update Gempa NTT: 47 Nyawa Melayang, Ratusan Ton Bantuan Presiden Prabowo Mulai Dikirim

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:22 WIB

3 Wisatawan Asing Jadi Korban Gempa NTT, Tertimpa Reruntuhan Hotel

3 Wisatawan Asing Jadi Korban Gempa NTT, Tertimpa Reruntuhan Hotel

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Gempat M 7,7 Tak Surutkan Pesona Labuan Bajo: Wisatawan Aman, Kapal Kembali Melaut

Gempat M 7,7 Tak Surutkan Pesona Labuan Bajo: Wisatawan Aman, Kapal Kembali Melaut

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:07 WIB

6000 Pelari Ramaikan Titan Run 2026, Jarak 17,8 Km Berbuah Rekor MURI

6000 Pelari Ramaikan Titan Run 2026, Jarak 17,8 Km Berbuah Rekor MURI

Sport | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:03 WIB

Tak Hanya Mobil Konvensional, BRI KKB Expo 2026 Juga Dukung Pembiayaan Kendaraan Listrik

Tak Hanya Mobil Konvensional, BRI KKB Expo 2026 Juga Dukung Pembiayaan Kendaraan Listrik

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:02 WIB

Gempa NTT, Badan Geologi Minta Waspada Bahaya Susulan

Gempa NTT, Badan Geologi Minta Waspada Bahaya Susulan

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:01 WIB

Konsep Lakeside Living Makin Diminati, Ini Tips Memilih Hunian di Tepi Danau

Konsep Lakeside Living Makin Diminati, Ini Tips Memilih Hunian di Tepi Danau

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:00 WIB

×