Selain Covid-19, Orangtua Juga Perlu Kembali Waspada Gejala DBD pada Anak

Risna Halidi, Lilis Varwati

Selasa, 19 April 2022 | 13:20 WIB
Selain Covid-19, Orangtua Juga Perlu Kembali Waspada Gejala DBD pada Anak
Ilustrasi anak demam

Suara.com - Covid-19 memiliki gejala khas yang mirip dengan gejala Demam Berdarah Dengue (DBD) atau infeksi Dengue, seperti demam tinggi. Kedua penyakit itu sulit dibedakan apabila tidak dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, seperti tes darah untuk infeksi Dengue dan swab untuk deteksi Covid-19.

Ketua UKK Infeksi dan Penyakit Tropis Ikatan Dokter Anak Indonesia - dr. Anggraini Alam, Sp.A(K) menyarankan, saat anak alami demam tinggi, akan lebih bijak untuk orangtua untuk curiga itu sebagai gejala Dengue.

"Saat demam tinggi bisa diberikan obat penurun panas paracetamol dan minum yang banyak. Kalau banyak minum kan harapannya nanti buang air kecilnya juga banyak," kata dokter Anggraini dalam webinar bersama Takeda Indonesia, Selasa (19/4/2022).

Apabila setelah minum banyak tetapi jumlah buang air kecil tetap sedikit selama kurun waktu enam jam, besar kemungkinan demam mengarah pada penyakit Dengue daripada Covid-19. Meski demikian, dr. Anggraini tetap menyarankan untuk memastikannya dengan lakukan tes darah ataupun swab untuk Covid-19.

Ia juga menyampaikan, saat anak demam tinggi jangan memberikan obat apa pun selain paracetamol.

"Jangan mengonsumsi obat selain paracetamol untuk menurunkan demam. Bilamana ada obat-obatan lain, terutama terkait dengan obat antiinflamasi nonsteroid, konsultasikan dulu ke dokter. Terpenting juga dengue tidak perlu antibiotik," ucap dr. Anggraini.

Infeksi Dengue sebenarnya bisa sembuh sendiri, tergantung dengan daya tahan tubuh pasien. Untuk itu, dr. Anggraini berpesan agar orangtua harus selalu memantau kondisi anak terutama pada seminggu pertama setelah demam.

Apabila terjadi tanda perburukan infeksi Dengue, sebaiknya segera bawa anak ke rumah sakit agar mendapat perawatan medis. Dokter Anggraini mengatakan, keterlambatan perawatan Dengue bisa menyebabkan kematian pada anak.

"Tanda bahaya Dengue seperti lemas jadi tiduran saja atau sulit dibangunkan, minumnya kurang, muntah di satu episode lebih dari tiga kali, ada pendarahan, sesak nafas, pucat, tangan dan kaki dingin. Umumnya itu terjadi ketika demam justru mulai turun," tuturnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hasil Riset: Orang yang Tidak Divaksin dan Terinfeksi Varian Omicron akan Timbulkan Respons Imun Terbatas

Hasil Riset: Orang yang Tidak Divaksin dan Terinfeksi Varian Omicron akan Timbulkan Respons Imun Terbatas

Surakarta | Selasa, 19 April 2022 | 12:58 WIB

Daftar 7 Lokasi Vaksin Booster untuk Pemudik di Terminal DKI Jakarta

Daftar 7 Lokasi Vaksin Booster untuk Pemudik di Terminal DKI Jakarta

News | Selasa, 19 April 2022 | 12:39 WIB

BPOM AS Telah Mengizinkan Penggunaan Alat Tes Napas untuk Deteksi Covid-19, Hasilnya Keluar 3 Menit

BPOM AS Telah Mengizinkan Penggunaan Alat Tes Napas untuk Deteksi Covid-19, Hasilnya Keluar 3 Menit

Health | Selasa, 19 April 2022 | 11:11 WIB

Terkini

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:15 WIB