Mengapa Pasien Kanker Bisa Dapat Pengobatan Berbeda Meski Diagnosisnya Sama? Ini Penjelasannya

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 18 September 2026 | 19:06 WIB
Mengapa Pasien Kanker Bisa Dapat Pengobatan Berbeda Meski Diagnosisnya Sama? Ini Penjelasannya
Seorang dokter dengan sarung tangan biru memeriksa rontgen dada dengan pena, fokus pada diagnosis medis. (dok.Pexels/ Towfiqu barbhuiya)

Suara.com - Ketika seseorang didiagnosis kanker, jenis kanker menjadi informasi awal yang penting. Namun, diagnosis yang sama tidak selalu berarti pasien akan mendapat pengobatan yang sama.

Perkembangan teknologi kedokteran kini memungkinkan dokter menganalisis kanker hingga ke karakter biologis dan mutasi genetik pada sel tumor. Informasi tersebut dapat membantu menentukan terapi yang lebih sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.

Hal itu disampaikan Konsultan Senior Onkologi Medis OncoCare Cancer Centre, dr. Kevin Tay, dalam acara di Beautika, Panglima Polim, Melawai, Jakarta Selatan, Jumat (18/9).

Menurutnya, kanker, termasuk kanker paru, memiliki karakter biologis yang beragam.

"Lung cancer bukan hanya satu penyakit. Itu dibuat dari banyak jenis mutasi genetik yang berbeda," ujar dr. Kevin.

Perbedaan mutasi tersebut membuat kondisi biologis pasien kanker paru bisa berbeda satu sama lain. Karena itu, pilihan pengobatannya pun dapat berbeda.

Dokter tidak cukup hanya melihat jenis kanker. Karakter biologis dan mutasi genetik tumor juga perlu diperiksa untuk menentukan terapi yang paling sesuai dengan kondisi penyakit.

Kenali Mutasi untuk Menentukan Terapi

dr. Kevin Tay saat melakukan pemaparan dalam acara yang berlangsung di Beautika, Panglima Polim, Melawai, Jakarta Selatan, Jumat (18/9). (dok.pribadi/Nisa)
dr. Kevin Tay saat melakukan pemaparan dalam acara yang berlangsung di Beautika, Panglima Polim, Melawai, Jakarta Selatan, Jumat (18/9). (dok.pribadi/Nisa)

Salah satunya melalui pemeriksaan DNA dari jaringan tumor untuk mengetahui mutasi genetik pada sel kanker.

Pemeriksaan ini membantu dokter menemukan mutasi yang dapat menjadi target terapi. Hasilnya kemudian digunakan untuk mempertimbangkan targeted therapy, yakni pengobatan yang secara spesifik menyasar karakter tertentu pada kanker.

baca juga

"Jadi satu pasien lung cancer mungkin berbeda dengan pasien lung cancer berikutnya, karena mereka mungkin memiliki jenis mutasi yang berbeda. Dan mutasi-mutasi yang berbeda, mereka akan ditangani secara berbeda," tuturnya.

dr. Kevin mencontohkan pasien dengan mutasi EGFR (Epidermal Growth Factor Receptor), yaitu perubahan pada gen yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker secara tidak terkendali.

Pasien tersebut memiliki tumor berukuran sekitar sembilan sentimeter. Setelah menjalani terapi oral yang menargetkan mutasi tersebut selama enam bulan, ukuran tumor terlihat jauh lebih kecil dalam pemeriksaan.

Contoh tersebut menggambarkan prinsip targeted therapy: ketika target biologis kanker telah diketahui, dokter dapat memilih obat yang bekerja secara spesifik terhadap target tersebut.

Pendekatan serupa juga berkembang pada jenis kanker lain. dr. Kevin menyebut terapi oral untuk kanker pankreas yang menargetkan mutasi K-RAS, perubahan genetik yang dapat membuat sel tumbuh dan membelah secara terus-menerus.

Menurutnya, terapi tersebut telah mendapat persetujuan FDA (Food and Drug Administration) dan tersedia di Singapura.

Beragam Pilihan Pengobatan Kanker
Selain targeted therapy, pilihan pengobatan kanker kini juga mencakup antibody-drug conjugates (ADC). Terapi ini menggunakan antibodi untuk mengenali target tertentu dan mengantarkan obat langsung ke sel sasaran.

dr. Kevin mencontohkan ADC yang menargetkan HER2. Antibodi berfungsi sebagai "pintu masuk" untuk membawa obat ke dalam sel, kemudian obat dilepaskan setelah mencapai sasaran.

"Pada dasarnya, kita gunakan obat ini untuk masuk sebagai pintu masuk daripada kanker dan obat ini baru akan melepaskan kandungannya begitu sudah di dalam sel," paparnya.

Perkembangan ADC juga terlihat pada sejumlah jenis kanker lain, termasuk kanker ovarium dan limfoma. Meski demikian, terapi ini tetap memiliki efek samping sehingga pasien perlu menjalani pemantauan secara berkala.

Pilihan lainnya adalah imunoterapi, yang bekerja dengan membantu sistem kekebalan tubuh mengenali dan menyerang sel kanker.

Salah satu mekanismenya melibatkan PD-1 dan PD-L1. Pada kondisi tertentu, interaksi keduanya dapat menghambat sel T, bagian dari sistem kekebalan tubuh, untuk menyerang sel tumor.

Obat penghambat PD-1 bekerja dengan memblokir interaksi tersebut sehingga sel T dapat kembali mengenali dan menyerang tumor.

Namun, imunoterapi tidak memberikan hasil yang sama pada setiap pasien. Karena itu, pemilihannya tetap perlu disesuaikan dengan karakter biologis kanker.

Perkembangan lainnya adalah CAR T-Cell. Dalam terapi ini, sel T pasien diambil dan dimodifikasi di laboratorium sebelum dikembalikan ke tubuh untuk melawan sel kanker.

"Keunggulan dari perawatan ini adalah perawatan hanya butuh satu kali. Kita tidak perlu terus melakukan perawatan setiap tiga minggu, kita hanya perlu melakukan perawatan satu kali," katanya.

Saat ini, CAR T-Cell terutama digunakan untuk sejumlah jenis kanker darah, termasuk B-Cell Lymphoma, B-Cell Leukemia, dan Multiple Myeloma.

Beragam pilihan tersebut menunjukkan bahwa pengobatan kanker kini semakin disesuaikan dengan karakter biologis penyakit. Penanganannya tidak lagi hanya mengandalkan kemoterapi, tetapi juga mencakup terapi yang menargetkan mutasi atau karakter tertentu pada sel kanker.

"Cancer itu bukan hanya tentang kemoterapi. Ada opsi lain seperti targeted, antibody drug conjugates, dan immunotherapy," imbuhnya.

Sebelum menentukan terapi, pasien tetap perlu menjalani pemeriksaan untuk mengetahui karakter biologis kanker dan kemungkinan target pengobatannya.

Informasi tersebut menjadi dasar bagi dokter untuk menentukan pilihan terapi yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.

Penulis: Chairunisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahaya Kabut Asap Karhutla: Bisa Turunkan Fungsi Paru hingga Picu Kanker

Bahaya Kabut Asap Karhutla: Bisa Turunkan Fungsi Paru hingga Picu Kanker

News | Jum'at, 18 September 2026 | 17:00 WIB

Cak Imin Ingatkan Manfaat JKN: Sakit Tak Boleh Bikin Keluarga Jatuh Miskin

Cak Imin Ingatkan Manfaat JKN: Sakit Tak Boleh Bikin Keluarga Jatuh Miskin

News | Selasa, 15 September 2026 | 16:04 WIB

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Health | Senin, 14 September 2026 | 21:35 WIB

Terkini

Cuaca Panas Terik? Ini 5 Mist Spray Aloe Vera untuk Menyegarkan Kulit Wajah

Cuaca Panas Terik? Ini 5 Mist Spray Aloe Vera untuk Menyegarkan Kulit Wajah

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 19:00 WIB

Ini Dia Giuseppe Garibaldi, Kapal Induk Hibah Italia untuk TNI AL

Ini Dia Giuseppe Garibaldi, Kapal Induk Hibah Italia untuk TNI AL

Foto | Jum'at, 18 September 2026 | 18:58 WIB

Dari Romcom hingga Aksi, 5 Drama Korea 2026 Ini Wajib Masuk Watchlist

Dari Romcom hingga Aksi, 5 Drama Korea 2026 Ini Wajib Masuk Watchlist

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 18:50 WIB

Militer AS Akui Miliki Senjata di Luar Angkasa, Apa Respon China?

Militer AS Akui Miliki Senjata di Luar Angkasa, Apa Respon China?

Tekno | Jum'at, 18 September 2026 | 18:48 WIB

Detik-Detik Crane Proyek Tol Surabaya-Gempol Terguling, Tiang Listrik Ikut Ambruk

Detik-Detik Crane Proyek Tol Surabaya-Gempol Terguling, Tiang Listrik Ikut Ambruk

Jatim | Jum'at, 18 September 2026 | 18:44 WIB

3 Keunggulan Air Purifier Terbaik Daikin untuk Wujudkan Hunian Sehat

3 Keunggulan Air Purifier Terbaik Daikin untuk Wujudkan Hunian Sehat

Tekno | Jum'at, 18 September 2026 | 18:36 WIB

Genjot Penjualan, Emiten MARK Bidik Pasar Internasional

Genjot Penjualan, Emiten MARK Bidik Pasar Internasional

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 18:33 WIB

Hyundai Stargazer Cartenz Punya Fitur 'Anti Pegal' Hadapi Macet hingga Tanjakan, Cocok Buat Keluarga

Hyundai Stargazer Cartenz Punya Fitur 'Anti Pegal' Hadapi Macet hingga Tanjakan, Cocok Buat Keluarga

Otomotif | Jum'at, 18 September 2026 | 18:31 WIB

Warga Cilincing Minta Kompensasi Jangka Panjang Imbas Debu Proyek KCN

Warga Cilincing Minta Kompensasi Jangka Panjang Imbas Debu Proyek KCN

News | Jum'at, 18 September 2026 | 18:30 WIB

NASA Pensiunkan Laptop ThinkPad Setelah 33 Tahun di ISS, Apa Penggantinya?

NASA Pensiunkan Laptop ThinkPad Setelah 33 Tahun di ISS, Apa Penggantinya?

Tekno | Jum'at, 18 September 2026 | 18:30 WIB

×