Seorang Pakar Mengungkap bahwa Varian Virus Corona Baru akan Muncul 2 Tahun Mendatang

Cesar Uji Tawakal, Shevinna Putti Anggraeni

Sabtu, 26 Maret 2022 | 14:28 WIB
Seorang Pakar Mengungkap bahwa Varian Virus Corona Baru akan Muncul 2 Tahun Mendatang
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

Suara.com - Lonjakan kasus virus corona Covid-19 yang sekarang terjadi dikaitkan dengan subvarian B2, yang diketahui lebih menular daripada varian Omicron aslinya.

Munculnya varian virus corona baru seperti varian Omicron ini terus menimbulkan ancaman bagi masyarakat umum, meskipun tingkat vaksinasi sudah meluas.

Sir Profesor Chris Whitty, Kepala Petugas Medis Inggris pun memperingatkan kemungkinan besar akan ada varian virus corona baru yang lebih buruk dari varian Omicron. Varian ini akan muncul dalam 2 tahun ke depan.

Kemunculan varian virus corona baru ini akan membuat fase pandemi berikutnya penuh dengan ketidakpastian. Ia pun mengisyaratkan perlunya pembatasan atau mana penguncian di masa mendatang.

Prof Whitty mengatakan pandemi virus corona Covid-19 ini masih melalui jalan yang sangat panjang dan terus memberi kejutan.

Ilustrasi virus corona Covid-19. (Pixabay/Engin_Akyurt)
Ilustrasi virus corona Covid-19. (Pixabay/Engin_Akyurt)

Ia juga bersikeras bahwa varian virus corona yang sekarang muncul ini menimbulkan ancaman kematian seperti flu.

Munculnya varian virus corona baru yang lebih berbahaya bisa mengubah keseimbangan risiko kita secara signifikan.

Sir Chris mengatakan ketegangan dapat menyebabkan masalah yang lebih buruk daripada varian Omicron dan tantangan dari ketegangan ini sama sekali tidak sepele.

Para peneliti percaya salah satu faktor utama di balik peningkatan kasus virus corona sekarang ini dipengaruhi oleh subvarian BA2, turunan dari varian Omicron.

baca juga

Varian Omicron asli ini dikenal asebagai subvarian BA1, yang menyebabkan gelombang besar infeksi dan memberi tekanan besar pada sistem kesehatan di rumah sakit.

Tapi, subvarian Omicron kedua yang disebut BA2 mulai menyebar ke seluruh dunia pada akhir Januari 2022.

Subvarian BA2 ini lebih menular dibandingkan BA1 secara signifikan, meskipun masih belum jelas subavarian Omicron ini menyebabkan penyakit lebih parah atau tidak.

"Subvarian BA2 ini 30 persen lebih mudah menular daripada subavrian BA1, tetapi penyebarannya lebih ditingkatkan dengan langkah-langkah mitigasi dan berkurangnya kekebalan vaksin Covid-19," kata Eric Topol, profesor kedokteran molekuler di Scripps Research Institute di California dikutip dari Express.

Topol memperingatkan bahwa subvarian Omicron ini akan memperpanjang pandemi virus corona. Bahkan, ini bisa membuka jalan lain untuk munculnya varian virus corona baru di masa mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pernah Terinfeksi Varian Omicron, Mungkinkah Terkena Subvarian Omicron?

Pernah Terinfeksi Varian Omicron, Mungkinkah Terkena Subvarian Omicron?

Health | Kamis, 24 Maret 2022 | 14:14 WIB

AstraZeneca Buat Antibodi untuk Lawan Varian Omicron, Ini Kelebihannya!

AstraZeneca Buat Antibodi untuk Lawan Varian Omicron, Ini Kelebihannya!

Health | Rabu, 23 Maret 2022 | 14:25 WIB

WHO Ungkap 'Biang Kerok Meroketnya Kasus Covodi-19 Dunia

WHO Ungkap 'Biang Kerok Meroketnya Kasus Covodi-19 Dunia

Health | Selasa, 22 Maret 2022 | 19:05 WIB

Terkini

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:00 WIB

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 19:05 WIB

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis  Redakan Wasir dengan Cara Alami

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:55 WIB

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:18 WIB

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:29 WIB

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:50 WIB

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:06 WIB

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Health | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:51 WIB