Meski Muncul Subvarian Omicron, Pakar Sebut Covid-19 di Indonesia Mulai Terkendali

Vania Rossa, Dinda Rachmawati

Rabu, 06 April 2022 | 23:08 WIB
Meski Muncul Subvarian Omicron, Pakar Sebut Covid-19 di Indonesia Mulai Terkendali
Ilustrasi Covid-19 di Indonesia. (Cottonbro dari Pexels)

Suara.com - Upaya pengendalian Covid-19 di Indonesia menunjukkan hasil yang menggembirakan. Dilansir dari situs Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Sehat Negeriku, angka kasus aktif Covid-19 terus turun secara konsisten sejak akhir Februari 2022.

Angka ini diikuti juga dengan penurunan angka konfirmasi kasus, penurunan keterisian rumah sakit, dan penambahan angka kesembuhan pasien. Keberhasilan ini harus terus dipertahankan dengan menerapkan protokol kesehatan dan vaksinasi.

"Protokol kesehatan dan vaksinasi merupakan harga mati untuk mencegah penularan Covid-19 karena penularan dapat menimbulkan varian baru sehingga siklusnya akan terus seperti itu. Akibatnya, kita tidak akan berada dalam kondisi endemis,” kata dr. RA. Adaninggar PN, Sp.PD dalam siaran pers talkshow kesehatan yang diadakan Good Doctor dan LSPR Communications & Business Institute baru-baru ini.

Lebih lanjut, dr. Adaninggar mengungkap jika tidak pernah ada dua varian yang sama-sama dominan di suatu tempat atau di suatu negara. Varian yang lebih cepat menular akan mendominasi di suatu daerah atau negara, dan ini terjadi pada Omicron.

Saat ini, lanjut dia, di seluruh dunia termasuk di Indonesia sudah didominasi oleh Omicron. Berdasarkan hasil dari Genome Sequencing, Omicron sudah mendominasi sebesar 96% sedangkan sisanya yang 4% adalah varian lain.

Sedangkan keberadaan subvarian Omicron bernama Siluman (Son of Omicron), kata dokter spesialis penyakit dalam Good Doctor ini, merupakan virus yang akan terus bermutasi membentuk varian dan varian juga akan membentuk subvarian.

"Ini adalah hal yang biasa karena itulah sifat alami virus. Jadi, adanya Siluman (BA.2) yang merupakan subvarian dari Omicron (BA.1) merupakan hal biasa. Seperti varian Delta yang juga memiliki puluhan subvarian," ungkapnya lagi.

Namun, subvarian Siluman (BA.2) cukup menghebohkan karena di beberapa negara yang kasus Omicronnya sudah lebih dulu tinggi, BA.2 diduga menjadi salah satu penyebab gelombang penurunan kasus tidak banyak atau mengganggu penurunan kasus.

Dari beberapa penelitian, terbukti bahwa BA.2 dua setengah kali lipat lebih menular dibandingkan BA.1. Namun, secara penelitian di laboratorium, tingkat keparahan akibat subvarian BA.2 ini mirip Delta, jadi lebih banyak di paru-paru daripada di saluran pernapasan atas seperti BA.1.

baca juga

Yang ditakutkan adalah, apabila mirip Delta, berarti lebih cepat menular dan menyebabkan gejala yang parah karena berada di paru-paru. Akan tetapi, penelitian di laboratorium itu belum terbukti di dunia nyata sampai sekarang.

Untuk itu, vaksin terbukti efektif mencegah gejala berat dan kematian. Menurut dr. Ning, efektivitas vaksin harus dilihat dari kemampuan vaksin dalam mencegah seseorang masuk ke rumah sakit dan mencegah kematian.

Efektivitas vaksin untuk melindungi dari infeksi memang tidak dijanjikan tinggi sejak awal apabila ada banyak kasus di sekitar kita dan ada varian baru karena antibodi pasti terganggu. Pada varian baru, pasti ada perubahan bentuk, sedangkan antibodi bisa mengikat patogen atau mikroorganisme kalau spesifik sekali.

Apabila ada perbedaan sedikit saja, antibodi tidak bisa mengikat 100%, sehingga terjadi escape immunity. Jadi apabila ada varian baru, seseorang yang sudah pernah kena virus ini atau sudah divaksin lalu kena lagi merupakan hal yang wajar.

"Vaksin dua kali yang sudah kita terima sekalipun sekarang kita menghadapi Omicron masih efektif, karena orang-orang yang masuk ke rumah sakit akibat gejala berat jumlahnya sedikit dan yang meninggal jauh lebih sedikit dibandingkan waktu varian Delta. Ini merupakan bukti bahwa vaksin sangat efektif," tutup dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update COVID-19 Jakarta 6 April: Positif 753, Sembuh 534, Meninggal 2

Update COVID-19 Jakarta 6 April: Positif 753, Sembuh 534, Meninggal 2

Jakarta | Rabu, 06 April 2022 | 22:25 WIB

Kasus COVID-19 Lansia di Inggris Terus Naik, Gara-gara Varian Omicron Siluman?

Kasus COVID-19 Lansia di Inggris Terus Naik, Gara-gara Varian Omicron Siluman?

Health | Rabu, 06 April 2022 | 21:03 WIB

Orang Tua Protes Anaknya Terdata Sudah Vaksinasi Covid-19 Tapi Belum Disuntik, Ini Kata Disdikbud Kota Banjar

Orang Tua Protes Anaknya Terdata Sudah Vaksinasi Covid-19 Tapi Belum Disuntik, Ini Kata Disdikbud Kota Banjar

Jabar | Rabu, 06 April 2022 | 20:42 WIB

Terkini

Pemilu AS Jadi Bursa Judi, Putaran Uang Tembus Rp26,8 Triliun

Pemilu AS Jadi Bursa Judi, Putaran Uang Tembus Rp26,8 Triliun

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 16:07 WIB

Kronologi Helikopter TNI Jatuh di Perairan Kalteng: 1 Tewas saat Misi Pemadaman Karhutla

Kronologi Helikopter TNI Jatuh di Perairan Kalteng: 1 Tewas saat Misi Pemadaman Karhutla

News | Rabu, 04 November 2026 | 16:06 WIB

Kisah Roslinda: Berawal dari Kelompok Anak Desa, Kini Bermimpi Jadi Penentu Kebijakan

Kisah Roslinda: Berawal dari Kelompok Anak Desa, Kini Bermimpi Jadi Penentu Kebijakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 16:06 WIB

Beban Pajak Makin Menggunung, Apa yang Harus Dilakukan Masyarakat?

Beban Pajak Makin Menggunung, Apa yang Harus Dilakukan Masyarakat?

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 16:06 WIB

Semen Gresik Kembali Ukir Prestasi, Borong 2 Penghargaan TOP Human Capital Awards 2026

Semen Gresik Kembali Ukir Prestasi, Borong 2 Penghargaan TOP Human Capital Awards 2026

Jawa Tengah | Rabu, 04 November 2026 | 16:03 WIB

Percakapan Prabowo Bobol ke Telinga Listyo, Keamanan Siber Istana Bakal Dievaluasi Total

Percakapan Prabowo Bobol ke Telinga Listyo, Keamanan Siber Istana Bakal Dievaluasi Total

News | Rabu, 04 November 2026 | 16:02 WIB

Bukan Barang Mewah, Mengapa Perempuan Harus Membayar Pajak untuk Pembalut?

Bukan Barang Mewah, Mengapa Perempuan Harus Membayar Pajak untuk Pembalut?

News | Rabu, 04 November 2026 | 16:00 WIB

Refleksi Tren Stop the Wedding: Menikah Itu Kesiapan, Bukan Tuntutan Usia

Refleksi Tren Stop the Wedding: Menikah Itu Kesiapan, Bukan Tuntutan Usia

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 16:00 WIB

Bagaimana Kerusakan Hutan Ancam Warisan Pangan Masyarakat Dayak Seberuang?

Bagaimana Kerusakan Hutan Ancam Warisan Pangan Masyarakat Dayak Seberuang?

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 16:00 WIB

Sengketa Pajak Hashim Djojohadikusumo di Swiss Viral: Utang Miliaran hingga Sita Aset Mewah

Sengketa Pajak Hashim Djojohadikusumo di Swiss Viral: Utang Miliaran hingga Sita Aset Mewah

Video | Rabu, 04 November 2026 | 16:00 WIB

×