Lansia Tembus 34 Juta Jiwa! Pelayanan Sosial Perlu Diubah, Jangan Cuma Jadi Objek Bansos

Muhamad Yasir

Rabu, 30 September 2026 | 06:00 WIB
Lansia Tembus 34 Juta Jiwa! Pelayanan Sosial Perlu Diubah, Jangan Cuma Jadi Objek Bansos
Ilustrasi-Petugas Kesehatan Puskesmas Kecamatan Cilandak melakukan Layanan Jemput Bola Pemeriksaan Kesehatan kepada lansia di Kawasan Cilandak, Jakarta, Senin (4/8/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Pemerintah didesak segera menyiapkan sistem perlindungan dan pelayanan lansia.
  • Lonjakan jumlah penduduk berusia 60 tahun ke atas yang mencapai 34,9 juta jiwa menuntut penanganan komprehensif.
  • Pemerintah perlu memperkuat data terintegrasi, memperjelas kewenangan pusat dan daerah, serta memperluas cakupan RUU Kesejahteraan Lanjut Usia.

Suara.com - Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI I Ketut Kariyasa Adnyana, mendesak pemerintah segera menyiapkan sistem perlindungan dan pelayanan bagi lanjut usia (lansia). Persoalan ini dinilai semakin mendesak karena jumlah lansia di Indonesia terus bertambah.

Berdasarkan data Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) Badan Pusat Statistik (BPS), penduduk berusia 60 tahun ke atas kini mencapai sekitar 34,9 juta jiwa atau 11,97 persen dari total populasi Indonesia.

Jumlah tersebut diproyeksikan meningkat hingga sekitar 50-65 juta jiwa pada 2045, dengan proporsi mencapai sekitar 20 persen dari total penduduk.

“Angka ini menunjukkan bahwa persoalan lanjut usia bukan persoalan yang bisa kita tunda,” ujar Kariyasa, Selasa (29/9/2026).

Menurut dia, lonjakan jumlah lansia akan diikuti kebutuhan yang semakin kompleks, mulai dari pelayanan kesehatan, jaminan dan perlindungan sosial, perawatan jangka panjang, hingga perlindungan dari kekerasan dan penelantaran.

Karena itu, pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kesejahteraan Lanjut Usia dinilai tidak cukup jika hanya berorientasi pada pemberian bantuan sosial kepada lansia miskin.

Kariyasa mendorong perubahan paradigma agar lansia dipandang sebagai warga negara yang memiliki hak, martabat, kebutuhan, potensi, dan kesempatan untuk tetap berpartisipasi dalam kehidupan sosial.

“Lansia bukan sekadar objek yang harus dibantu, tetapi warga negara yang memiliki hak, martabat, potensi dan kesempatan untuk tetap berpartisipasi dalam kehidupan sosial,” tegasnya.

Pelayanan Lansia

baca juga

Ia juga menilai pelayanan terhadap lansia tidak semestinya dibedakan hanya berdasarkan status pekerjaan atau kemampuan ekonomi. Kondisi kesehatan, tingkat kemandirian, disabilitas, kebutuhan perawatan, hingga situasi sosial harus menjadi pertimbangan.

Selain itu, negara perlu menyiapkan sistem perawatan jangka panjang yang mencakup pelayanan geriatri, rehabilitasi, kesehatan mental, perawatan di rumah, layanan berbasis komunitas hingga perawatan paliatif.

“Jangan sampai persoalan lansia baru mendapatkan perhatian ketika sudah berada dalam kondisi darurat,” ujarnya.

Kariyasa juga meminta perlindungan terhadap lansia diperkuat, terutama dari kekerasan, penelantaran, diskriminasi, eksploitasi ekonomi, penyalahgunaan harta dan penipuan.

Di sisi lain, pemerintah dinilai perlu memiliki data lansia yang lebih lengkap dan terintegrasi.

Data tersebut tidak hanya mencatat jumlah penduduk lansia, tetapi juga kondisi kesehatan, sosial ekonomi, tingkat kemandirian, disabilitas, kepesertaan jaminan sosial hingga kebutuhan perawatan.

Pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah juga harus diperjelas agar kebijakan tidak berhenti pada aturan. Daerah harus memiliki kewenangan, standar pelayanan, dan dukungan anggaran yang memadai.

“RUU ini harus membangun pembagian tanggung jawab yang jelas antara pusat dan daerah,” katanya.

Kariyasa menegaskan pemerintah tidak boleh menunggu hingga jumlah lansia melonjak pada 2045 sebelum membangun sistem perlindungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pesan DPR ke Ombudsman Usai Bongkar Fasilitas Mewah Lapas: Jaga Diri, Jangan Kalian Kena Santet

Pesan DPR ke Ombudsman Usai Bongkar Fasilitas Mewah Lapas: Jaga Diri, Jangan Kalian Kena Santet

News | Selasa, 29 September 2026 | 19:14 WIB

Kejar Amanat MK, DPR Targetkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Rampung 8 Oktober

Kejar Amanat MK, DPR Targetkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Rampung 8 Oktober

News | Selasa, 29 September 2026 | 19:10 WIB

DPR Targetkan UU Pemilu Selesai Maret 2027

DPR Targetkan UU Pemilu Selesai Maret 2027

News | Selasa, 29 September 2026 | 18:16 WIB

Terkini

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 05:00 WIB

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

×