99,2 Persen Masyarakat Indonesia Sudah Punya Antibodi Covid-19, Boleh Lepas Masker?

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 21 April 2022 | 10:51 WIB
99,2 Persen Masyarakat Indonesia Sudah Punya Antibodi Covid-19, Boleh Lepas Masker?
Calon pemudik menunggu di Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Senin (18/4/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Hasil serosurvei antibodi masyarakat di 21 kota/kabupaten Pulau Jawa-Bali menunjukkan bahwa 99,2 persen responden memiliki antibodi Covid-19. Hal itu diungkapkan oleh Pakar Epidemiologi dari Universitas Indonesia Pandu Riono dalam Update Covid-19 di Indonesia, Rabu (20/4/2022). 

"Ada peningkatan proporsi penduduk di wilayah asal dan tujuan mudik Jawa-Bali yang mempunyai antibodi SARS CoV-2 sebesar 6.2 persen dan ada peningkatan kadar antibodi SARS CoV-2 dari median 434.2 U/ml menjadi 5.698 U/ml," ujar Pakar Epidemiologi dari Universitas Indonesia Pandu Riono.

Menurut Pandu perbandingan hasil serosurvei pada periode Desember 2021 dengan Maret 2022 itu menunjukkan imunitas penduduk di wilayah setempat yang tinggi dapat mengurangi risiko hospitalisasi dan kematian. Perbaikan situasi tersebut menurut Pandu juga perlu diikuti dengan pergeseran strategi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Calon pemudik menunggu di Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Senin (18/4/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]
Calon pemudik menunggu di Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Senin (18/4/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

"Apakah PPKM skala prioritas?, saya kira sudah bergeser sekarang. PPKM banyak indikator penilaian yang dilihat seperti peningkatan kasus, hospitalisasi, kematian dan sebagainya. Dengan penurunan kasus yang konsisten, PPKM jadi tidak optimal, lagi," kata Pandu Riono dalam konferensi pers virtual yang diikuti dari Zoom di Jakarta, Rabu.

Lantas, apakah dengan tingginya antibodi di masyarakat sudah boleh lepas masker? Pandu menegaskan, antibodi yang tinggi dalam level komunitas maupun populasi, bukan berarti meninggalkan kepatuhan pada protokol kesehatan yang berlaku.

"Bukan berarti lepas masker, yang ada malah peningkatan kasus lagi. Lonjakan kasus di China karena vaksinasi lansia tidak sebaik di Indonesia. Kita konsisten terus pada lansia," katanya.

Pandu mengatakan imunitas penduduk adalah modal dasar menghadapi virus, meskipun berbagai mutasi virus yang terjadi di dunia belum seluruhnya bisa pastikan.

"Kalau semua penduduk dunia memiliki kekebalan, maka evolusi virus jadi lebih lama frekuensinya dan aktivitas masyarakat berjalan lebih lama," katanya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Segera Vaksinasi Booster Covid-19! Kemenkes Ingatkan Risiko Penularan Meningkat Saat Mudik Lebaran

Segera Vaksinasi Booster Covid-19! Kemenkes Ingatkan Risiko Penularan Meningkat Saat Mudik Lebaran

Health | Kamis, 21 April 2022 | 10:37 WIB

ASDP Buka Pendaftaran Mudik Gratis Jakarta-Lampung, Ini Syaratnya

ASDP Buka Pendaftaran Mudik Gratis Jakarta-Lampung, Ini Syaratnya

Lampung | Kamis, 21 April 2022 | 10:26 WIB

Aturan 2 Kebijakan Persiapan Mudik Lebaran 2022 dari Satgas Covid-19

Aturan 2 Kebijakan Persiapan Mudik Lebaran 2022 dari Satgas Covid-19

Sumbar | Kamis, 21 April 2022 | 10:15 WIB

Terkini

Profil Gus Kikin, Ketum Baru PBNU: Pewaris Sanad Hasyim Asyari hingga Pengusaha

Profil Gus Kikin, Ketum Baru PBNU: Pewaris Sanad Hasyim Asyari hingga Pengusaha

Jatim | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:54 WIB

Profil KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin): Silsilah, Karier, dan Gurita Bisnis

Profil KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin): Silsilah, Karier, dan Gurita Bisnis

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:54 WIB

Pemilik Lahan di Bengkalis Jadi Tersangka Karhutla

Pemilik Lahan di Bengkalis Jadi Tersangka Karhutla

Riau | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:51 WIB

Bukan Cuma Koruptor, UU Perampasan Aset Bakal Sasar 13 Jenis Kejahatan

Bukan Cuma Koruptor, UU Perampasan Aset Bakal Sasar 13 Jenis Kejahatan

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:48 WIB

Menelusuri Jejak Rahasia 3.427 Arsip Kuno: Ketika Batik Indonesia Menggebrak Pasar Global

Menelusuri Jejak Rahasia 3.427 Arsip Kuno: Ketika Batik Indonesia Menggebrak Pasar Global

Jawa Tengah | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:42 WIB

Emas Antam Diprediksi Fluktuatif, Rupiah Jadi Penopang Harga di Rp2,81 Juta

Emas Antam Diprediksi Fluktuatif, Rupiah Jadi Penopang Harga di Rp2,81 Juta

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:38 WIB

Gus Kikin Nahkodai PBNU 2026-2031, Terpilih Lewat Mekanisme AHWA untuk Pertama Kali

Gus Kikin Nahkodai PBNU 2026-2031, Terpilih Lewat Mekanisme AHWA untuk Pertama Kali

Jatim | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:33 WIB

Bahaya Rokok dan Produk Tembakau Alternatif

Bahaya Rokok dan Produk Tembakau Alternatif

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Kejar 3 Juta Rumah, Danantara Bongkar Hambatan dari Harga hingga Biaya Bangun

Kejar 3 Juta Rumah, Danantara Bongkar Hambatan dari Harga hingga Biaya Bangun

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:26 WIB

140 Foto Lama Banyumas Bongkar Jejak Dagang dan Budaya Batik, Diajukan Jadi Memori Kolektif Bangsa

140 Foto Lama Banyumas Bongkar Jejak Dagang dan Budaya Batik, Diajukan Jadi Memori Kolektif Bangsa

Jawa Tengah | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:26 WIB

×