Efek Samping Kemoterapi Bisa Diminimalisir, Dokter Sebut Pasien Tak Perlu Takut Berobat Kanker

M. Reza Sulaiman

Senin, 21 Februari 2022 | 00:05 WIB
Efek Samping Kemoterapi Bisa Diminimalisir, Dokter Sebut Pasien Tak Perlu Takut Berobat Kanker
Ilustrasi terapi atau pengobatan kanker lewat kemoterapi. (Shutterstock)

Suara.com - Salah satu ketakutan yang dialami oleh pasien kanker saat ingin berobat adalah efek samping kemoterapi, yang disebut bisa menyebabkan kerontokan rambut hingga mual dan muntah yang hebat.

Dijelaskan oleh Kepala Departemen dan KSM Ilmu Kesehatan Anak RSUP Hasan Sadikin, Dr. dr. Susi Susanah, Sp.A(K), M.Kes, kemoterapi sebagai salah satu modalitas utama tatalaksana kanker berpotensi menyebabkan efek samping. Tapi katanya, risiko ini dapat diminimalisir.

"Risiko efek samping ini dapat diminimalisir melalui mitigasi dengan cara mengenal karakteristik obat kemoterapi, karakteristik pasien dan penanganan efek samping," kata dia dalam sebuah webinar.

Susi mengatakan, ada sejumlah efek samping yang bisa dirasakan pasien seperti nyeri, rambut rontok, konstipasi, diare, neurotoksisitas, mual dan muntah, demam hingga kebocoran cairan.

Siapa yang lebih berat mengalami efek kemoterapi, lelaki atau perempuan? (Shutterstock)
ilustrasi kemoterapi. (Shutterstock)

Efek samping ini berdasarkan waktu munculnya, bisa bersifat segera atau dalam 24 jam pertama seperti mual, muntah, kemerahan pada kulit, nyeri saat berkemih dan menggigil; dini atau atau hitungan hari hingga minggu misalnya stomatitis, rambut rontok, diare; bahkan tahunan seperti sirosis hepatis, keganasan dan infertilitas.

Pasien yang mengalami mual dan muntah karena kemoterapi dapat menurun kualitas hidupnya, ketidakseimbangan metabolik, anoreksia sehingga berujung malnutrisi, masa rawat inap yang lama dan terancamnya keberlangsungan hidup karena keterlambatan atau penundaan siklus kemoterapi.

"Faktor yang mempengaruhi kejadian mual dan muntah seperti tipe, dosis dan jadwal kemoterapi serta individu pasien yang dipengaruhi usia dan gender," kata Susi.

Menurut Susi, tenaga kesehatan umumnya sudah mengenali obat-obat kemoterapi yang menyebabkan mual dan muntah dengan derajat minimal atau ringan, sedang hingga tinggi. Pasien yang diberikan obat-obatan jenis high emetogenic umumnya akan mendapatkan antiemetik atau antimuntah sebelum kemoterapi dilakukan.

Selain mual dan muntah, pasien juga bisa merasakan efek mukositis yang dikaitkan dengan kemampuan nyeri, makan dan menelan pasien. Perawat, bisa bekerjasama dengan orangtua dan dokter untuk menjaga kebersihan rongga mulut pasien misalnya dengan berkumur, menyikat gigi sampai pada tahap yang terakhir memerlukan terapi medikamentosa.

baca juga

Di sisi lain, selama kemoterapi, pasien juga dapat berisiko mengalami kebocoran cairan atau obat sehingga obat yang diberikan melalui intravena bisa memunculkan gejala seperti nyeri, gangguan sensasi seperti bengkak, panas, kesemutan dan pendarahan. Kejadian ini bisa berkurang salah satunya dengan pemilihan vena yang sesuai.

Kemoterapi bertujuan menghancurkan sel-sel kanker dengan mempengaruhi sintesis atau fungsi DNA sehingga dapat menghambat atau merusak siklus sel kanker. Tetapi, terapi ini juga dapat menghancurkan sel-sel normal, sehingga di dalam pelayanan tatalaksana kemoterapi selain manfaat yang diambil, pasien kanker menghadapi risiko berupa efek samping, meskipun tidak selalu terjadi dan bersifat individual.

"Sebagian dapat diprediksi dan ini salah satu yang harus dikomunikasikan kepada orang tua dan pasiennya kalau (dia) sudah remaja. Antisipasi dalam memberikan kemoterapi khususnya pasien kanker anak yakni mengenali karakteristik obat kemoterapi, mengantisipasi efek samping sehingga bisa mempersiapkan penanganan efek samping tersebut dan persiapan selama dan pasca kemoterapi," jelas Susi.

Dia mengingatkan, dalam pemberian kemoterapi, ada banyak faktor yang harus diperhatikan yakni jenis kanker, stadium kanker, usia pasien, status kesehatan pasien dengan sebagian ada penyakit-penyakit yang menyertai. Menurut dia, peran perawat kompeten yang menjadi bagian dari tim multidisiplin tatalaksana kanker termasuk faktor penting dalam keberhasilan terapi. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Gitaris New Found Glory Chad Gilbert Meninggal Dunia Usai Berjuang Melawan Kanker Langka

Gitaris New Found Glory Chad Gilbert Meninggal Dunia Usai Berjuang Melawan Kanker Langka

Entertainment | Senin, 21 September 2026 | 12:15 WIB

Mengapa Pasien Kanker Bisa Dapat Pengobatan Berbeda Meski Diagnosisnya Sama? Ini Penjelasannya

Mengapa Pasien Kanker Bisa Dapat Pengobatan Berbeda Meski Diagnosisnya Sama? Ini Penjelasannya

Health | Jum'at, 18 September 2026 | 19:06 WIB

Bahaya Kabut Asap Karhutla: Bisa Turunkan Fungsi Paru hingga Picu Kanker

Bahaya Kabut Asap Karhutla: Bisa Turunkan Fungsi Paru hingga Picu Kanker

News | Jum'at, 18 September 2026 | 17:00 WIB

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Health | Senin, 14 September 2026 | 21:35 WIB

Cara Kerja Teknologi AI uMI Panvivo PET/CT, Bisa Bantu Deteksi Lesi Kanker Berukuran Sangat Kecil

Cara Kerja Teknologi AI uMI Panvivo PET/CT, Bisa Bantu Deteksi Lesi Kanker Berukuran Sangat Kecil

Health | Rabu, 09 September 2026 | 20:21 WIB

Review Rumah Singgah: Kanker Mengubah Masa Depan, Lalu Apa Arti Harapan?

Review Rumah Singgah: Kanker Mengubah Masa Depan, Lalu Apa Arti Harapan?

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 13:00 WIB

Mengintip Rumah Sakit Berbasis Stem Cell yang Usung Pengobatan Regeneratif hingga Vaksin Kanker

Mengintip Rumah Sakit Berbasis Stem Cell yang Usung Pengobatan Regeneratif hingga Vaksin Kanker

Health | Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:11 WIB

Kanker Paru Bukan Akhir Segalanya, Dukungan Jadi Kekuatan Pasien Jalani Pengobatan

Kanker Paru Bukan Akhir Segalanya, Dukungan Jadi Kekuatan Pasien Jalani Pengobatan

Health | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:15 WIB

IHSG Berpotensi Rebound, Saham Farmasi Meroket Imbas Temuan Terapi Kanker Termutakhir

IHSG Berpotensi Rebound, Saham Farmasi Meroket Imbas Temuan Terapi Kanker Termutakhir

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 08:56 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×