Pilih Tahnik atau Vaksinasi, Mana yang Baik Untuk Imunitas Anak? Dokter Zaidul Abbar Ungkap Jawabannya

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 22 Maret 2022 | 10:46 WIB
Pilih Tahnik atau Vaksinasi, Mana yang Baik Untuk Imunitas Anak? Dokter Zaidul Abbar Ungkap Jawabannya
Sumber foto: Tangkap layar YouTube.com / dr. Zaidul Akbar Official / https://www.youtube.com/watch?v=6IKHarZIVPM

Suara.com - Jauh sebelum ilmu kedokteran modern berkembang, Nabi Muhammad SAW telah mengajarkan kepada umat Islam mengenai kiat – kiat untuk menjaga kesehatan tubuh serta mencegah tubuh agar tidak terserang suatu penyakit atau virus. Begitupun untuk bayi yang baru lahir. Hal tersebut disampaikan oleh dr. Zaidul Akbar dalam channel YouTube dr. Zaidaul Akbar Official.

Dalam video tersebut ada pertanyaan dari salah satu penanya, yang melontarkan pertanyaan tentang memilih vaksinasi atau imunisasi yang prosesnya kerap bersinggungan dengan material babi. 

Lantas dr. Zaidul Akbar menjawab, “apa yang dikerjakan Nabi itu pasti benar, enggak mungkin Nabi mencotohkan yang keliru. Jadi sebenarnya kalau boleh, ini panjang ceritanya. Cerita tentang tahnik itu panjang sekali. Enggak bisa diceritakan sekarang, jadi yang jelas saya katakan, ikutin saja apa yang dicontohkan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW,” jawabnya.

Ia menegaskan bahwa yang disampaikan Nabi Muhammad SAW adalah benar. Dan Nabi tidak akan pernah melakukan sesuatu yang membahayakan umat. 

Puasa di bulan Ramadan merupakan kewajiban bagi umat Islam. Namun tak hanya sekadar kewajiban, puasa juga memiliki manfaat kesehatan yang baik bagi tubuh.
Puasa di bulan Ramadan merupakan kewajiban bagi umat Islam. Namun tak hanya sekadar kewajiban, puasa juga memiliki manfaat kesehatan yang baik bagi tubuh.

“Mengenai vaksin tadi, atau imunisasi. Saya pribadi menyerahkan semuanya pada bapak - ibu semuanya. Jadi kan kita yang bertanggungjawab kepada Allah SWT bukan orang lain. Ada cara – cara untuk menjaga kesehatan, tapi ingat kita berpedomannya kepada Al – Quran dan Sunnah Nabi. Kata Nabi, yang halal jelas, yang haram jelas, diantara keduanya adalah subhat,” jelasnya.

“Jadi misalkan bapak - ibu ragu, saya nggak mau deh imuniasi anak, karena ada yang tidak halal di situ, ya silakan. Tafadhol. Karena punya hak mengenai keimanan, tapi kalau anda mengatakan nggak apa – apa lah, ini darurat. Menurut anda darurat, supaya bayi saya sehat, tafadhol juga,” imbuhnya.

dr. Zaidul Akbar juga menegaskan bahwa, sebenarnya pola – pola menjaga kesehatan dan mencegah diri dari serangan penyakit atau virus sudah dijelaskan di Al – Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. “Dikembalikan semua pada kita. Jadi ini kembali kepada keyakinan atau iman kita,” katanya.

Kontributor : Agung Kurniawan

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Lonjakan Kasus Covid, Binda Aceh Gencarkan Vaksinasi

Cegah Lonjakan Kasus Covid, Binda Aceh Gencarkan Vaksinasi

News | Selasa, 22 Maret 2022 | 10:30 WIB

Tak Ada Lagi Daerah PPKM Level 4, Kemendagri Instruksikan Kepala Daerah Di Jawa-Bali Perbanyak Vaksinasi Covid-19

Tak Ada Lagi Daerah PPKM Level 4, Kemendagri Instruksikan Kepala Daerah Di Jawa-Bali Perbanyak Vaksinasi Covid-19

News | Selasa, 22 Maret 2022 | 09:51 WIB

Capaian Vaksinasi Penguat di Kabupaten Cirebon Baru Lima Persen dari Target

Capaian Vaksinasi Penguat di Kabupaten Cirebon Baru Lima Persen dari Target

Jabar | Selasa, 22 Maret 2022 | 07:00 WIB

Terkini

Arti Mimpi Pindah Rumah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Pertanda Perubahan?

Arti Mimpi Pindah Rumah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Pertanda Perubahan?

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 11:30 WIB

Rp11 Triliun untuk Rekening Massal: Kebijakan Publik Kehilangan Prioritas?

Rp11 Triliun untuk Rekening Massal: Kebijakan Publik Kehilangan Prioritas?

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 11:30 WIB

Arab Saudi Tembak Jatuh 2 Drone Houthi yang Mengincar Wilayah Riyadh

Arab Saudi Tembak Jatuh 2 Drone Houthi yang Mengincar Wilayah Riyadh

News | Sabtu, 26 September 2026 | 11:29 WIB

Kenangan Surya Paloh Pernah Larang Guruh Soekarnoputra Jadi Ketum Partai

Kenangan Surya Paloh Pernah Larang Guruh Soekarnoputra Jadi Ketum Partai

News | Sabtu, 26 September 2026 | 11:26 WIB

Bupati Gowa Tersangka, Gubernur Sulsel: Wakilnya Menjalankan Pemerintahan Sementara

Bupati Gowa Tersangka, Gubernur Sulsel: Wakilnya Menjalankan Pemerintahan Sementara

Sulsel | Sabtu, 26 September 2026 | 11:21 WIB

Cara Pakai Cleanser Sekaligus Masker Viva untuk Cegah Kerutan pada Kulit Kering

Cara Pakai Cleanser Sekaligus Masker Viva untuk Cegah Kerutan pada Kulit Kering

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 11:20 WIB

TP2DD Jatim Raih Penghargaan, Gubernur Khofifah Pastikan Digitalisasi Bermanfaat bagi Masyarakat

TP2DD Jatim Raih Penghargaan, Gubernur Khofifah Pastikan Digitalisasi Bermanfaat bagi Masyarakat

Jatim | Sabtu, 26 September 2026 | 11:20 WIB

Benjamin Netanyahu Sembunyikan Peringatan UEA Soal Ancaman Serangan Besar Hamas

Benjamin Netanyahu Sembunyikan Peringatan UEA Soal Ancaman Serangan Besar Hamas

News | Sabtu, 26 September 2026 | 11:11 WIB

Karhutla Terus Berulang, APHI Soroti Masalah Tata Kelola Lahan dan Ekonomi Warga

Karhutla Terus Berulang, APHI Soroti Masalah Tata Kelola Lahan dan Ekonomi Warga

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 11:10 WIB

Dari Lapas Sukamiskin ke Cibinong, Mengapa Kasus Kamar Mewah Napi Terus Berulang?

Dari Lapas Sukamiskin ke Cibinong, Mengapa Kasus Kamar Mewah Napi Terus Berulang?

News | Sabtu, 26 September 2026 | 11:04 WIB

×