Cegah Risiko Kanker dan Kolesterol, Ini 3 Hal yang Harus Dihindari saat Membuat MPASI

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 25 Februari 2022 | 17:53 WIB
Cegah Risiko Kanker dan Kolesterol, Ini 3 Hal yang Harus Dihindari saat Membuat MPASI
Ilustrasi MPASI. (Shutterstock)

Suara.com - Pola makan anak harus diatur sedini mungkin, salah satunya dengan menerapkan makanan pendamping ASI (MPASI) yang tepat. Hal ini perlu dilakukan agar anak terhindar dari berbagai penyakit seperti kanker, kolesterol dan gangguan pembuluh darah,

Diungkap Dokter sekaligus Penulis, Handrawan Nadesul bahwa sejak kecil orangtua harus mengatur citarasa lidah anak terhadap makanan. Anak harus dibiasakan mengenali citarasa makanan sehat, karena akan mempengaruhi kesehatannya di masa depan.

"Jadi lidah anak itu citarasanya bentuk dan dilatih oleh ibu. Jadi kalau meja makan ibu asin, maka sampai tua anak itu suka asin," ujar dr. Handrawan dalam acara peluncuran dan diskusi buku 'Masa Depan Anak Indonesia Terganggu Susu Kental Manis' di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (25/2/2022).

Berikut ini hal yang harus dihindari saat ini membuat MPASI agar anak sehat di masa depan, versi dr. Handrawan yang berhasil dirangkum suara.com:

Ilusrasi MPASI (Shutterstock)
Ilusrasi MPASI (Shutterstock)

1. Hindari Bahan Tambahan Pangan

Menurut dokter yang juga seorang penyair itu, bayi tidak boleh diberikan banyak garam, termasuk makanan seperti mi instan dan bakso olahan yang mengandung banyak garam saat proses pembuatannya.

Ini karena garam masuk pada bahan tambahan pangan atau yang biasa disebut food additive. Food additive biasanya ditambahkan dalam makanan olahan.

"Nah, itu yang tidak menyehatkan, makanya itu seperti bakso, bayi di Indonesia sejak awal sudah keracunan bumbu, kita sebut food additive. Food additive itu salah satu penyebab kanker," terang dr. Handrawan.

2. Pewarna Makanan Terlarang yang Tak Disadari

baca juga

Meski terkesan berbahaya, tapi banyak orangtua tidak menyadari anak kecil banyak mengonsumsi makanan ini. Misalnya, jika sejak kecil dalam MPASI atau anak di bawah 2 tahun sudah mengonsumsi saus tomat merah sejak kecil.

Menurut dr. Handrawan banyak ditemukan dalam saus tomat merah atau kerupuk merah yang mengandung rhodamin B, salah satu serbuk kristal berwarna hijau atau ungu kemerahan, tidak berbau, dan mudah larut dalam larutan merah terang.

"Jadi kenapa di Indonesia kanker banyak menyerang orang tidak mampu, karena makanannya kerupuk merah itu rhodamin B, saus tomat merah itu rhodamin B. Berpuluh-puluh tahun konsumsi itu, kanker," tuturnya.

3. Terlalu Cepat Diberikan Makanan Padat

Perlu diketahui pencernaan anak bayi belum berkembang sempurna, sehingga tekstur makanan perlu diberikan secara bertahap dari yang sangat cair seperti ASI, makanan lembut seperti bubur, hingga makanan padat.

Tapi, kata dr. Handrawan, orangtua diminta tidak terlalu cepat membiarkan anak mengonsumsi makanan padat, karena akan menyebabkan gangguan pembuluh darah.

"Jadi kasihan dari kecil kualitas pembuluh darahnya sudah jelek, dan kelebihan kolesterol darah. Jadi anak kalau terlalu cepat diberi makanan padat, dia akan cenderung punya bakat kelebihan kolesterol," tutup dr. Handrawan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada! Ada Dokter Gadungan Rawat 169 Pasien Kanker, Ngaku Tak Bersalah dan Siapkan Vaksin Kanker

Waspada! Ada Dokter Gadungan Rawat 169 Pasien Kanker, Ngaku Tak Bersalah dan Siapkan Vaksin Kanker

News | Minggu, 01 November 2026 | 22:00 WIB

Tak Semua Pasien Kanker Payudara Harus Jalani Mastektomi, Ada Pilihan Operasi Lain

Tak Semua Pasien Kanker Payudara Harus Jalani Mastektomi, Ada Pilihan Operasi Lain

Health | Minggu, 01 November 2026 | 15:57 WIB

Perkuat Layanan Kanker, Pemprov DKI Resmikan Pusat Onkologi

Perkuat Layanan Kanker, Pemprov DKI Resmikan Pusat Onkologi

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:57 WIB

RSUD Pasar Minggu Buka Pusat Kanker Terpadu untuk Pasien Lintas Daerah

RSUD Pasar Minggu Buka Pusat Kanker Terpadu untuk Pasien Lintas Daerah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:42 WIB

Kenapa Vaksin HPV Diberikan Sejak Anak-anak? Ini Penjelasan Kemenkes

Kenapa Vaksin HPV Diberikan Sejak Anak-anak? Ini Penjelasan Kemenkes

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:34 WIB

Sering Makan Enak tapi Jarang Gerak? Anak Muda Juga Perlu Peduli Kolesterol

Sering Makan Enak tapi Jarang Gerak? Anak Muda Juga Perlu Peduli Kolesterol

Health | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:17 WIB

Bolehkah Bayi di Bawah 1 Tahun Diberi Biskuit Marie Regal? Ini Aturan dan Batasan Usianya

Bolehkah Bayi di Bawah 1 Tahun Diberi Biskuit Marie Regal? Ini Aturan dan Batasan Usianya

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 17:01 WIB

Pink October, Ribuan Perempuan Indonesia Rasakan Manfaat Layanan Mamografi Gratis Pertamina

Pink October, Ribuan Perempuan Indonesia Rasakan Manfaat Layanan Mamografi Gratis Pertamina

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 21:21 WIB

Peringati Bulan Kesadaran Kanker Payudara, Zymuno Essential Dorong Pemenuhan Nutrisi & Deteksi Dini

Peringati Bulan Kesadaran Kanker Payudara, Zymuno Essential Dorong Pemenuhan Nutrisi & Deteksi Dini

Health | Minggu, 25 Oktober 2026 | 15:31 WIB

Pengobatan Kanker Bukan Perjalanan Singkat, Pentingnya Layanan yang Terintegrasi

Pengobatan Kanker Bukan Perjalanan Singkat, Pentingnya Layanan yang Terintegrasi

Health | Minggu, 25 Oktober 2026 | 13:09 WIB

Terkini

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

News | Kamis, 05 November 2026 | 23:14 WIB

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 22:44 WIB

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 22:38 WIB

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Jabar | Kamis, 05 November 2026 | 22:34 WIB

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 22:25 WIB

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:20 WIB

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:10 WIB

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:02 WIB

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:55 WIB

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 21:52 WIB

×