Lonjakan Kasus Hepatitis Anak, Ahli di Inggris Duga Penyebabnya Isolasi selama Covid-19

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 27 April 2022 | 12:08 WIB
Lonjakan Kasus Hepatitis Anak, Ahli di Inggris Duga Penyebabnya Isolasi selama Covid-19
Ilustrasi Anak-anak (Pixabay)

Suara.com - Sumber wabah penyakit hati atau hepatitis misterius yang menyerang anak-anak di Eropa dan Amerika Serikat membuat bingung.

Kini, pejabat kesehatan Inggris meyakini lonjakan kasus hepatitis di antara anak-anak ini mungkin terkait dengan virus corona Covid-19.

Dokter di Inggris percaya anak-anak terkena hepatitis ini, karena sistem kekebalan mereka yang melemah akibat kurangnya paparan penyakit selama masa isolasi Covid-19.

Penelitian mengenai hepatitis misterius ini terus berlanjut, tapi para ahli percaya bahwa lonjakan kasus hepatitis terkait dengan adenovirus, yang menyerupai flu biasa.

"Virus ini telah terdeteksi pada sekitar 74 kasus yang telah diuji untuk ini," kata Phillipa Easterbrook, ilmuwan senior WHO dikutip dari Fox News.

Hepatitis  (shutterstock)
Hepatitis (shutterstock)

Tapi, Phillipa berpendapat sangat tidak biasa adenovirus menyebabkan gejala yang cukup parah, seperti hepatitis ini.

Dokter mengatakan hampir 200 anak di 12 negara telah didiagnosis dengan hepatitis akut, yang menyebabkan peradangan hati.

Sebanyak 17 dari anak-anak itu telah mendapatkan transplantasi hati dan 1 anak dinyatakan meninggal dunia.

Pejabat kesehatan Illinois mengatakan mereka sekarang sedang menyelidiki tiga kasus hepatitis parah pada anak-anak dalam beberapa pekan terakhir. Penyelidikan ini mengikuti sekelompok sembilan kasus di Alabama dan dua lagi di North Carolina bulan lalu.

baca juga

Karena lebih banyak kasus hepatitis yang ditemukan, CDC mengeluarkan peringatan nasional bagi dokter untuk mengamati gejala serta meminta profesional medis untuk mengawasi anak-anak dengan gejala pilek dan flu.

Dokter pun memperingatkan semua orangtua untuk tidak takut, tetapi tetap waspada. Gejala utama yang harus diwaspadai dengan peradangan hati atau hepatitis adalah sakit perut yang parah, mata kuning dan kulit kuning.

Dr. Karen Acker, dokter anak di Rumah Sakit Anak Komansky-Presbyterian New York dan profesor di Weill Cornell Medicine mengatakan ada perkiraan jumlah kasus akan meningkat.

Sehingga, ia mengingatkan masyarakat ahwa cara terbaik untuk melindungi diri dari penyakit adalah mencuci tangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Manfaat Buah Merah Papua bagi Kesehatan, Salah Satunya Cegah Hepatitis B

4 Manfaat Buah Merah Papua bagi Kesehatan, Salah Satunya Cegah Hepatitis B

Your Say | Selasa, 26 April 2022 | 14:16 WIB

WHO Laporkan 1 Kasus Kematian akibat Hepatitis Misterius pada Anak

WHO Laporkan 1 Kasus Kematian akibat Hepatitis Misterius pada Anak

Health | Selasa, 26 April 2022 | 12:14 WIB

WHO Sebut 1 Anak Meninggal Dunia Akibat Wabah Penyakit Hati Misterius

WHO Sebut 1 Anak Meninggal Dunia Akibat Wabah Penyakit Hati Misterius

Health | Senin, 25 April 2022 | 08:15 WIB

Terkini

Di Balik Lonjakan Surplus Perdagangan: Impor Melambat, Produksi Tertekan

Di Balik Lonjakan Surplus Perdagangan: Impor Melambat, Produksi Tertekan

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 06:31 WIB

Guyub Warga Bantul di Bekasi Rayakan HUT ke-45 Warkaban

Guyub Warga Bantul di Bekasi Rayakan HUT ke-45 Warkaban

Foto | Senin, 05 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:54 WIB

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:27 WIB

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:10 WIB

×