- Shinichi Harada menyamar sebagai dokter palsu dan menangani 169 pasien kanker di Osaka sejak September 2024 hingga April 2025.
- Pengadilan Distrik Osaka menjatuhkan vonis lima tahun penjara pada hari Kamis karena tindakan praktik medis ilegal tersebut.
- Terdakwa juga melakukan penipuan skema investasi vaksin kanker fiktif yang merugikan seorang kenalannya senilai 30 juta yen.
Suara.com - Seorang pria di Osaka, Jepang, nekat menyamar sebagai dokter lulusan Universitas Kyoto dan menangani 169 pasien kanker tanpa memiliki izin praktik medis yang sah.
Aksi penipuan yang berlangsung selama puluhan tahun itu berujung hukuman lima tahun penjara.
Pria bernama Shinichi Harada, 67, tersebut dijatuhi hukuman oleh Pengadilan Distrik Osaka pada Kamis. Ia diketahui merupakan mantan eksekutif sebuah perusahaan.
Mengutip laporan media Jepang, Harada menjalankan 417 sesi konsultasi dan menerbitkan resep obat bagi pasien di sebuah klinik kanker di Distrik Kita, Osaka. Praktik ilegal itu berlangsung pada September 2024 hingga April 2025.
Jaksa mengungkapkan, Harada telah menggunakan identitas palsu sebagai dokter selama sekitar 30 tahun.

Padahal, ia tidak memiliki kualifikasi maupun lisensi yang diperlukan untuk menjalankan praktik kedokteran.
Fakta lain yang terungkap dalam persidangan tak kalah mengejutkan.
Harada diduga mulai berpura-pura menjadi dokter, antara lain, untuk meningkatkan peluang menjalin hubungan asmara dengan perempuan.
Selain praktik medis ilegal, Harada juga menghadapi tuduhan penipuan terhadap seorang kenalannya.
Harada diduga mengelabui korban hingga mengalami kerugian sekitar 30 juta yen atau setara Rp773 juta melalui skema investasi vaksin kanker yang ternyata tidak pernah ada.
Pengadilan menilai tindakan Harada sebagai pelanggaran serius karena merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi dan profesi medis.
Meski jaksa menuntut hukuman enam tahun penjara, majelis hakim akhirnya menjatuhkan vonis lima tahun penjara.
Dalam persidangan, Harada mengakui telah menjalankan praktik medis tanpa izin.
Namun, ia membantah tuduhan penipuan dan berdalih telah menjelaskan risiko investasi kepada orang yang bersangkutan serta tidak pernah berniat memperdayanya.