Sebagian Besar Gejala Penyakit Jantung Bawaan Sering Terabaikan, Apa Sebab?

Bimo Aria Fundrika

Senin, 21 Maret 2022 | 11:36 WIB
Sebagian Besar Gejala Penyakit Jantung Bawaan Sering Terabaikan, Apa Sebab?
Ilustrasi bayi baru lahir (Unsplash/Isaac Quesada)

Suara.com - Angka kejadian penyakit jantung bawaan di Indonesia hingga kini tercatat masih relatif tinggi. Data terbaru mencatat bahwa angka kejadian PJB setiap tahunnya di Indonesia mencapai 43.200 dari total 4,8 juta kelahiran hidup.

Dalam paparannya, dokter spesialis jantung dr. Radityo Prakoso, Sp.JP(K), menyatakan bahwa dari angka tersebut, 30 persen di antaranya memperlihatkan gejala pada minggu-minggu pertama kehidupan di mana sebagian besar pasien PJB terabaikan (tidak ditangani dengan benar).

"PJB dapat disebabkan karena malnutrisi atau infeksi yang dialami selama masa kehamilan. Masalah utama dari PJB adalah diagnosa dini dan penanganan, karena tidak meratanya sebaran fasilitas yang dapat menangani PJB di Indonesia, sehingga banyak kasus PJB yang berakhir dengan kematian," kata Radityo dalam webinar Penanganan Kasus Jantung Bawaan yang diadakan Heartology Cardiovascular Center dan Brawijaya Hospital Saharjo berkolaborasi dengan Yayasan Jantung Indonesia (YJI), baru-baru ini.

Ilustrasi jantung (Elements Envato)
Ilustrasi jantung (Elements Envato)

Ia mengatakan, bahwa masalah utama dari PJB adalah diagnosa dini dan penanganan. Karena tidak meratanya sebaran fasilitas yang dapat menangani PJB di Indonesia, sehingga banyak kasus PJB yang berakhir dengan kematian.

Dewasa ini, seiring dengan kemajuan teknologi di bidang kedokteran, khususnya dalam bidang intervensi kardiologi anak, sebagian anak penderita PJB tidak perlu lagi mengalami operasi atau pembedahan terbuka. Metode pilihan utama untuk menangani kasus PJB tertentu adalah prosedur intervensi menggunakan kateter.

"Intervensi menggunakan kateter memiliki beberapa keuntungan di antaranya risiko/ komplikasi relatif lebih rendah, masa rawat di rumah sakit dan waktu pemulihan yang lebih singkat, serta biaya yang lebih murah. Selain itu, waktu pengerjaan tindakan juga lebih singkat," kata dia.

Adapun prosedur yang dilakukan dalam program ini meliputi 2 prosedur PDA (Patent Ductus Arteriosus) Closure untuk bayi berusia 9 bulan, serta 1 prosedur ASD (Atrial Septal Defect) Closure untuk anak berusia 8 tahun. PDA merupakan kondisi di mana pembuluh darah yang menghubungkan aorta dan arteri paru tetap terbuka.

Kemudian lubang ditutup menggunakan device Penutupan PDA. Sedangkan ASD merupakan kondisi di mana adanya lubang pada serambi jantung yang mengakibatkan aliran darah menjadi tidak normal yang kemudian ditutup dengan device Penutupan ASD.

dr. Radityo menjelaskan bahwa tindakan intervensi kateter ini dilakukan dengan metode zero fluroskopi (tanpa radiasi). Radiasi diketahui dapat menimbulkan efek jangka panjang untuk pasien, dokter dan tim laboratorium kateterisasi. dr. Ario menambahkan, bahwa prosedur ini menggunakan bantuan imaging murni dari ekokardiografi.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Abaikan Sakit Leher dan Bahu, Ini Bisa Jadi Masalah Kesehatan Serius!

Jangan Abaikan Sakit Leher dan Bahu, Ini Bisa Jadi Masalah Kesehatan Serius!

Health | Jum'at, 18 Maret 2022 | 15:04 WIB

5 Makanan yang Mencegah Penyakit Jantung, Ada Kacang Hingga Bawang Putih

5 Makanan yang Mencegah Penyakit Jantung, Ada Kacang Hingga Bawang Putih

Your Say | Kamis, 17 Maret 2022 | 12:26 WIB

Dampak Buruk Konsumsi Daging Merah dan Olahannya, Terlebih Bagi Pengidap Kolesterol Tinggi

Dampak Buruk Konsumsi Daging Merah dan Olahannya, Terlebih Bagi Pengidap Kolesterol Tinggi

Health | Rabu, 16 Maret 2022 | 20:55 WIB

Terkini

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:57 WIB

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:45 WIB

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:57 WIB

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

News | Rabu, 30 September 2026 | 23:12 WIB

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 22:41 WIB

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 22:34 WIB

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 22:20 WIB

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

News | Rabu, 30 September 2026 | 22:15 WIB

×