Cara Membuat Sabun Ekoenzim

Liberty Jemadu

Rabu, 23 Februari 2022 | 23:12 WIB
Cara Membuat Sabun Ekoenzim
Cara membuat sabun ekoenzim - yang lebih ramah lingkungan dibandingkan sabun biasa - penting diketahui di tengah pandemi Covid-19. Foto: Ilustrasi larutan ekoenzim yang dibuat dari sampah. [Dok Kementerian LHK]

Suara.com - Dwi Endah Kusumawati, dosen pada program studi Farmasi Universitas Islam Sultan Agung, Semarang membeberkan cara membuat sabun ekoenzim, yang diyakininya bisa mendukung kebiasaan cuci tangan di tengah pandemi Covid-19 dan sekaligus mendorong penggunaan sabun ramah lingkungan. Berikut paparannya seperti dikutip dari The Conversation:

Pandemi Covid-19 memperkuat kesadaran kita untuk membiasakan cuci tangan pakai sabun. Kebiasaan ini dipercaya sebagai salah satu cara yang efektif untuk mencegah infeksi atau penyakit.

Namun, meluasnya kebiasaan ini turut meningkatkan risiko polusi perairan dari limbah sisa pembuangan air sabun. Sebab, komponen utama penyusun sabun atau detergen di pasaran adalah LAS (Linier Alkilbenzena Sulfonat). Zat ini merupakan hasil pengolahan minyak bumi yang sulit diurai oleh bakteri dalam perairan.

Hari Peduli Sampah Nasional pada 22 Februari dapat menjadi momentum kesadaran kita untuk mengurangi sampah dan polusi perairan. Ketergantungan kita terhadap sumber daya fosil juga bisa dikurangi.

Salah satu caranya dengan membuat sabun sendiri dari fermentasi sampah organik rumah tangga. Hasil fermentasi sampah tersebut dapat diolah menjadi enzim sampah atau ekoenzim, yaitu cairan dengan aroma asam/segar, dan berwarna coklat gelap.

Ekoenzim memiliki khasiat yang banyak, yaitu dapat digunakan sebagai pembersih sayur dan buah, penangkal serangga serta sebagai penyubur tanaman/pupuk. Sedangkan dalam bidang kesehatan, ekoenzim dapat dimanfaatkan sebagai disinfektan alami dan pembersih tangan. Sejumlah studi juga menganalisis manfaat ekoenzim dalam proses peningkatan kualitas air.

Segudang manfaat itu berasal dari sifat ekoenzim yang asam seperti cuka. Sifat inilah yang akhirnya berguna untuk membunuh kuman-kuman. Kandungan organiknya juga membuat ekoenzim mudah terdegradasi dalam air.

Selain banyak khasiat, pembuatan ekoenzim sangat mudah. Bahan-bahan yang digunakan sangat sederhana dan sering ditemui dalam rumah tangga. Dengan membuat sendiri ekoenzim, kita dapat menghemat pengeluaran bulanan, terutama untuk pembelian sabun dan bahan pembersih lainnya.

Bagaimana cara membuatnya?

baca juga
  1. Siapkan sampah dapur yang berupa kulit buah atau sisa potongan sayur mentah, lalu potong kecil-kecil.

  2. Potongan sampah dapur kemudian dimasukkan ke dalam botol/stoples bekas yang sudah berisi air gula merah. Perbandingan takarannya adalah 3 : 1 : 10 (misalnya: 300 gram sampah organik, 100 gram gula merah, 1000 ml air)

  3. Tutup wadah dengan rapat, lalu diamkan selama 90 hari di tempat sejuk (sesekali bukalah tutup wadah). Cairan ini lah yang kemudian kita sebut sebagai ekoenzim.

Mengolah ekoenzim menjadi sabun

Cairan ekoenzim selanjutnya dapat kita diolah menjadi sabun.

Kita dapat menggunakan peralatan rumah tangga seperti ember besar atau stoples yang bertutup, panci stainless, kompor, alat pengaduk berbahan kayu, dan botol sabun atau botol bekas minuman kemasan yang sudah dibersihkan.

Enzim tersebut nantinya dicampurkan dengan air dan Methyl Ester Sulfonate atau MES. MES dapat dengan mudah kita dapatkan di toko bahan kimia ataupun di situs e-commerce (aplikasi lokapasar). Perbandingan bahan yang digunakan adalah 6 kg MES : 15 kg air : 4 kg ekoenzim.

Berikut merupakan langkah pembuatan sabun ekoenzim:

  1. Larutkan MES dalam air di ember atau panci (dengan perbandingan 6 : 15). Pastikan bahwa MES sudah larut (berwarna putih).

  2. Diamkan campuran tersebut selama 2 jam. Namun, aduklah campuran tersebut ( selama 2 menit) setiap 15 menit.

  3. Panaskan campuran bahan tersebut di atas kompor dengan api bersuhu kurang lebih 65 derajat Celcius.

  4. Aduk campuran bahan selama kurang lebih 10-15 menit hingga mengental dan berwarna kekuningan dan bening.

  5. Matikan api kompor. Angkat campuran dan biarkan sampai dingin. Masukkan cairan ekoenzim ke dalam campuran bahan. Aduk hingga merata.

  6. Sabun organik berbahan ekoenzim sudah jadi dan siap pakai. Pindahkan ke botol sabun atau botol minuman kemasan. Sabun cair ekoenzim yang siap pakai memiliki tekstur agak kental, berwarna coklat, dan beraroma segar.

Eko-enzim untuk memberdayakan masyarakat

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sampah Organik Masih Menumpuk di Bali, Warga Benoa Diajak Ubah Limbah Jadi Ekoenzim

Sampah Organik Masih Menumpuk di Bali, Warga Benoa Diajak Ubah Limbah Jadi Ekoenzim

Lifestyle | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:30 WIB

Kurangi Limbah Deterjen, Binatu di Tangsel Gunakan Ekoenzim Buatan Sendiri

Kurangi Limbah Deterjen, Binatu di Tangsel Gunakan Ekoenzim Buatan Sendiri

Foto | Senin, 25 Mei 2026 | 18:26 WIB

Terkini

Sustainability Tak Harus Rumit, Ini Cara Memulai Gaya Hidup Ramah Lingkungan dari Keseharian

Sustainability Tak Harus Rumit, Ini Cara Memulai Gaya Hidup Ramah Lingkungan dari Keseharian

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:11 WIB

KBRI Riyadh Minta WNI Waspada Usai Serangan Houthi Guncang Arab Saudi

KBRI Riyadh Minta WNI Waspada Usai Serangan Houthi Guncang Arab Saudi

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:08 WIB

Sindikat Narkoba Malang: Polisi Gulung 175 Tersangka, Sita Sabu Kiloan hingga 2 Ton Kimia

Sindikat Narkoba Malang: Polisi Gulung 175 Tersangka, Sita Sabu Kiloan hingga 2 Ton Kimia

Malang | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:07 WIB

Kondisi Keuangan Berubah, 4 Shio Ini Berpeluang Dapat Rezeki Setelah 10 Oktober 2026

Kondisi Keuangan Berubah, 4 Shio Ini Berpeluang Dapat Rezeki Setelah 10 Oktober 2026

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:05 WIB

Raja Malaysia Minta Sekolah Ditutup Jika Pencemaran Udara Kebakaran Hutan Makin Parah

Raja Malaysia Minta Sekolah Ditutup Jika Pencemaran Udara Kebakaran Hutan Makin Parah

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:03 WIB

Review Novel Burung-Burung Manyar: Saat Perang dan Sejarah Merenggut Tempat Kita Pulang

Review Novel Burung-Burung Manyar: Saat Perang dan Sejarah Merenggut Tempat Kita Pulang

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Karhutla Palangka Raya Meluas, 1.407 Hektare Lahan Terbakar

Karhutla Palangka Raya Meluas, 1.407 Hektare Lahan Terbakar

Foto | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Gerebek Sarang Narkoba di RE Martadinata, Polresta Bandar Lampung Ringkus 2 Pengedar dan 1 Pemakai

Gerebek Sarang Narkoba di RE Martadinata, Polresta Bandar Lampung Ringkus 2 Pengedar dan 1 Pemakai

Lampung | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 06:59 WIB

Babak Baru Ijazah Gibran, Denny Indrayana cs Mau Audiensi ke DPR, DPD, hingga MPR

Babak Baru Ijazah Gibran, Denny Indrayana cs Mau Audiensi ke DPR, DPD, hingga MPR

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 06:53 WIB

Hasil Drawing IBL All Indonesian 2026: Satria Muda dan Dewa United Pisah Grup

Hasil Drawing IBL All Indonesian 2026: Satria Muda dan Dewa United Pisah Grup

Sport | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 06:43 WIB

×